Renungan, Selasa 24 Oktober: “Men Sana Corpus Sini”

0
1944
berdoa
Terus berjaga dan berdoa

Bacaan Liturgi 24 Okt 2017 ; PF S. Antonius Maria Claret, Uskup
Selasa Pekan Biasa XXIX; Bacaan 1 : Rom 5:12.15b.17-19.20b-21; Mazmur : Mzm 40:7-10.17; Injil : Luk 12:35-38

Bacaan Pertama: Rom 5:12.15b.17-19.20b-21
Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma:

Saudara-saudara, dosa telah masuk ke dunia lantaran satu orang, dan karena dosa itu juga maut. Demikianlah maut telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa. Jika karena pelanggaran satu orang semua orang jatuh ke dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi kasih karunia dan anugerah Allah, yang dilimpahkan-Nya atas semua orang lantaran satu orang, yaitu Yesus Kristus.

Sebab jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa maka lebih benar lagi yang terjadi atas mereka yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran; mereka akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus. Sebab itu sebagaimana oleh satu pelanggaran semua orang mendapat penghukuman, demikian pula oleh satu perbuatan kebenaran semua orang mendapat pembenaran untuk hidup. Jadi sebagaimana oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua menjadi orang benar.

Di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia berlimpah-limpah. Jadi sebagaimana dosa berkuasa dalam alam maut, demikianlah pula kasih karunia akan berkuasa karena Tuhan kita Yesus Kristus membenarkan kita untuk hidup kekal.

Demikianlah sabda Tuhan.

doa
Jangan tertidur…

Mzm 40:7-10.17; R:8a.9a :Ya Tuhan, aku datang untuk melakukan kehendak-Mu.

*Kurban dan persembahan tidak Kauinginkan tetapi Engkau telah membuka telingaku;
kurban bakar dan kurban silih tidak Engkau tuntut. Lalu aku berkata: “Lihatlah Tuhan, aku datang!”

*”Dalam gulungan kitab ada tertulis tentang aku: aku senang melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada di dalam dadaku.”

*Aku mengabarkan keadilan di tengah jemaat yang besar, bibirku tidak kutahan terkatup; Engkau tahu itu, ya Tuhan.

*Biarlah bergembira dan bersukacita semua orang yang mencari Engkau;
biarlah mereka yang mencintai keselamatan dari pada-Mu tetap berkata: “Tuhan itu besar!”

Bait Pengantar Injil: Luk 21:36: Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, agar kalian tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.

Bacaan Injil: Luk 12:35-38
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala. Hendaklah kalian seperti orang yang menanti-nantikan tuannya pulang dari pesta nikah, supaya jika tuannya datang dan mengetuk pintu,
segera dapat dibukakan pintu.

Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya sedang berjaga ketika ia datang.
Aku berkata kepadamu, Sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilahkan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka.
Dan apabila ia datang pada tengah malam atau pada dinihari, dan mendapati mereka berlaku demikian, maka berbahagialah para hamba itu.”

Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan: Men Sana Corpus Sini.

Ungkapan ini adalah pelesetan dari pepatah Latin “Men sana in corpore sano” (Jiwa yang sehat dalam tubuh yang sehat). Men sana corpus sini, adalah kombinasi bahasa Latin dan Indonesia : Men (jiwa/pikiran) di sana, Corpus (tubuh) di sini..😀  Ungkapan ini ditujukan bagi mereka yang tubuhnya di sini, tapi pikirannya sudah melayang entah ke mana alias melamun, menghayal atau malah tidur. Bagaimana mau konsentrasi atau fokus, bila kebiasaan orang seperti ini.

Hal ini banyak kali terjadi entah dalam ruang kelas, ataupun dalam gereja. Badan dalam kelas atau di dalam gereja, tapi pikiran sudah di luar. Entah di mall atau berbagai tempat lain yang menyenangkan…. Begitulah kita manusia, cenderung mengikuti pikiran yang menyenangkan dan sulit menerima kenyataan mengenai situasi atau suasana saat ini yang sementara dihadapi. Ditambah dengan kebiasaan ber-medsos, maka lengkaplah sudah kesulitan kita untuk mengatasi diri sendiri dari “berada di sini dan sekarang ini”.

doa
Waspada, berjaga dan berdoa

Ada orang bijak yg berkata: jika engkau ingin bahagia, maka berbahagialah sekarang dan di sini. Barangkali banyak yg tidak bisa berbahagia karena jiwanya tidak ada di sini. Ia berada di masa lalu, atau sudah bermimpi jauh ke masa depan.
Duh, kenapa teman-teman lagi asik bermain, saya disuruh belajar. Mereka lagi asik jalan-jalan, saya harus jaga rumah dan tidak diijinkan cuti…dan seterusnya.

Oleh karena itulah, nasehat Yesus bagi kita untuk berjaga-jaga, waspada, siap sedia, kiranya menjadi suatu keutamaan Kristiani yang perlu kita latih terus.
Waspada membuat kita berada pada alam sadar (awareness), pikiran, hati dan jiwa menyatu dalam tubuh, menjadi satu dan dengan demikian kita berada dalam kondisi siap siaga dan siap sedia: sekarang dan di sini. Dalam bahasa Latin disebut: hic et nunc! Terkadang kita berada di rumah, tapi pikiran dan hati kita sudah berada di luar rumah. Bersama dengan teman2, bersama dengan orang lain, tanpa kita sadari kita ada di rumah. Maka keluarga, komunitas merasa tidak diperhatikan tidak dipedulikan.

Mewaspadai semua ini, membuat kita peka terhadap tanggungjawab utama kita. Terhadap tugas dan pekerjaan yang harus kita selesaikan, dan tentu akan lebih semangat mengerjakannya. Apalagi kalau kita bekerja dengan motivasi yg tepat. Seperti nasehat Yesus, “hendaklah pelitamu tetap bernyala”. Maksudnya semangat kita tetap menyala. Semangat apa? Semangat utk melayani, untuk mencintai dan tentu semangat utk bekerja. Semangat itu, kita dapatkan dari cinta kita, untuk siapa kita melayani, mengabdi dan bekerja. Tentu pertama-tama untuk Tuhan dan untuk orang-orang yang kita cintai.

Di sekolah-sekolah Delasalle, ada suatu kebiasaan untuk membantu kita waspada, siap siaga, siap sedia dan berjaga-jaga. Doanya sederhana:
“Let us remember that we are in the holy presence of God” Mari kita sadari bahwa kita berada dalam hadirat Allah. Lalu dilanjutkan dengan Lasallian prayer, doa seorang Lasallian, “I will continue o my God, to do all my actions for the love of you”. Aku akan melanjutkan seluruh pekerjaan atau aktivitasku demi cintaku kepadaMu, Tuhan. Saudaraku yang terkasih, semoga kita didapati Tuhan, sedang berjaga, siap siaga dan siap sedia, melayani Tuhan dalam seuruh aktivitas kita. Amin.

penulis renungan
Pst. Revi Tanod, pr

Beri Komentar

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda di sini