BerandaRenunganRenungan Harian Katolik 8 Desember 2024: Jalan Pertobatan

Renungan Harian Katolik 8 Desember 2024: Jalan Pertobatan

Published on

spot_img

Minggu 8 Desember 2024

(Bar.5:1-9; Flp.1:4-6,8-11; Luk.3:1-6)

Manusia senantiasa membutuhkan jalan. Jalan yang menghubungkan antar manusia dan antar tempat yang satu dengan yang lainnya. Kebutuhan akan jalan akan semakin terasa kalau jalan itu tiba-tiba terputus karena ditutupi tanah longsor atau dikikis banjir seperti yang sering dialami di daerah-daerah kita kalau musim hujan tiba. Itu jalan dalam arti fisik. Kita juga membutuhkan jalan dalam pengertian rohani atau moral. Jalan untuk keluar dari situasi kesulitan atau permasalahan. Bila kita terjebak dalam suatu permasalahan, betapa inginnya kita menemukan jalan keluarnya.

Dalam hubungan kita dengan Tuhan dan supaya Tuhan dapat datang, menjadi dekat dengan kita, manusia memerlukan jalan yang baik. Dalam Injil hari ini, Yohanes menyerukan kepada bangsanya supaya mereka menyediakan jalan bagi Tuhan. Yang bengkok supaya diluruskan dan yang berlekuk-lekuk supaya diratakan. Jalan itu terletak dalam hati manusia. Itu berarti kalau ada yang bengkok dan tidak rata di dalam hati kita, supaya itu diluruskan dan diratakan.

Singkatnya: Yohanes Pembaptis menyerukan Pertobatan kepada bangsanya. Supaya hati mereka jadi bersih. Lurus dan rata. Pesta kelahiran Yesus sebagai pesta Allah mengunjungi kita dalam diri Yesus tak lama lagi akan tiba. Bagaimana kita menyiapkan jalan bagi kedatangan Tuhan? Ya, persiapan fisik dan batin. Keadaan hati kita yang lekuk-lekuk oleh rupa-rupa kebencian, dendam, iri hati, rasa malas dan sombong supaya diratakan. Sehingga Tuhan datang melalui jalan yang lurus, mulus, toll yang terpateri dalam hati.

Bertobat tidak sama dengan menyesal. Banyak orang menyesal, tetapi tidak sampai pada pertobatan. Memang syarat bertobat adalah menyesal, tetapi orang harus menemukan haluan dan jalan yang baru. Bertobat berarti berani mengubah pola pikir dan tindakan. Berani menempatkan Allah yang hidup di dalam dirinya. Jalan kepada Tuhan dan sesama harus dibangun sedemikian lurus dan rata sehingga tidak ada jarak lagi antara kita dan Tuhan.

Masa Adven adalah masa istimewa yang disediakan untuk membarui dan memperdalam relasi dengan Allah. Suatu masa penantian, doa, pertobatan dan pengharapan akan sesuatu yang lebih baik. Suatu masa yang mengingatkan kita bahwa hidup kita selama ini terasing seperti dalam pembuangan karena dosa-dosa kita dan kita perlu kembali atau pulang ke rumah dan hati kita, agar Tuhan meraja dan membimbing hidup kita. Suatu masa kita mendengarkan dan meresapkan seali lagi seruan lantang dari Yohanes Pembaptis untuk menjadikan hidup kita siap untuk keselamatan yang datang dari Allah.

Dunia kita terus membutuhkan sosok Yohanes Pembaptis dan pesan lantangnya untuk membarui diri dan hidup kita. Seruannya tetap relevan untuk dewasa ini, yang sungguh membutuhkan suara yang berseru-seru secara lantang karena keselamatan dari Tuhan yang didorong oleh kemiskinan, ketidakadilan, perselisihan, konflik, perang, dsb. Maranatha, “Tuhan datanglah” adalah doa kita bersama selama masa Adven ini. (mD)

Ya Yesus, tuntunlah kami selalu pada jalan pertobatan. Amin

KONTEN POPULER

Latest articles

Paus Leo XIV Ajak Dunia Hentikan Perang dan Buka Jalan Dialog

VATIKAN – Paus Leo XIV menyampaikan keprihatinan mendalam atas situasi konflik yang terus memanas...

Pesan Paus Leo XIV untuk Hari Komunikasi Sosial Sedunia 2026: “Menjaga Suara dan Wajah Manusia”

VATIKAN – Pope Leo XIV menetapkan tema Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-60 tahun 2026...

Paus Leo XIV: Perdamaian Terwujud Ketika Manusia Bersatu dalam Kasih

Paus Leo menegaskan bahwa ancaman perang hanya dapat diatasi ketika manusia mampu bersatu dalam...

Paus Leo XIV Ajak Umat Berdoa untuk Perlucutan Senjata dan Perdamaian

Umat Katolik di seluruh dunia diajak untuk mendoakan perdamaian dan perlucutan senjata sebagai intensi...

More like this

Renungan 26 Februari 2026; Mengetok Pintu Kasih Allah

Masa Prapaskah adalah waktu rahmat ketika Gereja mengajak kita kembali kepada Allah dengan hati...

Renungan 25 Februari 2026; Jangan Menuntut Tanda, Tetapi Bertobatlah

Lukas 11:29-32 Dalam Injil hari ini, Yesus menegur orang banyak yang mengerumuni-Nya. Mereka menghendaki tanda—sesuatu...

Renungan 24 Februari 2026; Doa yang Memurnikan Hati

Masa Prapaskah adalah waktu rahmat, saat Gereja mengajak kita berhenti sejenak, masuk ke keheningan...