BerandaRenunganRenungan Harian Katolik 7 Desember 2024: Pertobatan Sejati

Renungan Harian Katolik 7 Desember 2024: Pertobatan Sejati

Published on

spot_img

Sabtu 7 Desember 2024

(Yes.30:19-21.23-26; Mat.9:35-10:1,6-8); Peringatan St. Ambrosius, Uskup dan Pujangga Gereja

Mungkin kita pernah melihat orang yang dipandang sebelah mata karena masa lalu atau pekerjaannya. Mungkin di lingkungan kita ada seseorang yang dianggap “orang berdosa” karena tindakan tertentu. Tetapi, apakah kita pernah bertanya, apakah Tuhan melihat mereka sama seperti kita? Atau, lebih penting lagi, apakah kita sendiri berani melihat diri kita sebagai orang yang memerlukan kasih dan pengampunan Tuhan?

Bacaan Injil hari ini membawa kita kepada panggilan Yesus kepada Matius, seorang pemungut cukai. Pekerjaan sebagai pemungut cukai kala itu dipandang hina karena mereka dianggap bersekongkol dengan penjajah Romawi dan sering kali tidak jujur. Namun, Yesus tidak memandang Matius dengan prasangka seperti orang Farisi. Sebaliknya, Dia memanggil Matius untuk mengikuti-Nya. Respons Matius sungguh luar biasa: ia meninggalkan pekerjaannya dan berdiri untuk mengikut Yesus. Tindakan ini adalah wujud pertobatan sejati, meninggalkan kehidupan lama dan membuka diri untuk hidup baru bersama Tuhan.

Dalam masa Adven ini, kita dipanggil untuk melakukan hal yang sama. Adven adalah waktu penantian, tetapi juga waktu untuk bertobat. Yesus datang ke dunia bukan untuk menghukum, tetapi untuk memanggil kita yang berdosa agar kembali kepada-Nya. Seperti kata-Nya, “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit.” Tuhan ingin mengisi hidup kita dengan “anggur yang baru,” tetapi itu hanya mungkin jika kita membuka hati kita sebagai “kantong kulit yang baru,” siap menerima pembaruan dari-Nya.

Mari kita merenungkan: apa yang masih menghalangi kita untuk bertobat? Adakah kebiasaan, dosa, atau sikap hati yang membuat kita menjauh dari Tuhan? Dalam masa Adven ini, kita diajak untuk tidak hanya menantikan kedatangan Yesus secara lahiriah, tetapi juga mempersiapkan hati kita untuk menjadi tempat kediaman-Nya. Semoga kita, seperti Matius, mendengar panggilan Tuhan, meninggalkan hal-hal yang mengikat kita pada dosa, dan menjalani hidup baru bersama-Nya dengan penuh sukacita dan harapan. (mD)

Ya Yesus, arahkanlah hati kami pada pertobatan yang sejati. Amin

KONTEN POPULER

Latest articles

Australia’s Top Online Casino 2025

Being able to unveil the most magnificent electronic gambling sites in Australia's web-based...

Most Reliable Online Casino in Australia 2025

To discover the most robust virtual gambling sites in Australia's digital casino world...

Welke voordelen overtuigen Nederlanders om online te gokken?

Welke voordelen overtuigen Nederlanders om online te gokken? De belangstelling van digitale kansspelen...

Pin Up Casino – Azərbaycanda Onlayn Kazino – Rəsmi Giriş

Pin Up Casino - Azərbaycanda Onlayn Kazino - Rəsmi Giriş ...

More like this

Mengandalkan Rahmat Tuhan di Tengah Kelemahan, Pesan Pastor Jacob Adilang dalam Misa Pagi di Guaan

GUAAN, BOLTIM – Sebelum bertolak menuju Kota Manado usai mengikuti rangkaian Konferensi VIII dan...

Berdoalah dengan Hati, Bukan dengan Banyak Kata

"Karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu meminta kepada-Nya." (Matius 6:8) Dalam kehidupan...

Bacaan Injil dan Refleksi, 28 Maret 2026

Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria dan yang menyaksikan sendiri apa...