Renungan Kamis, 14 Desember : To Make A Change

0
591

14 Desember 2017

Kamis Pekan Adven II

PW S. Yohanes dari Salib, Imam dan Pujangga Gereja

(Yes. 41:13-20; Mzm. 145:9,10-11,12-13ab; Mat. 11:11-15)

 

Bacaan Pertama: Yes 41:13-20; Yang menebus engkau ialah Yang Mahakuasa, Allah Israel.

Pembacaan dari Kitab Yesaya:

Aku ini Tuhan, Allahmu. Aku memegang tangan kananmu dan berkata kepadamu, “Janganlah takut, Akulah yang menolong engkau.”Janganlah takut, hai si cacing Yakub, hai si ulat Israel! Akulah yang menolong engkau, demikianlah sabda Tuhan; dan yang menebus engkau ialah Yang Mahakudus, Allah Israel.

Sesungguhnya, Aku membuat engkau menjadi papan pengirik yang tajam dan baru dengan gigi dua jajar. Engkau akan mengirik gunung-gunung dan menghancurkannya; bukit-bukit pun akan kaubuat seperti sekam. Engkau akan menampi mereka, lalu angin akan menerbangkan mereka, dan badai akan menyerakkan mereka. Tetapi engkau akan bersorak-sorak dalam Tuhan dan bermegah dalam Yang Mahakudus, Allah Israel.

Orang-orang sengsara dan orang-orang miskin sedang mencari air, tetapi tidak ada, lidah mereka kering kehausan. Tetapi Aku, Tuhan, akan menjawab mereka, dan sebagai Allah orang Israel, Aku tidak akan meninggalkan mereka. Aku akan membuat sungai-sungai memancar di atas bukit-bukit yang gundul, dan membuat mata air membual di tengah dataran. Aku akan membuat padang gurun menjadi telaga, dan memancarkan air dari tanah kering.

Aku akan menanam pohon aras di padang gurun, pohon penaga, pohon murad dan pohon minyak. Aku akan menumbuhkan pohon sanobar di padang belantara dan pohon berangan serta cemara di sampingnya, supaya semua orang melihat dan mengetahui, memperhatikan dan memahami, bahwa tangan Tuhanlah yang membuat semuanya itu, dan Yang Mahakudus, Allah Israel, yang menciptakannya.

Demikianlah sabda Tuhan.

 

Mazmur: Mzm 145:1.9-13b; Tuhan itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih setia-Nya.

  • Aku hendak mengagungkan Dikau, ya Allah, ya Rajaku, aku hendak memuji nama-Mu untuk selama-lamanya.Tuhan itu baik kepada semua orang, penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya.
  • Segala yang Kaujadikan itu akan bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, dan orang-orang yang Kaukasihi akan memuji Engkau.Mereka akan mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu, dan akan membicarakan keperkasaan-Mu.
  • Untuk memberitahukan keperkasaan-Mu kepada anak-anak manusia, dan memaklumkan kerajaan-Mu yang semarak mulia, Kerajaan-Mu ialah kerajaan abadi, pemerintahan-Mu lestari melalui segala keturunan.

 

Bait Pengantar Injil: Yes 45:8; Hai langit, turunkanlah embunmu, hai awan, hujankanlah keadilan. Hai bumi, bukalah dirimu, dan tumbuhkanlah keselamatan.

 

Bacaan Injil: Mat 11:11-15; Tak pernah tampil seorang yang lebih besar daripada Yohanes Pembaptis.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:

Pada suatu hari Yesus berkata kepada orang banyak, “Aku berkata kepadamu, Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar daripada Yohanes Pembaptis. Namun yang terkecil dalam Kerajaan Surga lebih besar dari padanya. Sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang, Kerajaan Surga dirongrong, dan orang yang merongrongnya mencoba menguasainya. Sebab semua kitab para nabi dan kitab Taurat, bernubuat hingga tampilnya Yohanes. Dan jika kalian mau menerimanya, Yohanes itulah Elia yang akan datang itu. Barangsiapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!”

Demikianlah Injil Tuhan.

 

Renungan: “To Make A Change”

Hari ini kita berjumpa dengan Dua Santo Yohanes dan Seorang Ahok. Pertama, Santo Yohanes Pembaptis yang kita dengar dalam injil dan menjadi tokoh penting dalam permenungan tentang Masa Adven. Kedua, Santo Yohanes dari Salib yang kita peringati pada hari ini. Ketiga, Ahok, mantan Gubernur DKI Jakarta. Hari ini kita hendak melihat hidup mereka sebagai inspirasi kita untuk merenungkan masa Adven, secara liturgis maupun secara eksistensial dan melihat diri kita sebagai orang terpanggil bahkan yang siap untuk diutus.

