Renungan Selasa, 16 Januari 2018 : Mari mencari kebenaran, bukan kesalahan

0
285

Selasa, 16 Januari 2018

Hari Biasa, Pekan Biasa II

Bacaan Pertama: 1Sam 16:1-13; Samuel mengurapi Daud di tengah saudara-saudaranya, dan berkuasalah Roh Tuhan atas Daud.

Pembacaan dari Kitab Pertama Samuel:

Setelah raja Saul ditolak, Tuhan bersabda kepada Samuel, “Berapa lama lagi engkau berdukacita karena Saul? Bukankah ia telah Kutolak sebagai raja atas Israel? Isilah tabung tandukmu dengan minyak dan pergilah. Aku mengutus engkau kepada Isai, orang Betlehem itu, sebab di antara anak-anaknya telah Kupilih seorang raja bagi-Ku.”

Tetapi Samuel berkata, “Bagaimana mungkin aku pergi? Jika Saul mendengarnya, ia akan membunuh aku.Maka Tuhan bersabda, “Bawalah seekor lembu muda dan katakan: Aku datang untuk mempersembahkan korban kepada Tuhan. Kemudian undanglah Isai ke upacara pengorbanan itu, lalu Aku akan memberitahukan kepadamu apa yang harus kauperbuat. Urapilah bagi-Ku orang yang akan Kusebut kepadamu.”

Samuel berbuat seperti yang disabdakan Tuhan,dan tibalah ia di kota Betlehem. Para tua-tua di kota itu datang mendapatkannya dengan gemetar dan berkata: “Adakah kedatanganmu ini membawa selamat?”Jawab Samuel: “Ya, benar! Aku datang untuk mempersembahkan korban kepada Tuhan. Kuduskanlah dirimu, dan datanglah dengan daku ke upacara pengurbanan ini.” Kemudian Samuel menguduskan Isai dan anak-anaknya yang laki-laki dan mengundang mereka ke upacara pengorbanan itu.

Lalu mereka itu masuk.Ketika melihat Eliab, Samuel berpikir:”Sungguh, di hadapan Tuhan sekarang berdiri yang diurapi-Nya.” Tetapi bersabdalah Tuhan kepada Samuel, “Janganlah terpancang pada paras atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati.”

Lalu Isai memanggil Abinadab dan menyuruhnya lewat di depan Samuel. Tetapi Samuel berkata kepada Isai, “Dia ini tidak dipilih Allah!.” Kemudian Isai menyuruh Syama lewat, tetapi Samuel berkata, “Orang ini pun tidak dipilih Tuhan!”Demikianlah Isai menyuruh ketujuh anaknya lewat di depan Samuel, tetapi Samuel berkata kepada Isai, “Semuanya ini tidak dipilih Tuhan.”

Lalu Samuel berkata kepada Isai, “Inikah semua anakmu?” Jawab Isai, “Masih tinggal yang bungsu, tetapi ia sedang menggembalakan domba.” Kata Samuel kepada Isai, “Suruhlah memanggil dia, sebab kita tidak akan duduk makan, sebelum ia datang ke mari.”Kemudian disuruhnyalah menjemput dia. Kulitnya kemerah-merahan, matanya indah dan parasnya elok. Lalu Tuhan Bersabda, “Bangkitlah, urapilah dia, sebab inilah dia.” Samuel mengambil tabung tanduk yang berisi minyak itu dan mengurapi Daud di tengah saudara-saudaranya. Sejak hari itu dan seterusnya berkuasalah Roh Tuhan atas Daud. Lalu berangkatlah Samuel menuju Rama.

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur: Mzm 89:20.21-22.27-28;  Aku telah mendapat Daud, hamba-Ku.

  • Pernah Engkau berbicara dalam penglihatan kepada orang-orang yang Kaukasihi. Engkau berkata, “Telah Kutaruh mahkota di atas kepala seorang pahlawan, telah Kutinggikan seorang pilihan dari antara bangsa itu.

 

  • Aku telah mendapat Daud, hamba-Ku; Aku telah mengurapinya dengan minyak-Ku yang kudus, maka tangan-Ku tetap menyertai dia, bahkan lengan-Ku meneguhkan dia.

 

  • Dia pun akan berseru kepada-Ku, ‘Bapakulah Engkau, Allahku dan gunung batu keselamatanku.’ Aku pun akan mengangkat dia menjadi anak sulung, menjadi Yang Tertinggi di antara raja-raja bumi.

 

Bait Pengantar Injil: Ef 1:17-18; Bapa Tuhan kita Yesus Kristus akan menerangi mata budi kIta, agar kita mengenal harapan panggilan kita.

 

Bacaan Injil: Mrk 2:23-28; Hari Sabat diadakan untuk manusia, dan bukan manusia untuk hari Sabat.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus:

Pada suatu hari Sabat, Yesus berjalan di ladang gandum, dan sementara berjalan murid-murid-Nya memetik bulir gandum.Maka kata orang-orang Farisi kepada Yesus, “Lihat!  Mengapa mereka berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?”Jawab Yesus kepada mereka, “Belum pernahkah kamu baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan para pengiringnya kekurangan dan kelaparan? Tidakkah ia masuk ke dalam Rumah Allah waktu Abyatar menjabat sebagai Imam Agung lalu makan roti sajian- yang tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam – dan memberikannya juga kepada pengikut-pengikutnya?” Lalu kata Yesus kepada mereka, “Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat,jadi Anak Manusia adalah Tuhan, juga atas hari Sabat.”

Demikianlah Injil Tuhan.

Mari mencari kebenaran, bukan kesalahan

Inspirasi renungan ini diambil dari Mrk 2:23-28 yang bercerita tentang perselisihan Orang Farisi dengan Yesus, karena murid-murid Yesus memetik gandum pada hari Sabat. Kita tahu bahwa orang Yahudi dilarang bekerja pada hari Sabat. Memetik gandum itu sama dengan menuai panenan gandum. Jadi sama dengan bekerja, dan itu dilarang.

Maka terjadilah perselisihan antara orang Farisi dan Yesus. Orang Farisi selalu menganggap diri pemegang tradisi dan kelompok yang paling benar. Hanya Yesus yang berani menegur mereka. Karena itu mereka sangat membenci Yesus dan mencari-cari kesalahanNya untuk menghukum Dia.

Marilah kita berusaha untuk mencari kebenaran dan bukannya kesalahan orang lain, demi membenarkan diri sendiri. Apalagi kalau sampai membenci orang lain sedemikian rupa sehingga seakan tidak ada hal yang baik dan benar dalam diri orang itu. Lalu kita merasa senang bila dia kedapatan berbuat salah.

Tentu tidak semua orang Farisi membenci Yesus. Ada seorang Farisi bernama Nikodemus yang suatu malam bertemu Yesus secara pribadi untuk bertanya jawab, berdialog mencari kebenaran.  Semoga kita pun mau melepas prasangka serta sikap antipati, dan mencari tahu apa yang benar dan terbuka untuk mengubah pandangan kita.

“Ya Yesus, bantu kami untuk tidak berburuk sangka. Ampunilah kami bila terlanjur melakukannya. Semoga hati kami selalu damai dan penuh pengampunan. Engkaulah Tuhan kami, kini dan sepanjang masa. Amin

penulis renungan
Pst. Revi Tanod, pr

Dengarkan versi audio dari renungan harian ini di website Radio Montini pada link gambar berikut ini:

 

 

 

Beri Komentar

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda di sini