Renungan Selasa, 28 Agustus 2018: “Seimbang”

0
310

Selasa, 28 Agustus 2018

Hari Biasa, Pekan Biasa XXI

PW S. Agustinus, Uskup dan Pujangga Gereja

 

Bacaan Pertama: 2Tes 2:1-3a.13b-17; Berpeganglah pada ajaran-ajaran yang telah kalian terima dari kami.

Pembacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada jemaat di Tesalonika:

Saudara-saudara, tentang kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus dan berkumpulnya kita dengan Dia, kami minta kepadamu, jangan lekas bingung dan gelisah, baik oleh ilham roh, maupun oleh kabar atau surat yang dikatakan berasal dari kami, seolah-olah hari Tuhan telah tiba. Hendaknya kalian Jangan sampai disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga.

Allah dari mulanya telah memilih kalian untuk diselamatkan dalam Roh yang menguduskan kalian dan dalam kebenaran yang kalian percayai. Untuk itulah Ia telah memanggil kalian lewat Injil yang kami wartakan, sehingga kalian dapat memperoleh kemuliaan Yesus Kristus, Tuhan kita.Sebab itu berdirilah teguh dan berpeganglah pada ajaran-ajaran yang kalian terima dari kami, baik secara lisan, maupun secara tertulis.

Semoga Tuhan kita Yesus Kristus, dan Allah, Bapa kita, menghibur dan memperkuat hatimu dalam segala karya dan tutur kata yang baik, sebab Allah mengasihi kita, Ia memberi kita hiburan dan harapan baik karena kasih karunia-Nya.

Demikanlah sabda Tuhan.

Mazmur: Mzm 96:10-13; Tuhan akan datang menghakimi dunia dengan adil.

  • Katakanlah di antara bangsa-bangsa: “Tuhan itu Raja! Dunia ditegakkan-Nya, tidak akan goyah.Ia akan mengadili bangsa-bangsa dalam kebenaran.”
  • Biarlah langit bersukacita dan bumi bersorak-sorai, biar gemuruhlah laut serta segala isinya; biarlah beria-ria padang dan segala yang ada di atasnya, dan segala pohon di hutan bersorak-sorai.
  • Biarlah mereka bersukacita di hadapan Tuhan, sebab Ia datang, sebab Ia datang untuk menghakimi bumi. Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan, dan bangsa-bangsa dengan kesetiaan-Nya.

Bait Pengantar Injil: Ibr 4:12; Sabda Allah itu hidup dan penuh daya, menguji segala pikiran dan maksud hati.

  Bacaan Injil: Mat 23:23-26; Yang satu harus dilakukan, tetapi yang lain jangan diabaikan.

inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:

Pada waktu itu Yesus bersabda,”Celakalah kalian, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kalian bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu keadilan, belas kasih dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan, tetapi yang lain jangan diabaikan. Hai kalian pemimpin-pemimpin buta, nyamuk kalian tepiskan dari minumanmu tetapi unta di dalamnya kalian telan.

Celakalah kalian, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kalian orang-orang munafik, sebab cawan dan pinggan kalian bersihkan sebelah luarnya, tetapi sebelah dalamnya penuh rampasan dan kerakusan. Hai orang-orang Farisi yang buta,  bersihkanlah dahulu sebelah dalam cawan itu, maka sebelah luarnya juga akan bersih.

Demikianlah sabda Tuhan.

Renungan: “Seimbang

“Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.”

Dalam Injil hari ini Yesus menegur para pemuka Israel, yang menekankan yang satu tapi mengabaikan yang lain. Yang mereka utamakan justru bukan yang utama, tapi mencari gampangnya saja.

Nasehat, bahkan teguran Yesus hari ini kiranya membantu kita untuk menjadi orang yang bijaksana. Bukan mengutamakan yang satu dan mengabaikan yang lain. Apalagi hanya memilih yang gampang, lalu menghindari yang sukar dan berat. Dengan kata lain, kita perlu menjaga keseimbangan dan harmoni dalam hidup.

Hidup yang seimbang sangat berarti bagi kedamaian hati, juga integritas diri. Itulah seimbang antara kata dan perbuatan, jasmani dan rohani, jiwa dan raga, dunia dan akhirat, Tuhan dan sesama, keadilan dan cintakasih, gereja dan bangsa, berdoa dan bekerja, aksi dan refleksi, hak dan kewajiban, urusan kantor dan rumah (keluarga), publik dan privat, serius dan santai, dan seterusnya. Kiranya Tuhan menganugerahkan roh kebijaksanaan dalam hati kita agar dapat menentukan mana yang utama atau prioritas tanpa mengabaikan hal-hal lain yang tetap perlu diusahakan agar seimbang dalam hidup. Amin.

P. Revi Tanod, pr

Dengarkan versi audio dari renungan harian ini di website Radio Montini pada link gambar berikut ini:

 

 

Beri Komentar

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda di sini