Sabtu 28 September 2024
(Pkh.11:9-12:8; Luk.9:43b-45); Pekan Biasa XXV
Butuh persiapan hati dan diri ketika akan menghadapi sesuatu. Kesiapan hati untuk menghadapi sebuah peristiwa atau sesuatu yang akan dilakukan. Apalagi berhubungan dengan masa depan hidup seseorang, maka sudah pasti persiapan materi dan mental dibutuhkan. Misalnya saat orang akan mengikuti ujian akhir, atau ketika melamar pekerjaan dan sebagainya. Namun bagaimana jika peristiwa yang akan anda hadapi adalah hal buruk? Apakah siap?
Yesus hari ini mengabarkan tentang peristiwa yang dalam pandangan manusia sungguh menyakitkan, dan pasti semua orang akan menghindar. Siapa yang mau diserahkan dan mengalami hal buruk. Sabda-Nya, “Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia.” Penyerahan diri Yesus kepada manusia menjadi tanda tidak baik di tengah kalangan para rasul, sebab mereka tidak tahu hal apa yang akan menimpa Yesus. Yesus menyadari bahwa kesiapan diri-Nya menghadapi peristiwa salib adalah puncak perutusan dan penebusan-Nya untuk manusia. Yesus tahu bahwa peristiwa yang akan menimpa diri-Nya adalah peristiwa yang menyakitkan. Peristiwa yang dari segi manusiawi Yesus sungguh menyedihkan. Namun semua itu harus ditanggung-Nya demi tugas perutusan untuk penebusan dan keselamatan manusia.
Peristiwa yang akan dialami Yesus serentak menjadi pengalaman iman sebagai umat yang telah di tebus. Sudah pasti kita menghindari hal buruk yang mungkin akan menimpa kita. Namun jauh dari pada itu kita membutuhkan kesiapan diri dan hati dalam setiap pengalaman hidup yang akan kita jalani. Semua hal itu adalah tantangan hidup yang seharusnya memampukan dan menguatkan kita untuk sampai pada puncak salib. Mari tumbuhkan kesiapan hati dan diri dalam menghadapi setiap pengalaman hidup ini. (mD)
Ya Yesus, tumbuhkanlah semangat kami untuk selalu semangat menghadapi tantangan hidup ini. Amin