Pesta Pelindung Paroki Santo Paulus Tompaso Baru di Stasi Hati Kudus Raraatean

0
182

Tompaso Baru – Paroki St. Paulus Tompaso Baru kembali merayakan pesta iman, dimana Gereja Katolik seluruh dunia merayakan Pesta St. Petrus dan Paulus yang jatuh pada tanggal 29 Juni hari ini. Sebagai paroki yang menggunakan nama rasul besar Santo Paulus, umat katolik Tompaso Baru turut berbangga dan bersuka cita atas pesta iman ini. Bentuk ungkapan syukur dan suka citanya, paroki yang memiliki tiga stasi ini melaksanakan Misa Syukur yang berpusat di Stasi Hati Kudus Raraatean.

Misa dimulai pukul 10.00 wita yang dipimpin oleh Pastor Paroki, Pastor Aloisius M. Pondaag, Pr. Perayaan Ekaristi peringatan pesta pelindung paroki ini dirangkaikan dengan syukur Hari Ulang Tahun Wanita Katolik Republik Indonesi (HUT WKRI) ke 98 tahun yang jatuh pada tanggal 26 Juni 2022 lalu. Dalam Perayaan Ekaristi ini turut hadir juga Pimpinan Gereja lain yang ada di Desa Raraatean, Komunitas Suster Jesus Maria Josep (SJMJ) Tompaso Baru, Bruder BTD Ranoyapo, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) WKRI Provinsi Sulawesi Utara, Camat Kecamatan Tompaso Baru dan umat separoki Tompaso Baru.

Dalam Khotbahnya, pastor Sius menekankan bahwa perayaan hari ini adalah moment dimana umat dapat merefleksikan spiritualitas St. Paulus dan tidak boleh hanya sembunyi dibalik nama besar St. Paulus. “Perayaan kita hari ini adalah moment bagi kita semua untuk merefleksikan spiritualitas St. Paulus dalam menjalankan tugas kita masing-masing setiap hari” Tutur Pastor Sius. Kita tidak boleh sembunyi dibalik nama besar St. Paulus, tetapi harus menghidupi spiritualitasnya, “tambah Pastor Sius”.

Pastor Aloisius M. Pondaag, Pr dalam Khotbah

Dalam lanjutan Khotbahnya, Pastor yang jarang masuk Rumah Sakit ini menyinggung tentang berbagai surat yang ditulis oleh St. Paulus. Dalam suratnya St. Paulus menyinggung nama-nama orang yang turut ambil bagian dalam misi pewartaannya yang menggambarkan bahwa kerja tim atau kerja sama sangat penting untuk keberhasilan pewartaan, baik pewartaan dalam organisasi, maupun pewartaan secara individu. Kita sebagai umat Allah dipanggil untuk mewartakan Kerajaan Allah, baik dalam organisasi maupun dilingkungan kelurga. Semua komponen dalam gereja atau organisasi harus bergerak bersama-sama untuk tujuan yang sama, walaupun banyak tantangan yang merintangi. Itulah pewartaan St. Paulus.

Khusuknya Perayaan Ekaristi ini tidak terlepas dari kehadiran tim paduan suara Corus Angelorum asal Guaan, Kecamatan Moat dibawah pimpinan Bapak Regen Tasik yang mempersembahkan lagu-lagu misa. Dalam sesi pengumuman, diisi dengan sambutan dari Ketua DPD WKRI Sulawei Utara dan Camat Tompaso Baru. Dalam sambutannya, Ketua DPD WKRI Ibu Meity Rampengan mengajak seluruh anggota WKRI untuk saling bergandengan tangan membangun gereja. “Kita semua memiliki perbedaan satu dengan yang lain, tetapi jangan jadikan itu sebagai penghalang dalam membangun WKRI. Mari torang bergandengan tangan  untuk membangun gereja dan keluarga”. Senada dengan ketua DPD WKRI, Camat Tompaso Baru Bapak Drs. Jemmy Loa menyampaikan agar WKRI harus berkreativitas dan tetap meneladani St. Paulus. “Ibu-ibu WKRI tunjukkan kreativitasmu agar WKRI eksis, dan meneladani pewartaan St. Paulus. Ia rela berkorban untuk mewartakan Kristus walaupun banyak tantangan”.

Sebelum menutup rangkaian sambutan, Pastor Paroki meminta waktu untuk membacakan surat keputusan dari Bapak Uskup terkait dengan masa jabatan atau tugas pastor paroki. Dalam Surat Keputusan (SK) yang diterimanya, Pastor Aloisius M. Pondaag, Pr dipercayakan lagi oleh Bapak Uskup untuk menjadi Pastor Paroki St. Paulus Tompaso Baru sampai 2025. Mendengar kabar tersebut umat langsung menyambutnya dengan tepuk tangan yang meriah.

Perayaan Ekaristi selesai pukul 12.30 wita yang dilanjutkan dengan acara ramah-tamah di tenda acara. Semoga semangat Santo Paulus mengakar dalam diri umat dalam membangun gereja, masyarakat, dan kelurga. (Ek)

Beri Komentar

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda di sini