Selasa 15 Oktober 2024
(Gal.4:31b-5:6; Luk.11:37-41); Peringatan Sta. Theresia dari Yesus, Perawan dan Pujangga Gereja
Ada ungkapan yang mengatakan, “Kebersihan itu adalah bagian dari iman.” Bersih dalam arti luar atau pun ke dalaman diri. Bisa saja ia sangat bersih secara fisik, namun dalam hati dan perbuatan mungkin tidak mencerminkan kebersihan itu. Demikian juga sebaliknya. Namun dua hal itu harus berjalan selaras antara kebersihan diri dalam dan luar harus tetap seimbang.
Hari ini Yesus menegur orang-orang Farisi, yang mungkin diawali dengan sesuatu yang dilakukan Yesus di luar kebiasaan pada umumnya yakni mencuci tangan sebelum makan. Yesus dalam hal ini bukan mengabaikan kebersihan namun tindakan ini sebenarnya serentak mengingatkan kepada orang-orang Farisi tentang perbuatan dan tindakan mereka. Mereka kelihatan terhormat, dipuji banyak orang, namun tidak mencerminkan perbuatan yang mereka lakukan.
Yesus tampil merombak kebiasaan itu, yang terkadang tampil dari luaran saja kelihatan baik dan bagus namun mengabaikan yang hakiki dalam ke dalaman diri. Kedalaman diri yang dimaksud adalah sikap dan hati yang baik untuk berbuat kebaikan. Maka sikap peduli dan berbagi dengan tidak mementingkan diri sendiri menjadi sebuah keharusan sebagai perwujudan kebersihan hati dan diri. Yesus menegaskan, “Berikanlah isinya sebagai sedekah, dan semuanya akan menjadi bersih bagimu.”
Mari kita mewujudkan kebersihan hati dan diri kita sebagai wujud dari iman kita kepada Yesus. Mewujudkan dalam tindakan berbagi satu sama lain sebagai bentuk kepedulian satu sama lain. Tidak merampas apa yang menjadi hak orang lain melainkan mewujudkan kasih yang sungguh. (mD)
Ya Yesus, bersihkanlah hati kami agar dapat bertindak dalam kasih. Amin
