Sabtu 5 Oktober 2024
(Ayb.42:1-3.5-6.12-17; Luk.10:17-24); Pekan Biasa XXVI
Kesuksesan atas apa yang diharapkan pasti menumbuhkan kebanggaan dalam diri. Apalagi semua yang diusahakan melampaui dari apa yang diharapkan. Sudah pasti gembira dan bangga melingkupi. Demikian juga dengan para rasul hari ini yang merasa bangga atas kemampuan mereka atas apa yang bisa mereka kerjakan. Namun Yesus mengingatkan agar tetap setia tidak larut dalam kebanggaan, yang mungkin saja bisa mengarah pada kesombongan diri.
Yesus mengingatkan mereka bahwa kuasa itu bukanlah hal yang harus membuat mereka bermegah. Yang lebih penting adalah bahwa nama mereka tercatat di surga. Ini adalah pengingat bagi kita semua bahwa kuasa, prestasi, atau pencapaian duniawi bukanlah tujuan akhir kita. Yang paling utama adalah keselamatan kita dan persatuan dengan Allah di surga.
Yesus juga menegaskan bahwa kuasa yang diberikan kepada murid-murid-Nya datang dari Allah. Ia melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit, dan Dia telah memberikan kuasa kepada kita untuk mengatasi kekuatan-kekuatan jahat di dunia ini. Namun, Yesus mengajarkan bahwa keberhasilan melawan roh jahat tidak lebih penting daripada kasih karunia Allah yang kita terima. Sukacita sejati terletak pada pengenalan kita akan Allah dan kepastian bahwa kita adalah bagian dari kerajaan-Nya.
Yesus pun memuji Bapa-Nya karena menyatakan kebenaran kepada orang-orang kecil, bukan kepada mereka yang merasa bijak dan pandai. Pesan ini sangat relevan bagi kita, karena sering kali kesederhanaan hati lebih dihargai oleh Tuhan daripada kebijaksanaan duniawi. Mari kita bersyukur karena Tuhan berkenan menyatakan diri-Nya kepada kita, dan marilah kita memelihara iman yang rendah hati, setia, dan penuh harapan, agar kita layak melihat dan mendengar rahmat yang disediakan bagi kita di surga. (mD)
Ya Yesus, bimbinglah dan ajarilah kami untuk setia pada tugas perutusan kami. Amin
