Renungan Selasa, 28 November: “Ecclesia Semper Reformanda et Purificanda”

0
1331

Selasa Pekan Biasa XXXIV

(Dan 2:31-45; Dan 3:57-61; Luk 21:5-11)

Bacaan Pertama: Dan 2:31-45; Allah akan mendirikan suatu kerajaan yang takkan binasa selama-lamanya, dan akan meremukkan segala kerajaan.

Pembacaan dari Nubuat Daniel:

Pada waktu itu Daniel berkata kepada Raja Nebukadnezar, “Ya raja, Tuanku melihat suatu penglihatan, yakni sebuah patung yang besar! Patung ini tinggi, berkilau-kilauan luar biasa, berdiri tegak di hadapan tuanku, dan tampak mendahsyatkan. Adapun patung itukepalanya dari emas tua, dada dan lengannya dari perak, perut dan pinggangnya dari tembaga,pahanya dari besi, sedang kaki serta jari-jarinya sebagian dari besi dan sebagian dari tanah liat.

Sementara Tuanku melihatnya, sebuah batu terungkit lepas tanpa perbuatan tangan manusia. Batu itu menimpa patung itu tepat pada kakinya yang dari besi dan tanah liat itu, sehingga remuk. Maka sekaligus diremukkan juga besi, tanah liat, tembaga, perak dan emas itu. Semuanya menjadi seperti sekam yang dihembus angin, di tempat pengirikan pada musim panas, sehingga tidak ada bekas-bekasnya lagi. Tetapi batu yang menimpa patung itu menjadi gunung besar yang memenuhi seluruh bumi.

Itulah mimpi Tuanku. Adapun maknanya akan kami jelaskan sekarang kepada Tuanku Raja. Ya Tuanku Raja, raja segala raja! Kepada Tuanku Allah semesta langit telah memberikan kerajaan, kekuasaan, kekuatan dan kemuliaan. Ke dalam tangan Tuanku telah diserahkan-Nya semua manusia, di mana pun mereka berada, juga binatang-binatang di padang dan burung-burung di udara. Tuanku telah diberinya kuasa atas semuanya itu. Maka Tuankulah kepala yang dari emas itu.

Tetapi sesudah Tuanku akan muncul suatu kerajaan lain, yang kurang besar dari kerajaan Tuanku; kemudian suatu kerajaan lagi, yakni yang ketiga, dari tembaga, yang akan berkuasa atas seluruh bumi. Sesudah itu akan ada kerajaan yang keempat, yang keras seperti besi, tepat seperti besi yang meremukkan dan menghancurkan segala sesuatu. Seperti besi yang menghancurluluhkan, maka kerajaan itu akan meremukkan dan menghancurluluhkan semuanya.

Dan seperti Tuanku lihat kaki dan jari-jarinya sebagian dari tanah liat tukang periuk dan sebagian lagi dari besi, itu berarti, bahwa kerajaan itu terbagi. Memang kerajaan itu juga keras seperti besi, sesuai dengan yang Tuanku lihat, besi itu bercampur dengan tanah liat. Sebagaimana kaki dan jari-jari kaki itu sebagian dari besi dan sebagian dari tanah liat, demikianlah kerajaan itu sebagian keras dan sebagian rapuh. Seperti Tuanku lihat besi bercampur dengan tanah liat, itu berarti: mereka akan bercampur karena perkawinan, tetapi tidak akan merupakan satu kesatuan, seperti besi tidak dapat bercampur dengan tanah liat.

Lalu pada zaman raja-raja itu, Allah semesta langit akan mendirikan suatu kerajaan yang takkan binasa selama-lamanya. Kekuasaannya takkan beralih lagi kepada bangsa lain. Kerajaan itu akan meremukkan segala kerajaan dan melenyapkannya, tetapi kerajaan itu sendiri akan tetap untuk selama-lamanya. Hal itu telah Tuanku lihat, yaitu bahwa tanpa perbuatan tangan manusia sebuah batu terungkit lepas dari gunung dan meremukkan besi, tembaga, tanah liat, perak serta emas. Allah yang maha besar telah memberitahukan kepada Tuanku Raja, apa yang akan terjadi di kemudian hari. Mimpi itu benar dan maknanya dapat dipercaya.”

Demikianlah sabda Tuhan.

 

Mazmur T: Dan 3:57-61

*Pujilah Tuhan, hai segala karya Tuhan.

U: Pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

 

*Pujilah Tuhan, hai segala malaikat Tuhan.

U: Pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

 

*Pujilah Tuhan, hai segenap langit.

U: Pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

 

*Pujilah Tuhan, hai segala air di atas langit.

U: Pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

 

*Pujilah Tuhan, segenap bala tentara Tuhan.

