BerandaBerita KomsosPaus Leo XIV: Perdamaian Terwujud Ketika Manusia Bersatu dalam Kasih

Paus Leo XIV: Perdamaian Terwujud Ketika Manusia Bersatu dalam Kasih

Published on

spot_img

Paus Leo menegaskan bahwa ancaman perang hanya dapat diatasi ketika manusia mampu bersatu dalam kasih dan mengalahkan dosa yang menjadi sumber konflik. Pesan tersebut disampaikan Paus saat menerima anggota Military Ordinariate of Italy di Vatikan, Sabtu (7/3).

Dalam pertemuan itu, Paus menekankan bahwa tugas seorang anggota militer tidak semata-mata dipahami sebagai profesi, tetapi juga sebagai panggilan untuk melayani dan melindungi sesama. Ia mengingatkan bahwa peran militer dapat menjadi bentuk pengabdian kepada masyarakat, terutama dalam melindungi yang lemah, menjaga keamanan bersama, membantu korban bencana, serta mendukung misi perdamaian internasional.

Mengutip ajaran Gaudium et Spes dari Second Vatican Council, Paus menjelaskan bahwa selama manusia masih hidup dalam dosa, bahaya perang akan tetap ada. Namun ketika manusia mampu mengalahkan dosa melalui persatuan dalam kasih, kekerasan dan konflik dapat diatasi.

Menurut Paus, nilai-nilai seperti kemurahan hati, semangat pelayanan, serta kesediaan berkorban demi orang lain harus menjadi dasar dalam kehidupan seorang prajurit. Nilai-nilai tersebut, katanya, perlu berakar pada iman dan rahmat Tuhan sehingga setiap tugas yang dijalankan benar-benar bertujuan untuk kebaikan bersama.

Karena itu, Paus menegaskan bahwa aturan, norma, dan misi dalam kehidupan militer hendaknya terinspirasi oleh semangat Injil. Dengan demikian, pelayanan untuk keamanan dan perdamaian selalu menempatkan martabat manusia dan kepentingan bersama sebagai prioritas utama.

Dalam kesempatan tersebut, Paus juga menyinggung peringatan seratus tahun berdirinya Ordinariat Militer Italia. Ia mengajak semua pihak untuk menjaga ingatan akan sejarah sebagai sumber pembelajaran bagi masa kini.

Menurutnya, dunia modern memiliki kemampuan besar dalam menyebarkan informasi, namun sering kali kehilangan kemampuan untuk benar-benar menghayati maknanya. Karena itu, memelihara ingatan sejarah menjadi penting agar masyarakat dapat mengambil kebijaksanaan dari pengalaman masa lalu dalam menghadapi tantangan zaman.

Menutup pesannya, Paus mengajak para anggota militer untuk terus menjalankan tugas mereka dengan integritas, semangat pelayanan, dan komitmen terhadap perdamaian.

Sumber : Vatican News

KONTEN POPULER

Latest articles

Pastor Paroki Tataaran kunjungi WR. Malaikat Agung Gabriel, Perkuat Persatuan dan Kebersamaan Umat

Pastor Ray Lolowang bersama umat WR. Mailaikat Agung Gabriel

Wilayah Rohani Sta Verena Juarai Lomba Tenis Meja Paroki BTC – GPI

Pesta pelindung Paroki Bunda Teresa Calcutta - Griya Paniki Indah (BTC-GPI) diramaikan dengan Lomba...

Wilayah Rohani Sta Lidwina Jawarah Lomba Catur Paroki BTC – GPI

Wilayah Rohani St Lidwina berhasil menjuarai Lomba Catur antar Wilayah Rohani setelah menaklukan Wilayah...

Uskup dan Tim Keuskupan Manado hadiri Monitoring dan Evaluasi Program Kerja Kevikepan Tondano-Mitra di Paroki Tataaran.

Uskup dan Tim Keuskupan Manado hadiri Monitoring dan Evaluasi Program Kerja Kevikepan Tondano-Mitra di...

More like this

Pastor Paroki Tataaran kunjungi WR. Malaikat Agung Gabriel, Perkuat Persatuan dan Kebersamaan Umat

Pastor Ray Lolowang bersama umat WR. Mailaikat Agung Gabriel

Wilayah Rohani Sta Verena Juarai Lomba Tenis Meja Paroki BTC – GPI

Pesta pelindung Paroki Bunda Teresa Calcutta - Griya Paniki Indah (BTC-GPI) diramaikan dengan Lomba...

Wilayah Rohani Sta Lidwina Jawarah Lomba Catur Paroki BTC – GPI

Wilayah Rohani St Lidwina berhasil menjuarai Lomba Catur antar Wilayah Rohani setelah menaklukan Wilayah...