Mereka memang hidup di zaman berbeda. Yohanes hidup dalam zaman degradasi iman dan moral keyahudian, khususnya para pejabat Gereja. Yohanes Pembaptis menyiapkan umat Israel menyambut kedatangan Sang Mesias. Yohanes adalah utusan Allah yang mendahului Yesus. Yesus sendiri mengatakan: “Di antara mereka yang dilahirkan oleh wanita tidak pernah tampil seorang yang lebih besar daripada  Yohanes Pembabtis.” (Mat 11:11) Yohanes muncul sebagai seorang pengkotbah di tepi sungai Yordan dengan pesan yang mendesak:  “Bertobatlah, sebab Kerajaan Allah sudah dekat!” (Mat 3:2) Yohanes bahkan harus dipenjarakan karena mengecam pernikahan raja Herodes Antipas dengan Herodias, istri saudara sepupunya. Dari dalam penjara Yohanes mengikuti gerakan Yesus melalui murid-muridnya yang dengan setia mengunjunginya. Yohanes akhirnya dipenggal Herodes Antipas akibat akal busuk dari Herodias dan puterinya Salome.

Sedangkan Yohanes dari Salib hidup di zaman kemerosotan iman dan moral dalam dalam Gereja, khususnya para biarawan dan bahkan klerus pejabat Gereja. Ia lahir pada tahun 1542 di Fontiveros, sebuah kota kecil di daerah Castilia, Spanyol pada Hari Raya Kelahiran Santo Yohanes Pembaptis. Itu berarti di zaman sesudah reformasi protestantisme. Bersama dengan Teresa dari Yesus berjuang dalam pembaharuan serikat Karmel supaya senantiasa kembali ke dalam semangat askese sejati sebagai sebuah tanda keseriusan dalam mengikuti Panggilan Tuhan. Karena tuntutan yang keras dan pembaharuan itu ia sempat dipenjara dan diasingkan, namun justru disitulah ia mengalami pengalaman mistis yang disebutnya pengalaman malam gelap (en una noche oscura), dimana orang bisa mengubah kesepian menjadi keheningan, agar orang semakin dekat dengan Tuhan. Sebuah masa dimana manusia sebagai yang berharga di mata Allah, Allah secara aktif mengambil peranan memurnikan jiwa dari segala egoisme atau kelekatannya yang tidak teratur kepada hal-hal yang bukan Allah. Manusia sebagai Citra Allah yang berharga seperti emas perlu dibakar oleh “nyala api” Roh Kudus supaya semakin dimurnikan.

Pekan ini kita mendengar Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama masuk daftar bergengsi “Top Global Thinkers 2017” versi majalah ternama Foreign Policy. Memang kalau emas yang murni selalu berharga, karena emas kendati diletakkan di Kandang yang hina dia selalu menjadi emas yang berharga, mahal dan menampakkan kilauan yang indah. Hidup Sang Ahok telah memberi inspirasi to make a difference di dalam situasi bangsa dan Negara kita yang tidak stabil saat ini.

Kendati hidup di zaman yang berbeda, namun demikian mereka telah menunjukkan hal yang sama, yaitu pembaharuan hidup di dalam Tuhan. Pembaharuan yang boleh jadi ketika kita membiarkan diri dituntun oleh Allah. Bukan hanya Let it go seperti yang dinyanyikan oleh idina Menzel dan Demi Lovato tetapi Let it God seperti yang ditunjukkan oleh Yohanes Pembaptis dan Yohanes dari Salib, bahkan Ahok sendiri. Hal itu boleh jadi karena mereka telah mengalami perjumpaan mistis sehinga sungguh mengalami apa yang katakan oleh Yesaya dalam Bacaan Pertama, Aku ini, TUHAN, Allahmu, memegang tangan kananmu dan berkata kepadamu: Janganlah takut, Akulah yang menolong engkau. Sebagai manusia biasa saya yakin mereka memang bukan sosok yang sungguh sempurna, tetapi mereka adalah sosok limited edition karena hidup mereka telah mendatangkan perubahan yang baik dan benar untuk hidup manusia. Hidup mereka menjadi Injil yang hidup.

Penulis Renungan
Pst. Dismas Valens Salettia, pr

Beri Komentar

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda di sini