Renungan Rabu, 29 November : Kesempatan Bersaksi

0
1841
saksi
Bersaksilah!

Rabu Pekan Biasa XXXIV

Bacaan 1 : Dan 5:1-6.13-14.16-17.23-28
Mazmur : T.Dan 3:62-67
Injil : Luk 21:12-19

Bacaan Pertama
Dan 5:1-6.13-14.16-17.23-28
Tampaklah jari-jari tangan manusia yang menulis pada dinding.

Pembacaan dari Nubuat Daniel:

Sekali peristiwa Raja Belsyazar mengadakan perjamuan besar
untuk para pembesarnya, seribu orang jumlahnya.
Di hadapan seribu orang itu raja minum-minum anggur.
Dalam kemabukan anggur,
Belsyazar menitahkan orang mengambil perkakas emas dan perak
yang telah dibawa oleh Nebukadnezar, ayahnya, dari dalam Bait Suci di Yerusalem.
Sebab Belsyazar dan para pembesarnya,
para isteri dan gundik mereka,
ingin minum dari perkakas itu.
Maka dibawalah perkakas emas dan perak,
yang dirampas dari dalam Bait Suci, Rumah Allah di Yerusalem.
lalu raja dan para pembesarnya, para isteri dan gundik mereka,
minum dari perkakas itu.
Mereka minum anggur dan memuji-muji para dewa
yang dari emas dan perak, tembaga, besi, kayu dan batu.

Pada waktu itu juga tampaklah jari-jari tangan manusia,
menulis pada kapur dinding istana raja, di depan kaki dian.
Raja sendiri melihat punggung tangan yang sedang menulis itu.
Maka raja menjadi pucat dan pikirannya menggelisahkan dia;
sendi-sendi pangkal pahanya menjadi lemas dan lututnya berantukan.
Lalu dibawalah Daniel menghadap raja.
Bertanyalah raja kepada Daniel,
“Engkaukah Daniel,
salah seorang buangan yang diangkut ayahku dari tanah Yehuda?
Telah kudengar bahwa engkau penuh dengan roh para dewa,
dan memiliki kecerahan akal budi dan hikmat yang luar biasa.
Akupun telah mendengar bahwa engkau dapat memberikan makna
dan dapat menguraikan kekusutan.
Oleh sebab itu jika engkau dapat membaca tulisan itu
dan dapat memberitahukan maknanya kepadaku,
maka kepadamu akan dikenakan pakaian dari kain ungu
dan pada lehermu akan dikalungkan rantai emas,
dan dalam kerajaan ini
engkau akan mempunyai kekuasaan sebagai orang ketiga.”

Kemudian Daniel menjawab raja,
“Tak usahlah Tuanku memberi hadiah;
berikanlah kepada orang lain saja!
Namun demikian, aku akan membaca tulisan itu bagi Tuanku
dan memberitahukan maknanya.
Tuanku telah menyombongkan diri terhadap Yang Berkuasa di ssurga:
perkakas dari Bait-Nya dibawa orang kepada Tuanku.
Lalu Tuanku dan para pembesar, para isteri dan para gundik Tuanku
telah minum anggur dari perkakas itu.
Tuanku telah memuji-muji para dewa dari perak dan emas,
dari tembaga, besi, kayu dan batu,
yang tidak dapat melihat atau mendengar ataupun mengetahui.
Tuanku tidak memuliakan Allah,
yang menggenggam nafas Tuanku
dan menentukan segala jalan Tuanku.
Sebab itu Ia memerintahkan punggung tangan itu,
dan dituliskanlah tulisan ini.

Beginilah tulisan itu, ‘Mené, mené, tekél ufarsin.’
Dan beginilah makna perkataan itu,
‘Mené’ artinya masa pemerintahan Tuanku dihitung oleh Allah dan telah diakhiri.
‘Tekél’artinya Tuanku telah ditimbang dengan neraca dan didapati terlalu ringan;
‘Urfasin,’ kerajaan Tuanku dipecah
dan diberikan kepada orang Media dan Persia.”

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur
T.Dan 3:62-67

*Pujilah Tuhan, hai matahari dan bulan.
U: Pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

*Pujilah Tuhan, hai segala bintang di langit.
U: Pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

*Pujilah Tuhan, hai segala hujan dan embun.
U: Pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

*Pujilah Tuhan, hai segala angin.
U: Pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

*Pujilah Tuhan, hai api dan panas terik.
U: Pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

*Pujilah Tuhan, hai hawa yang dingin dan kebekuan.
U: Pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Bait Pengantar Injil
Why 2:10C
Hendaklah engkau setia sampai mati, sabda Tuhan,
dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.

