Renungan Minggu 8 Oktober: Menghasilkan Buah

0
1900
anggur
Menghasilkan Buah Kerajaan Allah

Minggu Biasa XXVII

Bacaan 1 : Yes 5:1-7: Mazmur : Mzm 80:9.12.13-14.15-16.19-20; Bacaan 2 : Flp 4:6-9
Injil : Mat 21:33-43

Bacaan Pertama: Yes 5:1-7: Pembacaan dari Kitab Yesaya:

Aku hendak menyanyikan lagu tentang kekasihku, lagu kekasihku tentang kebun anggurnya: Kekasihmu mempunyai kebun anggur di lereng bukit yang subur.
Ia mencangkulnya dan membuang batu-batunya, dan menanaminya dengan pokok anggur pilihan; ia mendirikan sebuah menara jaga di tengah-tengahnya dan menggali lubang tempat memeras anggur; lalu dinantinya supaya kebun itu menghasilkan buah anggur yang baik, tetapi yang dihasilkannya ialah buah anggur yang asam.

Maka sekarang, hai penduduk Yerusalem dan orang Yehuda, adililah Aku dan kebun anggur-Ku itu. Apakah yang masih harus Kuperbuat untuk kebun anggur-Ku itu,
yang belum Kuperbuat kepadanya? Aku menanti supaya ia menghasilkan buah anggur yang baik, mengapa yang dihasilkannya hanya buah anggur yang asam? Maka sekarang, Aku mau memberitahukan kepadamu apa yang hendak Kulakukan kepada kebun anggur-Ku itu: Aku akan menebang pagar durinya, sehingga kebun itu dimakan habis. Aku akan melanda temboknya, sehingga kebun itu diinjak-injak; Aku akan membuatnya ditumbuhi semak-semak, tidak dirantingi dan tidak disiangi, sehingga tumbuhlah puteri malu dan rumput; Aku akan memerintahkan awan-awan, supaya jangan menurunkan hujan ke atasnya.

Kebun anggur Tuhan semesta alam itu ialah kaum Israel, dan orang Yehuda ialah tanam-tanaman kegemaran-Nya; dinantikan-Nya keadilan, tetapi hanya ada kelaliman, dinantikan-Nya kebenaran, tetapi hanya ada keonaran.

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur: Mzm 80:9.12.13-14.15-16.19-20
R:Yes 5:7a: Kebun anggur Tuhan ialah umat Israel.

*Telah Kauambil pohon anggur dari Mesir, Kauhalau bangsa-bangsa, lalu Kautanam pohon itu.Dijulurkannya ranting-rantingnya sampai ke laut, dan pucuk-pucuknya sampai ke sungai Efrat.

*Mengapa Engkau menggempur temboknya, sehingga ia dipetik oleh setiap orang yang lewat?Babi hutan menggerogotinya dan binatang-binatang di padang memakannya.

*Ya Allah semesta alam, kembalilah, pandanglah dari langit dan lihatlah!
Tengoklah pohon anggur ini,lindungilah batang yang ditanam oleh tangan kanan-Mu!

*maka kami tidak akan menyimpang dari pada-Mu; biarkanlah kami hidup, maka kami akan menyerukan nama-Mu.Ya Tuhan, Allah semesta alam, pulihkanlah kami, buatlah wajah-Mu bersinar, maka selamatlah kami.

kebab anggur
Menanam untuk Menghasilkan buah manis

Bacaan Kedua
Flp 4:6-9: Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Filipi:

Saudara-saudara, janganlah kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi dalam segala hal nyatakanlah keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Maka damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.

Jadi, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil,
semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, itulah yang harus kamu pikirkan.Dan apa yang telah kamu pelajari, apa yang telah kamu terima, apa yang telah kamu dengar,
dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu! Maka Allah, sumber damai sejahtera, akan menyertai kamu.

Demikianlah sabda Tuhan.

Bait Pengantar Injil
Yoh 15:16
Aku telah memilih kamu dari dunia,
supaya kamu pergi dan menghasilkan buah,
dan buahmu tetap, sabda Tuhan.

Bacaan Injil: Mat 21:33-43: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:

Sekali peristiwa berkatalah Yesus kepada imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi,
“Dengarkanlah perumpamaan ini. Adalah seorang tuan tanah membuka kebun anggur
dan menanam pagar di sekelilingnya. Ia menggali lubang tempat memeras anggur dan mendirikan menara jaga di dalam kebun itu. Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap, lalu berangkat ke negeri lain.

Ketika hampir tiba musim petik, ia menyuruh hamba-hambanya kepada penggarap-penggarap itu untuk menerima hasil yang menjadi bagiannya.Tetapi para penggarap menangkap hamba-hambanya itu: yang seorang mereka pukuli, yang lain mereka bunuh,
dan yang lain lagi mereka lempari dengan batu. Kemudian tuan itu menyuruh pula hamba-hamba yang lain, lebih banyak daripada yang pertama. Tetapi mereka pun diperlakukan sama seperti kawan-kawan mereka. Akhirnya tuan itu menyuruh anaknya kepada mereka, pikirnya, ‘Anakku pasti mereka segani.’