U: Pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

 

Bait Pengantar Injil: Why 2:10c: Hendaklah engkau setia sampai mati, sabda Tuhan, dan Aku akan mengurniakan kepadamu mahkota kehidupan.

Bacaan Injil: Luk 21:5-11; Tidak ada satu batu pun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain. Inilah

Injil Yesus Kristus menurut Lukas:

Ketika itu beberapa orang berbicara tentang Bait Allah dan mengagumi bangunan yang dihiasi dengan batu indah, dan berbagai macam barang persembahan.Tetapi Yesus berkata kepada mereka, “Akan tiba harinya segala yang kalian lihat di situ diruntuhkan, dan tidak akan ada satu batu pun dibiarkan terletak di atas batu yang lain.”

Lalu murid-murid bertanya, “Guru, bilamanakah hal itu akan terjadi? Dan apakah tandanya, kalau itu akan terjadi?”Jawab Yesus, “Waspadalah, jangan sampai kalian disesatkan. Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku, dan berkata, ‘Akulah Dia’ dan ‘Saatnya sudah dekat.’ Janganlah kalian mengikuti mereka. Dan bila kalian mendengar kabar tentang perang dan pemberontakan, janganlah kalian terkejut. Sebab semuanya itu harus terjadi dahulu, tetapi itu tidak berarti kesudahannya akan datang segera.”

Kemudian Yesus berkata kepada mereka, “Bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan. Akan terjadi gempa bumi yang dahsyat, dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan. Dan akan terjadi juga hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit.”

Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan: “Ecclesia semper Reformanda et Purificanda”

Apa yang dikatakan Yesus mengenai runtuhnya Bait Allah di Yerusalem, berlaku untuk segala bangsa dan segala peradaban. Tidak terkecuali bangsa-bangsa yang berasaskan keagamaan. Entah yang tertinggal adalah puing-puing masa lalu, entah yang tersisa adalah kenangan mengenai kejayaan suatu bangsa di masa lalu…..Apakah Gereja Katolik akan mengalami seperti itu? Jawabannya ya! Dengan catatan:

Apabila Gereja tidak peduli dengan semboyannya sendiri: ecclesia semper reformanda et purificanda: gereja senantiasa dibaharui dan dimurnikan. Pada abad ke 11, gereja terpecah menjadi gereja barat dan timur. 500 tahun yang lalu, di saat anjuran dan kritikan untuk pembaharuan tidak didengarkan, munculah gerakan reformasi yang dimotori oleh Marthin Luther di Jerman. Gereja kemudian pecah lagi menjadi Katolik dan Protestan. Syukurlah seruan untuk merangkul kemajuan dunia modern ketika memasuki abad 20, melahirkan Konsili Vatikan 2 dengan pelbagai pembaharuan di pelbagai bidang.

Tentu terus menjadi pergumulan gereja sebagai tanda hadirnya Kerajaan Allah, sejauh mana seruan Konsili Vatikan 2 sungguh telah dilaksanakan dalam karya-karya pelayanan Gereja….Oleh karena itu, seruan Yesus untuk kita terus berefleksi atas perkembangan zaman, berusaha untuk membaca tanda-tanda jaman, kiranya menjadi pengingat bagi kita agar terus waspada dan mengambil sikap yang tepat. Kurang lebih 100 tahun yang lalu, banyak sekali misionaris dari Eropa datang ke tanah-tanah misi, termasuk di Indonesia. Ada pastor, frater, bruder, suster.

Saat ini, hampir tidak ada lagi misionaris dari Eropa. Eropa yang menjadi basis kekristenan, dan sumber tenaga misionaris kini sangat kekurangan. Banyak gedung biara yang ditutup karena tidak ada penghuninya lagi. Eropa menjadi begitu sekular, sekularisme melanda dunia dan banyak orang yang meninggalkan iman kristianinya. Apakah 100 tahun kemudian, hal yang sama dapat terjadi di tanah misi? Jawabannya Ya! Apabila semboyan “ecclesia semper reformanda et purificanda” tidak dijalankan. Kita akan sama seperti orang-orang yang berdiri dengan penuh kagum memandang Bait Allah yang megah, lalu Yesus datang mengingatkan kita, bahwa kelak, apa yang saat ini kita banggakan akan runtuh…Perubahan, pertobatan, pembaharuan, bukanlah pilihan lagi melainkan sebuah keharusan. Semoga menjadi permenungan kita bersama untuk terus bereformasi, membaharui diri….

Datanglah ya Roh Kudus, penuhilah hati umatMu dan nyalakanlah di dalamnya api cintaMu. Utuslah RohMu maka segala sesuatu akan diciptakan lagi, dan Engkau akan membaharui muka bumi.

Amin.

 

penulis renungan
Pst. Revi Tanod, pr

Dengarkan versi audio dari renungan harian ini di website Radio Montini pada link gambar berikut ini:

 

Beri Komentar

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda di sini