Renungan Jumat, 1 Desember : Hiburan di “Akhir Zaman”

0
2243

Jumat, 01 Desember 2017

Pekan Biasa XXXIV

(Dan 7:2-14; Dan 3:75-81; Luk 21:29-33)

 

Bacaan Pertama: Dan 7:2-14; Seseorang serupa Anak Manusia datang bersama awan-gemawan.

Pembacaan dari Nubuat Daniel:

Aku, Daniel, mendapat suatu penglihatan pada waktu malam. Tampak keempat angin dari langit mengguncangkan laut besar. Lalu naiklah empat binatang besar dari dalam laut, yang satu berbeda dengan yang lain. Yang pertama rupanya seperti seekor singa dan mempunyai sayap burung rajawali.

Aku terus melihatnya sampai sayapnya tercabut dan ia terangkat dari tanah dan ditegakkan pada dua kaki seperti manusia, dan kepadanya diberikan hati manusia.

Dan tampak ada seekor binatang yang lain, yang kedua, rupanya seperti beruang. Ia berdiri pada sisinya yang sebelah, dan tiga tulang rusuk masih ada di dalam mulutnya di antara giginya. Kepadanya dikatakan demikian, ‘Ayo, makanlah daging banyak-banyak.’Kemudian aku melihat, tampak seekor binatang lain lagi, rupanya seperti macan tutul. Ada empat sayap burung pada punggungnya. Lagipula binatang itu berkepala empat, dan kepadanya diberikan kekuasaan.Kemudian aku melihat dalam penglihatan malam itu, tampak seekor binatang yang keempat, yang menakutkan dan mendahsyatkan, ia sangat kuat. Ia bergigi besar dari besi. ia melahap dan meremukkan mangsanya, dan sisanya diinjak-injaknya dengan kakinya. ia berbeda dengan segala binatang yang terdahulu. lagipula ia bertanduk sepuluh.Sementara aku memperhatikan tanduk-tanduk itu, tumbuhlah di antaranya suatu tanduk lain yang kecil, sehingga tiga dari tanduk-tanduk yang dahulu tercabut. Pada tanduk itu tampak ada mata seperti mata manusia dan mulut yang menyombong.

Sementara aku terus melihat, takhta-takhta diletakkan, lalu duduklah Yang Lanjut Usianya. Pakaian-Nya putih seperti salju dan rambut-Nya bersih seperti bulu domba. Takhta-Nya dari nyala api, rodanya dari api yang berkobar-kobar. Suatu sungai api timbul dan mengalir dari hadapan-Nya. Beribu-ribu melayani Dia, dan beratus-ratus ribu berdiri di hadapan-Nya. Lalu duduklah Majelis Pengadilan dan dibukalah Kitab-kitab.Aku terus melihatnya, karena tanduk kecil binatang yang keempat itu mengucapkan kata-kata sombong. Aku terus melihatnya sampai binatang itu dibunuh. Bangkainya dibinasakan dan dilemparkan ke dalam api yang membakar.Juga kekuasaan binatang-binatang yang lain dicabut, dan jangka hidup mereka ditentukan sampai waktu dan saatnya.

Aku terus melihat dalam penglihatan waktu malam itu, tampak seorang serupa Anak Manusia datang dari langit bersama awan-gemawan. Ia menghadap Dia yang telah lanjut usia-Nya dan diantar ke hadapan-Nya.Kepada yang serupa Anak Manusia itu diserahkan  kekuasaan, kehormatan dan kuasa sebagai raja. Dan segala bangsa, suku dan bahasa mengabdi kepada-Nya. Kekuasaan-Nya kekal adanya dan kerajaan-Nya takkan binasa.

Demikianlah sabda Tuhan.

 

Mazmur T.: Dan 3:75-81

*Pujilah Tuhan, hai gunung-gemunung.

U: Pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

 

*Pujilah Tuhan, hai segala tumbuhan di bumi.

U: Pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

 

*Pujilah Tuhan, hai segenap mata air dan bukit.

U: Pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

 

*Pujilah Tuhan, hai lautan dan sungai.

U: Pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

 

*Pujilah Tuhan, hai raksasa lautan dan segala yang bergerak di air.

U: Pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

 

*Pujilah Tuhan, hai unggas di udara.

U: Pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

 

*Pujilah Tuhan, hai segala binatang buas dan ternak di bumi.

U: Pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

 

Bait Pengantar Injil: Luk 21:28; Angkatlah kepalamu, sebab penyelamatmu sudah dekat.

