BerandaBerita KomsosRefleksi HUT 62 Pastor Montolalu, Buat Hidup Menjadi Istimewa

Refleksi HUT 62 Pastor Montolalu, Buat Hidup Menjadi Istimewa

Published on

spot_img

Ulang tahun ke-62 Pastor Paroki Bunda Teresa Dari Calcutta Griya Paniki Indah GPI, Pst., Johanis Josep Montolalu Pr menjadi momen refleksi yang dalam dan penuh makna bagi umat. Pastor John  mengingatkan umat untuk berusaha membuat hidup istimewa dengan siap sedia berjuang dan terus lahir kembali.

Dalam Misa Hari Minggu Biasa XVI, 21 Juli 2024, Pastor John merayakan ulang tahunnya yang ke-62 dengan memberikan kesaksian penuh makna kepada umat paroki. Mengawali kesaksiannya, Pastor Montolalu mempertanyakan apakah usia 62 tahun masih istimewa?. “Keistimewaan pertama adalah saya lahir tahun 1962 dan hari ini saya berusia 62 tahun. Keistimewaan kedua adalah kita berkumpul bersama dalam persekutuan umat paroki dalam perayaan syukur ekaristi,” ungkapnya.

Keistimewaan ketiga, Pastor Montolalu merujuk pada Injil Markus 6:30-34 yang dibacakan pada misa hari itu. Ia menyebutkan kita harus berusaha menjadi the wanted, seperti halnya Yesus adalah “the wanted” dalam arti positif. Karena kemanapun Yesus pergi, Dia dicari dan dirindukan oleh banyak orang. 

“Jika ingin menjadi istimewa, kita harus dirindukan sebagai orang yang melakukan karya baik,” tambahnya.

Lebih lanjut, Pastor Montolalu memberikan pandangannya tentang bagaimana menjaga hidup tetap manis dan penuh cinta. “Hidup kita harus dijaga supaya tetap sweet atau manis. Saya di pastoran dihidangkan kopi pahit, tetapi terasa manis karena dihidangkan, disajikan, dan dibawakan dengan cinta. Meskipun saya sudah berumur 62 tahun, hidup saya terasa sweet karena saya merasa dicintai, diterima dengan cinta, dilayani dengan cinta,” jelasnya.

Pastor Montolalu juga menekankan bahwa kehidupan kehidupan itu membutuhkan pertandingan yang terus menerus. Menurutnya hidup itu tidak mungkin berada pada umur yang sama, level yang sama selamanya, maka hidup itu  harus terus berkembang.

“Hidup itu harus terus berkembang. Hidup itu bukan sekali lahir, tetapi lahir terus. Sudah lahir dari hidup, sudah lahir dari sakramen permandian, sudah lahir dari sakramen perkawinan, lahir kembali dari sakramen imamat. Hidup itu berulang-ulang kali hidup terus,” ujar Pastor Montolalu.

Sebagai penutup, ia membagikan resep agar hidup tetap istimewa. “Hidup itu harus siap sedia untuk bertanding dan siap sedia untuk lahir kembali,” pesan Pastor Montolalu kepada umat paroki.

Perayaan HUT ke 62 Pastor John Montolalu dilaksanakan usai misa pertama yang dihadiri Pengurus DPP, Pengurus Stasi, umat dan keluarga. Acara HUT Pastor John berlangsung meriah diisi dengan penampilan bertutur Kitab Suci oleh Sekami, lagu oleh OMK dan line dance oleh WKRI.(Roy)

KONTEN POPULER

Latest articles

SANTO KAROLUS BORROMEUS: Gembala yang Menghadirkan Kasih Kristus di Tengah Umat

4 November | Peringatan Santo Karolus Borromeus, Uskup Tahuna – Gereja Katolik setiap tanggal 4...

Revitalisasi Berlangsung, Anak-anak TK Katolik Santo Agustinus Tahuna Tetap Semangat Belajar

TAHUNA – Proses pembangunan revitalisasi yang sedang berlangsung tidak menyurutkan semangat anak-anak TK Katolik...

Rally Rosario dan Aneka Lomba Warnai Penutupan Bulan Rosario Paroki Santo Yohanes Rasul Tahuna

TAHUNA – Semangat iman, persaudaraan, dan sukacita umat mewarnai rangkaian kegiatan penutupan Bulan Rosario...

BATAHA SANTIAGO: SANG RAJA MANGANITU YANG MEMILIH MATI DARI PADA TUNDUK KEPADA PENJAJAH

Sejarah, Perjuangan, dan Nilai-Nilai Kepahlawanan Raja Bataha Santiago Tahuna – Bataha Santiago merupakan salah satu...

More like this

SANTO KAROLUS BORROMEUS: Gembala yang Menghadirkan Kasih Kristus di Tengah Umat

4 November | Peringatan Santo Karolus Borromeus, Uskup Tahuna – Gereja Katolik setiap tanggal 4...

Revitalisasi Berlangsung, Anak-anak TK Katolik Santo Agustinus Tahuna Tetap Semangat Belajar

TAHUNA – Proses pembangunan revitalisasi yang sedang berlangsung tidak menyurutkan semangat anak-anak TK Katolik...

Rally Rosario dan Aneka Lomba Warnai Penutupan Bulan Rosario Paroki Santo Yohanes Rasul Tahuna

TAHUNA – Semangat iman, persaudaraan, dan sukacita umat mewarnai rangkaian kegiatan penutupan Bulan Rosario...