BerandaUncategorizedPegiat Komsos menjadi “Misionaris Digital”

Pegiat Komsos menjadi “Misionaris Digital”

Published on

spot_img

Laikit, Minut. Ungkapan diatas disampaikan oleh Sekretaris Eksekutif Komsos KWI, Pastor Steven Lalu PR, pada saat membawakan materi, di acara Family Gathering (FG) Komsos se-Keuskupan Manado di Paroki St. Yohanes Penginjil, Laikit Minahasa Utara Sabtu, 31 Mei 2025. Memberitakan kabar baik atau Katakese tidak hanya dilakukan digereja-gereja Katolik, dalam ibadah wilayah Rohani, tetapi ada ruang yang luas dan lebar yaitu media sosial, yang harus dimanfaatkan secara positif.


Untuk dapat memberitakan kabar baik, para pegiat komsos harus memiliki keahlian dan professional. Ajang Family Gathering, merupakan wadah untuk saling memperkuat dan berbagi cerita tentang pengalaman, lanjut Pastor Steven. Dalam kegiatan Family Gathering yang dalam telah dilaksanakan sejak tahun 2021, salah satu sesi untuk penguatan kapasitas pegiat komsos, yaitu pelatihan penulisan, pembuatan video pendek. Dengan demikian diharapkan pegiat komsos semakin mampu mewartakan injil dengan baik.


Peringatan hari Komunikasi Sosial Sedunia ke -59 tahun 2025, mendiang Paus Fransiskus memberikan pesan, dengan tema “Bagilah dengan lemah lembut harapan yang ada di hatimu” (1 Petrus 3, 15 – 16). Pastor Steven menambahkan tentunya ada pengharapan dihati kita, yang dibagikan kepada sesama, lewat berbagai cara atau media. Salah satunya media sosial, merupakan sarana baru yang bisa digunakan untuk pewartaan, tetapi harus diperhatikan kaidah-kaidah yang baik dan benar. Bagi Umat Katolik, kaidah itu diantaranya pesan yang disampaikan Paus Fransiskus.


Beberapa point pesan Paus Fransiscus yang perlu diperhatikan dalam menyampaikan informasi, diantaranya yang perlu di junjung adalah point 1 Komunikasi Berlandaskan Harapan, Paus Fransiskus menekankan perlunya menjadi komunikator yang membawa harapan, khususnya di tengah dunia yang dilanda polarisasi dan misinformasi; point 2, Komunikasi yang penuh agresivitas, prasangka, dan fanatisme harus dihindari agar tidak menyesatkan atau memecah belah, dan point 4 Kelembutan dalam Komunikasi, Komunikasi harus disampaikan dengan lemah lembut, penuh hormat, dan empati, meneladani Yesus. dan point 8 Komunikasi hendaknya menjadi sarana untuk membangun persekutuan, bukan memecah belah. Semoga pegiat komsos jadi pewarta digital yang bertanggung jawab. #decky

pst steven scaled

KONTEN POPULER

Latest articles

Anggota LC Paroki Tahuna Terima Atribut. Pastor Jacob: LC Jadi Panutan di Tengah Umat

Tahuna – Perayaan Ekaristi memperingati Santo Georgius sekaligus penyerahan atribut bagi anggota Legio Christi...

WKRI Bunda Teresa Calcutta GPI Gelar Penyuluhan Hukum Tentang Bullying dan KDRT

Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Cabang Bunda Teresa Calcutta Griya Paniki Indah (GPI) melaksanakan...

KBK Kevikepan Manado Ibadah di Paroki Bunda Teresa Calcutta GPI

Kaum Bapak Katolik (KBK) se-Kevikepan Manado melaksanakan ibadah di Paroki Bunda Teresa Calcutta Griya...

Umat Wilroh Santa Bernadette Keak Rayakan Pesta Pelindung

Banggai – Umat Wilayah Rohani Santa Bernadette Stasi Kerahiman Ilahi Keak merayakan pesta pelindungnya...

More like this

Mengujungi yang Sakit dan Lansia, Aksi Nyata Pekan Pertama Umat Wilroh Santa Veronika

Banggai – Umat Wilayah Rohani Santa Veronika Stasi Bolitan mengunjungi anggota umat yang sakit...

Mengasihi Tanpa Batas, Mengampuni Tanpa Akhir

Kasih Kristiani bukanlah kasih yang bersyarat. Kasih sejati mengalir dari hati yang rela memberi...

Menjadi Saksi Kristus di Tengah Penderitaan

Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,Hari ini Gereja mengenangkan Santo Paulus Miki dan Kawan-kawan, para martir...