BerandaKatekeseRenungan: Kasih yang Sesungguhnya Dimulai dari Keluarga

Renungan: Kasih yang Sesungguhnya Dimulai dari Keluarga

Published on

spot_img
file 00000000d00c622fa9b84ce9ebb4c894 1

Kasih adalah inti dari kehidupan manusia. Namun, sering kali kita mencari kasih di luar diri kita—pada sahabat, pasangan, bahkan pada pencapaian dan pengakuan dari dunia. Padahal, kasih yang sejati, yang murni dan tulus, sesungguhnya berakar dari tempat yang paling dekat: keluarga.

Keluarga adalah sekolah pertama tempat kita belajar mengasihi dan dikasihi. Di sanalah kita pertama kali mengenal pelukan hangat seorang ibu, teguran lembut seorang ayah, dan tawa ceria bersama saudara. Dari keluarga, kita belajar bahwa kasih bukan hanya tentang perasaan, tetapi tindakan nyata: memberi, memaafkan, menerima, dan bertahan.

Namun, tak semua keluarga sempurna. Ada luka, ada kecewa. Tapi justru di situlah makna kasih diuji. Kasih yang sesungguhnya tidak mencari yang ideal, tetapi bersedia hadir dan bertumbuh dalam kenyataan yang tidak sempurna. Ketika kita memilih untuk tetap mengasihi di tengah kekurangan, di situlah kasih sejati menemukan maknanya.

Renungkanlah: Sudahkah kita menjadi sumber kasih bagi keluarga kita? Sudahkah kita mengampuni kesalahan mereka, sebagaimana kita pun ingin diampuni? Sudahkah kita hadir, mendengar, dan memberi waktu—bukan hanya materi?

Kasih yang sejati tidak harus dimulai dengan sesuatu yang besar. Ia tumbuh dari hal-hal kecil: perhatian, kata-kata yang membangun, atau sekadar menemani seseorang yang sedang merasa lelah. Dan ketika kasih itu tumbuh dalam keluarga, ia akan memancar ke luar—ke lingkungan, ke masyarakat, bahkan ke dunia.

Karena kasih yang sejati bukan hanya untuk dirasakan, tetapi untuk dibagikan. Dan tempat terbaik untuk memulainya adalah rumah kita sendiri.

kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.
— Kolose 3:14

KONTEN POPULER

Latest articles

Menteri Agama Serahkan KMA Kepanitiaan Pesparani Katolik Nasional IV kepada Panitia

Jakarta, 29 September 2026 — Menteri Agama Nasaruddin Umar secara resmi menyerahkan Keputusan Menteri...

Paroki Santo Yohanes Rasul Tahuna Ikuti Peningkatan Kapasitas Team Paroki Nusa Utara

PINELENG – Paroki Santo Yohanes Rasul Tahuna turut ambil bagian dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas...

Pemkab Banggai Laut Lepas Kontingen Pesparani Katolik ke-I Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2026

Banggai - Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai Laut secara resmi melepas Kontingen Pesta Paduan Suara...

Paroki Bunda Teresa – GPI Gelar Pelatihan Leadership hingga Pendidikan Seks Anak

Dalam rangka meningkatkan kapasitas kepemimpinan dan keterampilan komunikasi para pendamping serta penggerak pembinaan umat,...

More like this

Santo Tomas Rasul: Dari Pencari Bukti Menjadi Pewarta Injil

Setiap tanggal 3 Juli, Gereja merayakan Pesta Santo Tomas Rasul. Nama Santo Tomas sering...

Hati yang Lelah dan Kasih Tuhan yang Meneguhkan

Dalam kehidupan sehari-hari, setiap orang pasti pernah mengalami masa-masa yang sulit dan melelahkan. Berbagai...

Santo Efrem: Ketika Kata-Kata Menjadi Doa dan Lagu Menjadi Katekese

Ketika mendengar nama Santo Efrem, banyak orang mengenalnya sebagai Diakon, Bapa Gereja, dan pujangga...