Bacaan Injil
Luk 21:12-19
Karena nama-Ku kalian akan dibenci semua orang.
Tetapi tidak sehelai pun rambut kepalamu akan hilang.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:

Pada waktu itu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,
“Akan datang harinya kalian akan ditangkap dan dianiaya.
Karena nama-Ku kalian akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat,
dimasukkan ke dalam penjara,
dan dihadapkan kepada raja-raja dan para penguasa.
Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi.
Sebab itu tetap teguhlah di dalam hatimu,
jangan kalian memikirkan lebih dahulu pembelaanmu.
Aku sendirilah yang akan memberi kalian kata-kata hikmat,
sehingga kalian tidak dapat ditentang atau dibantah lawan-lawanmu.

Dan kalian akan diserahkan juga oleh orangtuamu,
saudara-saudaramu, kaum keluargamu dan sahabat-sahabatmu,
dan beberapa orang di antaramu akan dibunuh;
karena nama-Ku kalian akan dibenci semua orang.

Tetapi tidak sehelai pun rambut kepalamu akan hilang.
Kalau kalian tetap bertahan, kalian akan memperoleh hidupmu.”

Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan: Kesempatan Bersaksi

Saudaraku, apakah anda senang disebut orang-orang beriman? Pasti! yah! Orang-orang ber-Tuhan? atau orang-orang yang melakukan kehendak Tuhan? Yakin, anda senang karena menggunakan gelar “Orang-orang percaya”, atau lebih spesifik berhubungan dengan identitas “Pengikut-pengikut Tuhan Yesus”. Luar biasa menyenangkan boleh dikenal sebagai orang-orang yang mempercayakan hidup kepada Tuhan.

Saudaraku, dalam kegembiraan dan suka cita menyandang predikat sebagai pengikut Tuhan Yesus, apakah kita menyadari sepenuh-penuhnya betapa identitas ini memiliki konsekwensi dan selalu akan berhadapan dengan tantangan, rintangan, godaan dan cobaan? hmm….ada yang sadar tapi tidak peduli, ada yang sadar dan cemas, ada yang kurang sadar dan tidak mau disadarkan, bahkan ada yang tidak peduli sama sekali.

Injil hari ini mengingatkan kita orang-orang beriman bahwa hidup sebagai orang percaya tidak berarti dihapuskan dari aneka persoalan, tantangan, rintangan, godaan dan cobaan. Yesus mengingatkan kita untuk siap berhadapan dengan aneka cobaan bahkan cemoohan karena kepercayaan kepada Tuhan. Kita diminta siap untuk ditertawakan orang misalnya karena rajin beribadah, rajin masuk gereja, aktif di wilayah rohani, aktif dalam pelayanan karitatif, bahkan rajin dalam menyebarkan nilai-nilai baik dalam hidup sehari-hari atau di media sosial.

Seraya mengingatkan pada tantangan yang pasti akan dihadapi setiap orang beriman, Yesus memberi kita tantangan: apakah kita bersedia menjadikan tantangan-tantangan itu sebagai kesempatan untuk bersaksi? “Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi”. Yah, kesempatan untuk menjadi pewarta tentang Yesus lewat keteguhan hati untuk setia pada iman dan setia untuk berjuang. Inilah kesempatan bagi kita untuk juga mengenal diri, seberapa besar iman dan keyakinan yang kita miliki. Apakah keyakinan hidup beragama dan nilai-nilai yang kita pegang sungguh-sungguh sudah menjadi “milik” kita atau masih sekedar apa yang pernah diwariskan orangtua, diajarkan para guru di sekolah atau dibagikan Para pemimpin agama dalam kotbah-kotbah atau pengajaran-pengajaran? Apakah kita sungguh mengenal Yesus secara pribadi? atau kita beriman hanya karena warisan orang tua, atau kita beriman hanya karena malu akan dikucilkan kalau diketahui “masih kurang beriman’?

saudaraku, Yesus tidak hanya menuntut kita setia begitu saja. Dia memberi kita keyakinan, kepastian dan jaminan: “jangan kalian memikirkan lebih dahulu pembelaanmu.
Aku sendirilah yang akan memberi kalian kata-kata hikmat, sehingga kalian tidak dapat ditentang atau dibantah lawan-lawanmu”. Bahkan garansi Tuhan Yesus sungguh diproklamasikan untuk kita: “tidak sehelai pun rambut kepalamu akan hilang.
Kalau kalian tetap bertahan, kalian akan memperoleh hidupmu”. Mari kita berjuang, bertahan, berkembang dalam iman, karena Tuhan menyertaimu”. Amin.

p.steven
P.Steven Lalu, pr

Beri Komentar

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda di sini