Renungan Sabtu, 14 Oktober: Maria Taat Mendengarkan dan Memelihara Firman

0
519
maria
Maria Taat mendengar Firman

PF S. Kalistus, Paus dan Martir; Sabtu Pekan Biasa XXVII

Bacaan 1 : Yl 3:12-21 Mazmur : Mzm 97:1-2.5-6.11-12 Injil : Luk 11:27-28

Bacaan Pertama: Yl 3:12-21

Pembacaan dari Nubuat Yoel: Hendaklah bangsa-bangsa bergerak dan maju ke lembah Yosafat, sebab di sana Aku akan duduk untuk menghakimi segala bangsa dari segenap penjuru. Ayunkanlah sabit, sebab sudah masak tuaian. Marilah, iriklah, sebab tempat anggur sudah penuh; tempat-tempat pemerasan sudah berkelimpahan. Sebab banyaklah kejahatan mereka!

Banyak orang, banyak orang di lembah penentuan! Ya, sudah dekatlah hari Tuhan di lembah penentuan! Matahari dan bulan menjadi gelap, dan bintang-bintang kehilangan cahayanya. Tuhan mengaum dari Sion, dari Yerusalem Ia memperdengarkan suara-Nya, dan langit serta bumi pun bergoncang. Tetapi Tuhan adalah tempat perlindungan bagi umat-Nya, dan benteng bagi orang Israel. “Maka kalian akan mengetahui bahwa Aku, Tuhan, adalah Allahmu, yang tinggal di Sion, gunung-Ku yang kudus. Dan Yerusalem akan menjadi kudus, dan orang-orang luar takkan melintasinya lagi. Pada waktu itu akan terjadi bahwa gunung-gunung akan meniriskan anggur baru, bukit-bukit akan mengalirkan susu, dan segala sungai Yehuda akan mengalirkan air; mata air akan terbit dari rumah Tuhan dan akan membasahi lembah Sitim. Mesir akan menjadi sunyi sepi, dan Edom akan menjadi padang gurun tandus, oleh sebab kekerasan terhadap keturunan Yehuda, oleh karena mereka telah menumpahkan darah orang yang tak bersalah di tanahnya. Tetapi Yehuda tetap didiami untuk selama-lamanya, dan Yerusalem turun-temurun. Aku akan membalas darah mereka yang belum Kubalas; Tuhan tetap diam di Sion.”

Demikianlah sabda Tuhan.

santo
Santo Kalistus

Mazmur 97:1-2.5-6.11-12: R:12a Bersukacitalah dalam Tuhan, hai orang benar.

*Tuhan adalah Raja! Biarlah bumi bersorak-sorai, biarlah banyak pulau bersukacita!

*Gunung-gunung luluh laksana lilin di hadapan Tuhan, di hadapan Tuhan semesta alam. Langit memberitakan keadilan-Nya dan segala bangsa melihat kemuliaan-Nya.

*Terang sudah terbit bagi orang benar, dan sukacita bagi orang-orang yang tulus hati. Bersukacitalah karena Tuhan, hai orang-orang benar, dan nyanyikanlah syukur bagi nama-Nya yang kudus.

Bait Pengantar Injil: Luk 11:28: Berbahagialah yang mendengarkan sabda Tuhan dan memeliharanya.

Bacaan Injil: Luk 11:27-28: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:

Pada suatu hari, Ketika Yesus sedang berbicara kepada orang banyak, berserulah seorang wanita dari antara orang banyak itu, dan berkata kepada Yesus, “Berbahagialah ibu yang telah mengandung dan menyusui Engkau!” Tetapi Yesus bersabda, “Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan sabda Allah dan memeliharanya.” Demikianlah Injil Tuhan.

Maria
Maria Mendengar dan Melaksanakan Firman Tuhan

Renungan : Maria Taat Mendengar dan Memelihara Firman

Ketika Yesus sedang berbicara, seorang perempuan sopntan berseru memuji bunda Yesus. Apa yang dikatakan oleh perempuan dalam injil yakni sebagai pujian terhadap ibunda Yesus. Mendengar itu seakan akan Yesus membantahnya. Tapi apakah benar demikian? Justru Yesus sangat menyanjung dan mencintai ibuNya. Hal ini tentu tak dapat diragukan lagi. Dan karena itu perkataan perempuan dalam injil sungguh merupakan pujian kepada sikap batin Bunda Maria. Dalam pewartaan Yesus, Maria menerima sabda-Nya, ketika Puteranya mengagungkan Kerajaan di atas pemikiran dan ikatan akan daging dan darah, dan Ia menyatakan bahagia mereka yang mendengar dan melakukan sabda Allah.

Oleh karena itu, dengan menjawab demikian Yesus tidak menolak pujian wanita yang berseru memuji Bunda-Nya. Ia menerima pujiannya tetapi kemudian menjelaskan lebih jauh alasan sejati kebahagiaan bunda Maria. Ia sungguh berbahagia bukan hanya karena mengandung Yesus tetapi justru dialah “murid” setia yang selalu mendengarkan Firman Tuhan dan melaksanakannya. Maria mengalami pelbagai pengalaman iman yang menunjuk betapa ia seorang Pendengar firman yang setia. Tuhan berfirman kepadanya lewat Malaekat Gabriel bahwa ia akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki yang harus diberi nama Yesus. Terhadap firman yang sebenarnya sulit dipahami dan penuh misteri, Maria mendengarkan dan melaksanakannya dengan penuh kesetiaan dan kepasrahan. Maria sungguh figur teladan dalam mendengarkan Firman Tuhan. Konsili Vatikan II menyatakan bahwa Maria menerapkan ketaatan itu dalam hidupnya, dengan tulus, dengan murah hati tanpa perhitungan, memenuhi setiap akibatnya, tanpa keriuhan, tidak digembar-gemborkan, tetapi secara tersembunyi, dan dalam keheningan pengorbanan setiap hari.

Ungkapan Yesus dalam Injil yang seolah tidak menerima pujian si perempuan yang memuji BundaNya, padahal sesungguhnya Yesuspun sedang memuji sang bunda karena Dia tahu betapa Maria sungguh ibu yang taat dan senantiasa mendengarkan firman Tuhan. Pujian serupa pernah dikatakan Yesus kepada Maria ketika ia dan sanak saudara datang menemui Yesus. Dan Yesus mengatakan ibuku dan saudara-saudaraku adalah mereka yang melakukan Sabda Allah.

Saudaraku, pujian akan terlontar tulus bagi kita dari banyak orang dan Yesus sendiri kalau kita mendengarkan SabdaNya dengan penuh perhatian, dipercaya dengan teguh, diwartakan tanpa henti dan dihidupi dengan tanpa lelah. Mari mendengarkan Sabda Tuhan, merenungkannya dan melaksanakannya dalam hidup sehari-hari.

Penulis Renungan
Pst.Melky Malingkas, pr

Beri Komentar

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda di sini