BerandaRenunganRenungan Harian, Senin 25 September: Perhatikan Caramu Mendengar

Renungan Harian, Senin 25 September: Perhatikan Caramu Mendengar

Published on

spot_img

Senin Pekan Biasa XXV

Bacaan 1 : Ezr 1:1-6
Mazmur : Mzm 126:1-6
Injil : Luk 8:16-18

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:

Sekali peristiwa Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya,”Tidak ada orang yang menyalakan pelita lalu menutupinya dengan tempayan atau menempatkannya di bawah tempat tidur; tetapi ia menempatkannya di atas kaki dian, supaya semua orang yang masuk ke dalam rumah dapat melihat cahayanya. Sebab tiada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tiada suatu rahasia yang tidak akan diketahui dan diumumkan. Karena itu perhatikanlah cara kalian mendengar. Karena barangsiapa sudah punya akan diberi, tetapi barangsiapa tidak punya, apa pun yang dianggap ada padanya akan diambil.” Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan: Perhatikan Caramu Mendengar

Kepada para murid Yesus bicara tentang pelita bernyala yang ditempatkan di atas kaki dian supaya mencahayai seluruh ruangan. Seberapa jauh kegelapan ruangan boleh diterangi, tergantung seberapa besar dan kuat nyala pelita dan posisi pelita ditempatkan; kalau nyala pelita besar dan tidak dihalangi oleh apapun karena ditempatkan di tempat yang tinggi pasti akan sungguh menjadi sumber cahaya yang sangat membantu.

Ungkapan Yesus kepada para murid tentang pelita bernyala adalah harapan supaya mereka dan kita semua menjadi pelita yang mencahayai orang lain; harapan agar kita menjadi terang yang menerangi orang lain. Menjadi tugas kita bersama untuk menjadikan diri kita terang dan dengan terang yang kita miliki, kemudian membawa pelita kita untuk membantu sesama menjadi terang, agar kita sama-sama boleh menjadikan, keluarga, komunitas kita hidup dalam terang yang sama.

Saudaraku, untuk menjadi terang yang menerangi, kita butuh sumber terang. Dunia boleh jadi terang karena ada matahari sang sumber terang. Kitapun butuh Yesus sang sumber terang. Bagaimana belajar menjadi terang kapada sang sumber terang? Yesus sendiri menegaskan: Perhatikan caramu mendengar!. Mendengar Yesus dengan benar adalah cara tepat agar kita memiliki terang dalam hati. Mendengar sabdaNya dan merenungkannya. Kadang kita tergoda mendengar sabda Yesus hanya yang ingin kita dengar. Mendengar Yesus berarti kita diam dalam penyerahan diri kepada Dia yang akan bersabda. Bukan justru memilih-milih sabda Tuhan yang ingin kita dengar.

Saudaraku, mari jadi terang dengan mendengar sabla Tuhan dengan benar! Ajakan ini juga sekaligus mengingatkan kita untuk saling mendengarkan satu sama lain. Tuhan memberi kita dua telinga satu mulut, supaya kita boleh lebih banyak mendengar daripada berbicara. Mari mendengar Tuhan, dengar hati nurani kita, dengar orang lain, terlebih dengarlah jerit tangis sesama yang menderita dan alam yang menangis karena dirusak.

Penulis: Pst. Steven Lalu, pr

KONTEN POPULER

Latest articles

Paus Leo XIV: Akademisi Gereja Diajak Menyelami Kedalaman Iman

VATIKAN – Pope Leo XIV mengajak para akademisi dan teolog Gereja untuk semakin menyelami...

Pastor Angki Runtu Ingatkan Hakekat Iman Kristiani

Pastor Paroki Bunda Teresa Calcutta Griya Paniki Indah, Fransiscus Antonio Runtu Pr., mengingatkan umat...

Paus Leo XIV: Perdamaian Tidak Dibangun dengan Ancaman dan Senjata Mematikan

VATIKAN – Pope Leo XIV menyerukan kepada para pemimpin dunia agar mengingat kembali tanggung...

Paus Leo XIV: Tanpa Relasi dengan Tuhan, Hidup Kehilangan Arah

Vatikan, 28 Februari 2026 – Paus Leo XIV menekankan bahwa hubungan hidup dengan Tuhan...

More like this

Renungan 26 Februari 2026; Mengetok Pintu Kasih Allah

Masa Prapaskah adalah waktu rahmat ketika Gereja mengajak kita kembali kepada Allah dengan hati...

Renungan 25 Februari 2026; Jangan Menuntut Tanda, Tetapi Bertobatlah

Lukas 11:29-32 Dalam Injil hari ini, Yesus menegur orang banyak yang mengerumuni-Nya. Mereka menghendaki tanda—sesuatu...

Renungan 24 Februari 2026; Doa yang Memurnikan Hati

Masa Prapaskah adalah waktu rahmat, saat Gereja mengajak kita berhenti sejenak, masuk ke keheningan...