Renungan Harian: Kamis 5 Oktober: Diutus Berdua-dua

0
1238
utusan
Diutus berdua-dua

Kamis Pekan Biasa XXVI

Bacaan 1 : Neh 8:1-5a.6-7.8b-13
Mazmur : Mzm 19:8-11
Injil : Luk 10:1-12

Bacaan Pertama
Neh 8:1-5a.6-7.8b-13: Ezra membuka Kitab dan memuji Tuhan. Maka seluruh umat menjawab, “Amin! Amin!”

Pembacaan dari Kitab Nehemia:

Sesudah kembali dari pembuangan,
orang-orang Israel telah menetap kembali di kota-kota mereka.Lalu pada bulan ketujuh berkumpullah seluruh rakyat di lapangan di muka gerbang Air di Yerusalem.
Mereka meminta kepada Ezra, ahli kitab, supaya membawa kitab Taurat Musa,
yakni kitab hukum yang diberikan Tuhan kepada Israel.Dan pada hari pertama bulan ketujuh itu Imam Ezra membawa kitab Taurat itu ke depan jemaah, pria, wanita dan semua yang dapat mendengar dan mengerti.Ia membacakan beberapa bagian dari pada kitab itu di halaman di depan gerbang Air dari pagi sampai tengah hari di depan pria, wanita dan semua orang yang dapat mengerti. Dengan penuh perhatian seluruh umat mendengarkan pembacaan kitab Taurat itu.Adapun Ezra, ahli kitab, berdiri di atas mimbar kayu yang dibuat khusus untuk peristiwa itu. Ia membuka kitab itu di depan mata seluruh umat, karena ia berdiri lebih tinggi dari semua orang. Pada waktu ia membuka kitab semua orang bangkit berdiri. Lalu Ezra memuji Tuhan, Allah yang mahaagung,
dan semua orang menjawab, “Amin! Amin,” sambil mengangkat tangan.
Kemudian mereka berlutut, dan sujud menyembah Tuhan dengan muka sampai ke tanah.
Para Lewi menjelaskan hukum itu kepada jemaat, sementara rakyat berdiri di tempatnya.
Bagian-bagian kitab Taurat Allah dibacakan dengan jelas, dengan diberi keterangan-keterangan, sehingga pembacaan dimengerti.

Lalu Nehemia, kepala daerah, dan imam Ezra, ahli kitab, serta orang-orang Lewi yang mengajar jemaat, berkata kepada seluruh hadirin, ‘Hari ini adalah kudus bagi Tuhan Allahmu. Kalian jangan berdukacita dan menangis!” Karena semua orang itu menangis, ketika mendengar kalimat-kalimat Taurat.

Lalu berkatalah Nehemia kepada mereka, “Pergilah, makanlah sedap-sedapan dan minumlah minuman manis; dan berikanlah sebagian kepada mereka yang tidak sedia apa-apa! Sebab hari ini kudus bagi Tuhan kita. Janganlah bersusah hati, tetapi bersukacitalah karena Tuhan, sebab sukacita karena Tuhanlah perlindunganmu.”

Juga orang-orang Lewi menyuruh semua orang itu diam dengan kata-kata, “Tenanglah! Hari ini hari kudus. Jangan bersusah hati!”Maka pergilah semua orang untuk makan dan minum, untuk membagi-bagi makanan dan berpesta ria, karena mereka mengerti segala sabda yang diberitahukan kepada mereka.

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur
Mzm 19:8-11;R:9a: Titah Tuhan tepat, menyenangkan hati.

*Taurat Tuhan itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan Tuhan itu teguh, memberikan hikmat kepada orang bersahaja.

*Titah Tuhan itu tepat, menyukakan hati; perintah Tuhan itu murni, membuat mata ceria.

*Takut akan Tuhan itu suci, tetap untuk selamanya; hukum-hukum Tuhan itu benar, adil selalu.

*Lebih indah daripada emas, bahkan daripada emas tua; dan lebih manis daripada madu,
bahkan daripada madu-tetesan dari sarang lebah.

