Renungan Rabu, 18 Oktober: Damai Sejahtera Bagi Rumah ini

0
3035

Pesta S. Lukas, Pengarang Injil

Bacaan 1 : 2Tim 4:10-17a;Mazmur : Mzm 145:10-11.12-13b.17-18;Injil : Luk 10:1-9

Bacaan Pertama
2Tim 4:10-17a: Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Timotius:

Saudaraku terkasih,
Demas telah mencintai dunia ini dan meninggalkan aku. Ia telah berangkat ke Tesalonika. Kreskes telah pergi ke Galatia, sedang Titus ke Dalmatia. Hanya Lukas yang tinggal dengan aku. Jemputlah Markus dan bawalah ia ke mari, karena pelayanannya penting bagiku.Tikhikus telah kukirim ke Efesus. Jika engkau ke mari, bawalah juga jubah yang kutinggalkan di Troas di rumah Karpus dan juga kitab-kitabku, terutama perkamen itu.

Aleksander, tukang tembaga itu,
telah banyak berbuat kejahatan terhadap aku. Tuhan akan membalasnya menurut perbuatannya. Hendaklah engkau juga waspada terhadap dia, karena dia sangat menentang ajaran kita.Pada waktu pembelaanku yang pertama
tidak seorang pun yang membantu aku;
semuanya meninggalkan aku.
— Kiranya hal itu jangan ditanggungkan atas mereka — tetapi Tuhan telah mendampingi aku dan menguatkan aku, supaya dengan perantaraanku Injil diberitakan dengan sepenuhnya, dan semua orang bukan Yahudi mendengarkannya.

Demikianlah sabda Tuhan.

Lukas
Menulis berita damai

Mazmur
Mzm 145:10-11.12-13b.17-18
R:12: Para kudus-Mu, ya Tuhan, memaklumkan kerajaan-Mu yang semarak mulia.

*Segala yang Kaujadikan itu akan bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, dan orang-orang yang Kaukasihi akan memuji Engkau.Mereka akan mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu,
dan akan membicarakan keperkasaan-Mu.

*Mereka memberitahukan keperkasaan-Mu kepada anak-anak manusia, dan memaklumkan kerajaan-Mu yang semarak mulia. Kerajaan-Mu ialah kerajaan abadi,
pemerintahan-Mu lestari melalui segala keturunan.

*Tuhan itu adil dalam segala jalan-Nya
dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya. Tuhan dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya,
pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan.

Bait Pengantar Injil
Yoh 15:16
Bukan kamu yang memilih Aku,
tetapi Akulah yang memilih kamu.
Aku telah menetapkan kamu
supayar pergi dan menghasilkan buah,
dan buahmu itu tetap.

Bacaan Injil
Luk 10:1-9
Tuaian memang banyak, tetapi sedikitlah pekerjanya.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:

Pada suatu hari Tuhan menunjuk tujuh puluh murid, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya. Kata-Nya kepada mereka, “Tuaian memang banyak,
tetapi sedikitlah pekerjanya. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian,
supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.

Pergilah! Camkanlah, Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala. Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapa pun
selama dalam perjalanan.

Kalau kamu memasuki suatu rumah,
katakanlah lebih dahulu, ‘Damai sejahtera bagi rumah ini.’ Dan jika di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera,
maka salammu itu akan tinggal padanya.
Tetapi jika tidak, salammu itu akan kembali kepadamu. Tinggallah dalam rumah itu,
makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah. Jika kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu, dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ, dan katakanlah kepada mereka, “Kerajaan Allah sudah dekat padamu.'”

Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan: Damai Sejahtera bagi Rumah ini
Membawa damai, menciptakan damai, menyampaikan salam damai, mencari damai, mengusahakan damai, bahkan ada hari perdamaian sedunia adalah pelbagai ungkapan tentang damai. Aneka ekspresi yang menunjuk betapa damai itu kerinduan setiap manusia. Damai itu simbol kebahagiaan sejati, karena itu dicari, dibawa, diciptakan, disampaikan dan diusahakan terus-menerus.
Ketika mengutus murid-murid untuk pergi berdua-dua, Yesus berpesan supaya mereka juga menyampaikan salam damai sejahtera bagi rumah yang dikunjungi. Salam Damai sejahtera para murid ini sungguh istimewa dan berbeda. Yang membedakan itulah status dan identitas. Para murid adalah utusan-utusan, pembawa misi Yesus, jadi “Salam Damai” yang mereka bawa bukanlah salam damai yang melulu dari pribadinya tetapi dari Yesus. Dalam perutusan mereka tidak membawa dirinya sendiri tetapi membawa Dia yang mengutus mereka.
Para murid yang diutus, terlibat dalam sebuah “Karya Misi”: “Membawa Damai Kristus bagi sesama”. Damai itulah kalau boleh dikatakan bahasa lain dari Kerajaan Cinta Kasih Allah; Kerajaan Damai. Karena itu Yesus disebut sang maharaja kerajaan Damai.
Sebagai orang-orang yang diutus membawa damai, para murid pertama-tama belajar dari Yesus. Belajar dari Pribadi, sabda dan tindakanNya. Mereka memiliki pengalaman dalam kebersamaan. Yesus mengajar mereka untuk memahami dan menghayati damai sebelum diutus pergi mewartakannya. Dan yang terpenting para murid diminta untuk selalu fokus kepada “si pengutus”, mengandalkan “si pengutus” bukan mengandalkan diri sendiri, sehingga dilarang membawa ini itu dalam perjalanan, agar mereka justru tidak disibukkan dengan ini-itu dan lupa pada misi mereka.
Saudaraku, hari ini gereja merayakan Pesta Santo Lukas. Dia yang menulis Injil, berita sukacita, berita damai. Roh Kudus menggerakan Lukas untuk turut dalam karya misi membawa damai ke mana-mana dan dari pengalaman-pengalaman itu dia juga menulis berita dan cerita-cerita yang mendamaikan agar makin banyak orang yang membalas dengan penuh damai “Damai sejahtera bagi Rumah ini”. Salam yang sama disampaikan kepada “Rumah Hati” kita, “Damai sejahtera bagi Hati ini”. Mari membalas sapaan salam damai sejahtera ini bukan hanya dalam kata-kata tetapi dalam hidupp kita sehari-hari. Ingatlah Damai sejati akan kita alami ketika kita mampu terus-menerus fokus pada Tuhan, mengandalkanNya dan terlibat dalam Misi Penyebaran Damai Kristus. Po’.

pst. Steven Lalu, pr

Beri Komentar

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda di sini