Tetapi ketika para penggarap melihat anak itu, mereka berkata seorang kepada yang lain,
‘Ia adalah ahli waris! Mari kita bunuh dia, supaya warisannya menjadi milik kita.’
Maka mereka menangkap dia, dan melemparkannya ke luar kebun anggur itu,
lalu membunuhnya. Maka apabila tuan kebun anggur itu datang,
apakah yang akan dilakukannya dengan penggarap-penggarap itu?”

Kata imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi kepada Yesus,
“Ia akan membinasakan orang-orang jahat itu, dan kebun anggur itu akan ia sewakan
kepada penggarap-penggarap lain, yang akan menyerahkan hasil kepadanya pada waktunya.” Kata Yesus kepada mereka, “Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci:
Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru?
Hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita.

Sebab itu, Aku berkata kepadamu, ‘Kerajaan Allah akan diambil dari padamu
dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu.”

Demikianlah Injil Tuhan.

buah anggur
Balas Kasih Tuhan: Hasilkan buah Manis!

RENUNGAN: Menghasilkan Buah

Setiap orang yang menanam pohon yang berbuah pasti menantikan hasilnya. Ia akan melakukan apa saja yang dibutuhkan supaya pohon itu menghasilkan banyak buah. Memilih benih terbaik, mencari lahan subur, memperhitungkan cahaya matahari, memupuk, dan merawatnya di masa pertumbuhan. Banyak waktu, tenaga dan dana diinvestasikan demi mendapatkan buah dari pohon itu. Betapa kecewanya kalau sesudah proses panjang dan usaha keras, ternyata pohon itu menghasilkan buah yang tidak baik atau bahkan tidak berbuah.

Dalam Injil hari ini, Yesus mengemukakan perumpamaan dari dunia pertanian tentang seorang tuan yang mengolah kebun anggur dan menyewakan kepada penggarap-penggarap. Rujukan Yesus dalam perumpaan ini adalah warta nabi Yesaya yang menjadi Bacaan Pertama Hari Minggu ini. Sebagaimana cara berpikir seorang Petani, Yesus mengarahkan perhatian orang pada Hasil yang diharapkan dari sebuah usaha menanam Pohon Anggur yaitu: Menghasilkan buah yang baik. Yesus menggambarkan bahwa si tuan yang empunya Kebun anggur mengalami “gagal panen”. Tetapi kegagalan yang terjadi bukan karena faktor alam atau faktor benih atau perawatan, tetapi justru faktor manusia yang tidak sudi menyerahkan hasil kepada yang empunya. Mereka bahkan mengklaim menjadi pemilik kebun anggur yang mereka sewa dengan membunuh utusan-utusan sang pemilik kebun anggur untuk mengambil hasil, bahkan mereka membunuh anak sang pemilik yang menjadi ahli waris kebun anggur.

Perumpamaan Yesus dalam Injil hari ini jelas merujuk kepada para pemimpin Yahudi dan ahli-ahli taurat yang tidak “menyerahkan” hasil kebun anggur yang “disewa” dengan menolak para nabi utusan Allah dan bahkan tidak menerima Yesus sendiri “Sang Putera pewaris kebun anggur”. Dengan sangat jelas Yesus menunjuk konsekwensi menolak menyerahkan hasil anggur dan mengklaim diri sebagai pemilik kebenaran. “Kerajaan Allah akan diambil daripadamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu”.

Warta Kitab Suci yang kita dengarkan hari ini menegaskan betapa Allah meminta kita Menghasilkan Buah sebagai orang beriman. Sebagaimana orang Israel sebagai kebun Anggur Tuhan, kitapun mendapatkan perhatian dan Kasih berlimpah dari Tuhan. Yesaya menulis: “ Apakah yang masih harus Kuperbuat untuk Kebun anggurKu itu, yang belum Kuperbuat kepadanya? Aku menanti supaya ia menghasilkan buah anggur yang baik”. Tuhan melakukan yang terbaik untuk kita “Pohon-pohon AnggurNya” dan mengharapkan buah manis dari kita.

buah
Berekaristi membuat kita menghasilkan buah

Paulus kepada jemaat di Filipi memberi kita petunjuk untuk boleh menjadi “pohon anggur yang berbuah manis”. Kekuatiran tentang apapun juga menghalangi kita menghasilkan buah. Karena itu Paulus menasehati kita untuk menyerahkan segala kekuatiran dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur, dengnan demikian damai sejahtera Allah yang melampaui segala akal akan memelihara hati dan pikiran kita dalam Kristus Yesus. Selain itu Paulus meminta kita untuk memusatkan perhatian dan pikiran pada apa yang benar, mulia, adil, suci, juga pada apa-apa yang manis, sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji agar kita menjadi “pohon anggur” yang menghasilkan buah yang manis. Selain itu Paulus meminta supaya orang-orang Filipi meneladani segala yang baik yang sudah ditunjukkan Paulus.

Mari kita menghasilkan buah dengan tidak mengklaim kebenaran sebagai milik kita sendiri; terbuka terhadap karya dan kebenaran ilahi, menyatukan hati dan budi dalam doa dan ucapan syukur, memikirkan apa-apa yang baik dan meneladani hal-hal baik yang sudah ditunjukkan orang lain kepada kita. Semoga demikian. Amin. Po’.

p.steven lalu, pr

buah
Kebangkitan Kristus inspirasi utama menghasilkan buah

Beri Komentar

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda di sini