Renungan Selasa, 13 Februari 2018 : “Lupa Kalau Tuhan Sanggup”

0
257

Selasa, 13 Februari 2018

Hari Biasa, Pekan Biasa VI

Bacaan Pertama: Yak 1:12-18; Allah tidak mencobai siapa pun.

Pembacaan dari Surat Rasul Yakobus:

Saudara-saudara terkasih, berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan. Apabila tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada setiap orang yang mengasihi Dia. Apabila seseorang dicobai, janganlah ia berkata, “Pencobaan ini datang dari Allah.” Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapa pun. Tetapi setiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.

Saudara-saudara yang kukasihi, janganlah sesat! Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang. Pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran. Atas kehendak-Nya sendiri Ia telah menjadikan kita oleh sabda kebenaran, supaya pada tingkat yang tertentu kita menjadi anak sulung di antara semua ciptaan-Nya.

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur: Mzm 94:12-13a.14-15.18-19; Berbahagialah orang yang Kauhajar, ya Tuhan.

  • Berbahagialah orang yang Kauhajar, ya Tuhan, dan yang Kaudidik dalam Taurat-Mu, hatinya akan tenang di hari-hari malapetaka.

 

  • Sebab Tuhan tidak akan membuang umat-Nya, dan milik pusaka-Nya tidak akan Ia tinggalkan; sebab hukum akan kembali kepada keadilan, dan semua orang yang tulus hati akan mematuhi.

 

  • Ketika aku berpikir, “Kakiku goyang! kasih setia-Mu, ya Tuhan, Menopang aku. Apabila keprihatinanku makin bertambah, penghiburan-Mu menyenangkan jiwaku.

 

Bait Pengantar Injil; Yoh 14:23; Jika seorang mengasihi Aku, ia akan mentaati sabda-Ku. Bapa-Ku akan mengasihi dia, dan Kami akan datang kepadanya.

Bacaan Injil: Mrk 8:14-21; Awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus:

Pada suatu hari murid-murid Yesus lupa membawa roti. Hanya sebuah saja yang ada pada mereka dalam perahu. Lalu Yesus memperingatkan mereka, kata-Nya, “Berjaga-jagalah dan awaslah  terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes.” Maka mereka berpikir-pikir, dan seorang berkata kepada yang lain, “Itu dikatakan-Nya karena kita tidak mempunyai roti.” Ketika Yesus tahu, apa yang mereka perbincangkan, Ia berkata, “Mengapa kamu memperbincangkan soal tidak ada roti? Belum jugakah kalian memahami dan mengerti? Telah degilkah hatimu? Kalian mempunyai mata, tidakkah kalian melihat? Dan Kalian mempunyai telinga, tidakkah kalian mendengar?  Sudah lupakah kalian waktu Aku memecah-mecahkan lima roti untuk lima ribu orang itu, berapa bakul penuh potongan-potongan roti kamu kumpulkan?” Jawab mereka, “Dua belas bakul.”

“Dan pada waktu tujuh roti untuk empat ribu orang itu, berapa bakul penuh potongan-potongan roti kamu kumpulkan?” Jawab mereka, “Tujuh bakul.”Lalu kata Yesus kepada mereka, “Masihkah kalian belum mengerti?”

Demikianlah sabda Tuhan.

Renungan: “Lupa Kalau Tuhan Sanggup”

Para rasul merasa bersalah karena lupa membawa roti. Yang ada hanya satu roti saja. Karena itu ketika Yesus berbicara soal ragi orang Farisi dan ragi Herodes, mereka menyangka bahwa Yesus lagi menyinggung mereka. Padahal belum lama mereka telah menyaksikan mukjizat perbanyakan roti dan ikan. Seharusnya mereka langsung berpikir bahwa, bila Yesus pada waktu lalu sanggup memperbanyak roti untuk 4000 orang, demikian juga dengan hanya satu roti Yesus bisa memperbanyaknya sehingga cukup bagi mereka semua.

Hal yang sama terjadi di zaman Perjanjian Lama.

Mujizat Paskah di Mesir, dan penyeberangan Laut Merah, begitu cepat dilupakan orang Israel ketika mereka mengalami paceklik makanan dan minuman di padang gurun. Mereka lupa bahwa Tuhan sanggup mencukupi kebutuhan mereka.

Mari kita jangan lupa bahwa dalam perjalanan hidup kita di masa lalu, Tuhan telah menolong kita melewati berbagai peristiwa hidup yang berat. Saat ini juga Tuhan sementara menolong kita. Demikian juga kita percaya bahwa Tuhan sanggup menolong kita di hari esok. Kita tetap percaya dan berharap pada Tuhan. Jangan takut dan khawatir, Tuhan Yesus tetap menyertai kita. Amin.

P. Revi Tanod, pr

Beri Komentar

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda di sini