Bacaan Injil: Luk 21:29-33; Jika kalian melihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah bahwa Kerajaan Allah sudah dekat.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:

Pada waktu itu Yesus mengemukakan perumpamaan ini kepada murid-murid-Nya, “Perhatikanlah pohon ara atau pohon apa saja. Apabila kalian melihat pohon-pohon itu sudah bertunas, kalian tahu dengan sendirinya, bahwa musim panas sudah dekat.Demikian pula, jika kalian melihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah, bahwa Kerajaan Allah sudah dekat. Aku berkata kepadamu: Sungguh, angkatan ini takkan berlalu, sebelum semuanya terjadi. Langit dan bumi akan berlalu, tetapi sabda-Ku takkan berlalu.”

Demikianlah Injil Tuhan.

 

Renungan: Hiburan di “Akhir Zaman”

Beberapa waktu lalu saya  mengunjungi seseorang yang sakit di rumah sakit. Orang yang sakit itu tampak begitu lemah menanggung derita penyakitnya. Demikian juga keluarga yang dengan setia menjaga dan mendampingi dia. Lelah, letih dan suram, itulah yang tampak dari wajah mereka. Tambah lagi adanya ketidakpastian bahkan mungkin ketakutan yang membayangi pikiran dan perasaan mereka berhadapan dengan kenyataan yang sementara dihadapi. Akan tetapi keadaan berubah ketika mereka melihat saya membuka pintu ruang perawatan itu dan memandang dan menyapa mereka. Seketika air muka mereka tampak cerah kembali. Seolah ada harapan baru yang terbangkit dari dalam diri mereka. Setelah menyapa dan bercakap-cakap, saya pun mengajak mereka untuk berdoa dan kepada si sakit, saya terimakan Komuni Suci. Seusai ibadah singkat itu, tampaklah besarnya sukacita mereka. Seolah kelelahan, sakit, keraguan, dan ketakutan mereka sirna seketika. Saya pun bersyukur dalam hati, karena saya tahu itu terjadi bukan karena saya, tetapi karena Yesus yang hadir dalam Komuni Suci itulah yang menolong, menguatkan dan menghibur mereka yang sementara berada dalam situasi ketidakpastian dan bahkan ketakutan.

Yesus dalam Injil hari ini menyatakan juga penghiburan yang luar biasa bagi segenap orang beriman. Penghiburan ini disampaikan Yesus dalam konteks pengajaranNya tentang akhir zaman, yakni saat kedatangan Anak Manusia. Dalam ayat-ayat sebelumnya telah digambarkan, bahwa fenomena akhir zaman itu sangat menakutkan. Yesus tahu bahwa mereka yang mendengar pengajaran ini pun akan merasakan betapa dalamnya ketakutan itu. Karena itulah, Yesus mengemukakan penghiburan ini dengan maksud agar orang-orang beriman tidak tenggelam pada ketakutan dan ketidakpastian, melainkan dengan mengandalkan imannya, mereka berharap dan percaya bahwa Kerajaan Allah sudah dekat. Pertama, “perhatikanlah pohon ara atau pohon apa saja. Apabila kamu melihat pohon-pohon itu sudah bertunas, kamu tahu dengan sendirinya bahwa musim panas sudah dekat.” Saat pohon-pohon bertunas, itulah musim semi. Musim semi adalah harapan ketika musim dingin yang mencekam menakutkan berakhir. Yesus menghendaki agar setiap orang dengan aneka pergumulannya, janganlah tenggelam dalam ketakutan seperti orang yang tak berpengharapan di “musim dingin”. Percayalah, musim semi akan datang. Kedatangan musim semi harusnya semakin menguatkan harapan bahwa musim panas akan tiba juga. Saat musim panas tiba, setiap orang akan menikmati kebebasannya, demikian juga segala tumbuhan boleh mengalami pertumbuhan dan buah yang penuh. Yesus adalah “musim panas” yang dinanti. Dialah Sang Matahari sejati yang akan membebaskan setiap orang beriman dari ketakutan dan belenggu ketidakpastian. Kedua, akhir zaman memang menakutkan dan bahwa segala sesuatu yang ada sekarang akan berakhir, itulah kenyataannya. Tetapi Yesus, Sang Matahari sejati pasti akan datang menghadirkan kerajaanNya, yakni sabda-Nya sendiri, “musim panas” baru yang tidak akan berakhir. Yesus sendiri berkata: “langit dan bumi akan berlalu tetapi perkataanKu tidak akan berlalu”.

Kesedihan, keraguan, ketidakpastian bahkan ketakutan bisa saja dialami. Namun dengan keteguhan iman, pengharapan dan kasih maka niscaya Kristus Sang Matahari sejati akan datang dan menghibur dan membebaskan kita. Mari bangun pengharapan di hari baru ini, sambutlah Yesus di hatimu.

Penulis renungan
Pst.Andreas Rumayar, pr

 

Beri Komentar

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda di sini