BerandaBerita KomsosPastor Petrus Tinangon: Hubungan Kita dan Kristus adalah Ranting dengan Pokok Anggur

Pastor Petrus Tinangon: Hubungan Kita dan Kristus adalah Ranting dengan Pokok Anggur

Published on

spot_img

Pada Misa Hari Minggu Paskah V, 28 April 2024, Pastor Petrus Tinangon Pr mengingatkan hubungan kita dengan Kristus sama dengan ranting dengan pokok anggur.

Homili Hari Minggu Paskah V, diambil dari Injil Yohanes 15 : 1 – 8. Pastor Petrus mengisahkan seorang gadis beragama katolik mempunyai hubungan dengan pria ganteng, pintar dan kaya. Tetapi mereka berbeda agama. 

“Keluarga pria itu mendesak agar gadis itu pindah agama mengikuti agama mereka. Setelah bergumul, suatu ketika gadis itu mengambil keputusan meninggalkan kota itu dengan meninggalkan sepucuk surat. Dia  mengatakan sangat mencintai kekasihnya itu tetapi dia tidak mau pindah agama,” tutur Pastor Tinangon.

Menurut Tinangon, banyak orang mengira menjadi katolik atau kristen itu sama saja dengan mengenakan baju bertuliskan katolik. 

“Mereka mengira kita bisa saja berhubungan dengan Kristus tanpa menanggung akibatnya apa-apa. Bagi mereka menjadi katolik sama saja dengan mengenakan baju, dapat dipakai dan dibuka sesuka hati, kapan saja. Hal yang sama yaitu ikut tradisi keluarga atau membunglon saja. Padahal menurut Yesus seperti pada Injil Yohanes hari ini,  hubungan kita dengan Yesus sama  dengan hubungan ranting-ranting dan pokok anggur. Akulah pokok anggur dan kamu adalah ranting-rantingnya,” ungkap Pastor Petrus Tinangon.

Lanjutnya kalau ranting dipotong dari pokok anggur, ranting akan jadi kering, tidak berguna, lebih baik  dibakar saja. “Kita orang Kristiani bergantung pada Yesus sebagai pokok anggur. Lebih dari itu kita merupakan kesatuan dengan-Nya. Itu berarti orang Kristian harus menjadi serupa dengan Kristus, taat kepada Allah dan mengasihi sesama,” ungkapnya. 

Lebih lanjut Tinangon mengingatkan, hidup beragama dengan gaya bunglon tidak boleh terjadi pada seorang kristiani sejati. “Semoga kita sebagai ranting-ranting dapat menjaga kesatuan dengan kristus sang pokok anggur. Walaupun apapun yang terjadi kita mau memisahkan diri dari-Nya, sebut Tinangon.

Pastor Petrus menambahkan, dunia penuh dengan orang-orang kerdil yang tidak bisa melaksanakan sesuatu tanpa penghargaan. “Tidak ada seorang pun yang sukses dalam hidup dan karya profesinya yang mencapai ketinggian tertentu tanpa perjuangan berat. Orang menjadi besar karena melewati tantangan hidup yang besar,” kuncinya.(Roy)

KONTEN POPULER

Latest articles

SANTO KAROLUS BORROMEUS: Gembala yang Menghadirkan Kasih Kristus di Tengah Umat

4 November | Peringatan Santo Karolus Borromeus, Uskup Tahuna – Gereja Katolik setiap tanggal 4...

Revitalisasi Berlangsung, Anak-anak TK Katolik Santo Agustinus Tahuna Tetap Semangat Belajar

TAHUNA – Proses pembangunan revitalisasi yang sedang berlangsung tidak menyurutkan semangat anak-anak TK Katolik...

Rally Rosario dan Aneka Lomba Warnai Penutupan Bulan Rosario Paroki Santo Yohanes Rasul Tahuna

TAHUNA – Semangat iman, persaudaraan, dan sukacita umat mewarnai rangkaian kegiatan penutupan Bulan Rosario...

BATAHA SANTIAGO: SANG RAJA MANGANITU YANG MEMILIH MATI DARI PADA TUNDUK KEPADA PENJAJAH

Sejarah, Perjuangan, dan Nilai-Nilai Kepahlawanan Raja Bataha Santiago Tahuna – Bataha Santiago merupakan salah satu...

More like this

SANTO KAROLUS BORROMEUS: Gembala yang Menghadirkan Kasih Kristus di Tengah Umat

4 November | Peringatan Santo Karolus Borromeus, Uskup Tahuna – Gereja Katolik setiap tanggal 4...

Revitalisasi Berlangsung, Anak-anak TK Katolik Santo Agustinus Tahuna Tetap Semangat Belajar

TAHUNA – Proses pembangunan revitalisasi yang sedang berlangsung tidak menyurutkan semangat anak-anak TK Katolik...

Rally Rosario dan Aneka Lomba Warnai Penutupan Bulan Rosario Paroki Santo Yohanes Rasul Tahuna

TAHUNA – Semangat iman, persaudaraan, dan sukacita umat mewarnai rangkaian kegiatan penutupan Bulan Rosario...