Bait Pengantar Injil
Mrk 1:15: Kerajaan Allah sudah dekat.
Bertobatlah dan percayalah kepada Injil.

Bacaan Injil
Luk 10:1-12
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:

Pada waktu itu, Tuhan menunjuk tujuh puluh murid.Ia mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya.Berkatalah Ia kepada mereka, “Tuaian banyak, tetapi pekerjanya sedikit! Sebab itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja ke tuaian itu.Pergilah! Camkanlah, Aku mengutus kalian seperti anak domba ke tengah-tengah serigala.
Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapa pun selama dalam perjalanan. Kalau memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu, ‘Damai sejahtera bagi rumah ini.’Dan jika di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal padanya. Tetapi jika tidak, maka salammu kembali kepadamu.Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya.

Janganlah berpindah-pindah rumah.Jika kalian masuk ke dalam sebuah kota dan diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu,dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ. Dan katakanlah kepada mereka, ‘Kerajaan Allah sudah dekat padamu.’

Tetapi jika kalian masuk ke dalam sebuah kota dan tidak diterima di situ, pergilah ke jalan-jalan raya kota itu dan serukanlah,’Juga debu kotamu yang melekat pada kaki kami,
kami kebaskan di depanmu. Tetapi ketahuilah ini: ‘Kerajaan Allah sudah dekat.’

Aku berkata kepadamu, pada hari itu Sodom akan lebih ringan tanggungannya dari pada kota itu.”

Demikianlah Injil Tuhan.

Utusan
Diutus bagai domba di tengah seriegala

Renungan: Diutus Berdua-dua

Yesus mengutus ketujuh puluh murid. Ia membaginya menjadi tiga puluh lima kelompok. Karena mereka diutus berdua-dua. Tidak sendiri dan tidak sendirian. Tidak atur sendiri, tapi bersama teman, bersama orang lain. Yesus tahu kelemahan manusiawi seorang utusan kalau bekerja sendiri. Apalagi diutus bagaikan domba di tengah serigala. Seorang utusan akan berhadapan dengan aneka tantangan, rintangan, cemoohan, penolakan bahkan mungkin penyiksaan oleh orang-orang yang terusik oleh kebenaran pewartaan Sabda. Yesus sungguh mengerti betapa seorang utusan yang bekerja sendirian akan tergoda untuk menjadikan dirinya sebagai pusat, karena itu ia memberinya teman seperjalanan, teman bicara, teman sharing, teman berbagi sukaduka pelayanan, dan teman untuk berdoa bersama.

Meskipun diutus pergi berdua-dua tetapi mereka diminta untuk tidak membawa bekal atau kasut dalam perjalanan. Mereka diminta sungguh mengandalkan Tuhan yang mengutus dan dengan penuh iman akan mendapatkan kasih dari mereka yang menerima warta gembira yang dibawa para utusan. Mereka diminta masuk ke sebuah rumah dan memberi salam; menyampaikan pesan damai sejahtera. “Damai sejahtera bagi rumah ini”. Mereka diminta juga masuk ke kota-kota untuk menyampaikan berita sukacita: Kerajaan Allah sudah dekat.

bekerja sama
Bekerja bersama sebagai utusan

Saudaraku, bacaan pertama memberi gambaran atas sukacita orang-orang Israel yang menerima sabda Tuhan. Mereka sungguh mengalami Kehadiran Kerajaan Allah dengan penuh kegembiraan, berkat karya dan pelayanan Ezra dan Nehemia.

Bacaan hari ini mengajak kita bermenung atas perutusan kita masing-masing sebagai orang percaya. Kita semua juga diutus Tuhan untuk menjadi pewarta sukacita Kerajaan Allah. Ingatlah untuk tidak mengandalkan diri sendiri, bekerja sendiri, atur sendiri, atau bahkan menjadikan diri kita sebagai pusat. Yesus selalu memberi kita teman untuk berkarya, karena karya perutusan bukan milik kita sendiri. Mari berbagi sukacita Kerajaan Allah dengan membangun persekutuan dan kebersamaan dengan sesama. Amin.(Po’)

Pst. Steven Lalu.

Beri Komentar

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda di sini