Renungan Selasa, 29 Mei 2018: “Berapa Upah Mengikuti Yesus?”

0
364

Selasa, 29 Mei 2018

Hari Biasa, Pekan Biasa VIII

Bacaan Pertama: 1Ptr 1:10-16; Para nabi telah bernubuat tentang kasih karunia bagimu.  Sebab itu waspadalah, dan taruhlah harapanmu sepenuhnya pada kasih karunia itu.

Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Petrus:

Saudara-saudara terkasih, para nabi telah menyelidiki dan meneliti keselamatan kalian. Mereka telah bernubuat tentang kasih karunia yang diperuntukkan bagimu. Mereka telah meneliti pula saat yang bagaimana yang dimaksudkan oleh Roh Kristus, yang ada di dalam mereka. Roh itu sebelumnya memberi kesaksian tentang segala penderitaan yang akan menimpa Kristus dan tentang segala kemuliaan yang menyusul sesudahnya. Kepada para nabi itu telah dinyatakan bahwa mereka bukan melayani diri mereka sendiri, melainkan melayani kalian dengan segala sesuatu yang sekarang diberitakan kepada kalian dengan perantaraan mereka yang oleh Roh Kudus Surgawi menyampaikan berita Injil kepada kalian. Dan Pokok pewartaan itu ialah apa yang bahkan para malaikat pun ingin mengetahuinya.

Sebab itu siapkanlah akal budimu, waspadalah, dan taruhlah harapanmu sepenuhnya pada kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu penyataan Yesus Kristus. Hiduplah sebagai anak-anak yang taat, dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kalian pada waktu kalian belum beriman. Hendaklah kalian menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang telah memanggil kalian itu kudus. Sebab ada tertulis: Hendaklah kalian kudus, seperti Aku kudus adanya.

Demikianlah sabda Tuhan.

 

Mazmur: Mzm 98:1.2-3ab.3c-4; Tuhan telah memperkenalkan keselamatan yang datang dari pada-Nya.

  • Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, sebab Ia telah melakukan karya-karya yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus.

 

  • Tuhan telah memperkenalkan keselamatan yang datang dari pada-Nya, Ia telah menyatakan keadilan-Nya di hadapan para bangsa. Ia ingat akan kasih dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel.

 

  • Segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang datang dari Allah kita. Bersorak-soraklah bagi Tuhan, hai seluruh bumi, bergembiralah, dan bermazmurlah!

 

Bait Pengantar Injil: Mat 11:25; Terpujilah Engkau Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri kerajaan Kaunyatakan kepada kaum sederhana.

 

Bacaan Injil: Mrk 10:28-31; Sekalipun disertai penganiayaan, pada masa ini juga kalian akan menerima kembali seratus kali lipat, dan dimasa datang menerima hidup yang kekal.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus:

Setelah Yesus berkata betapa sukarnya orang kaya masuk Kerajaan Allah, berkatalah Petrus kepada Yesus, “Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikuti Engkau.”

Maka Yesus menjawab, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, barangsiapa meninggalkan rumah, saudara-saudari, ibu atau bapa, anak-anak atau ladangnya, pada masa ini juga ia akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan; dan di masa datang ia akan menerima hidup yang kekal. Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu.”

Demikianlah sabda Tuhan.

 

Renungan: “Berapa Upah Mengikuti Yesus?

Dalam Injil hari ini, Petrus atas nama teman-temannya menanyakan upahnya kepada Yesus. Ia berkata: “Kami ini telah meninggalkan segala-galanya dan mengikuti Engkau.”

Membaca Injil hari ini saya teringat sebuah kisah kecil ini. ‘Suatu hari seorang anak kecil datang pada ibunya menyodorkan secarik kertas berisi daftar tagihan pekerjaan seharian: 1. Membereskan tempat tidur. 2. Menyapu halaman. 3. Mencuci piring. 4. Mencuci pakaian. 5. Menjaga adik. Semuanya berjumlah Rp.100.000. Si ibu tanpa berkata-kata, mengambil kertas itu, dan menulis di baliknya: 1. Mengandungmu 9 bulan. 2. Menjagamu siang malam. 3. Menenangkanmu saat kau menangis. 4. Memberimu makan minum. 5. Memberimu pakaian. 6. Menyekolahkan kamu. Semuanya…gratis. Si anak tertegun membacanya, lalu memeluk ibunya dan berjata: “Aku mencintaimu ibu.”

Janganlah kita berhitung dengan Tuhan. Kita telah menerima anugerah yang tak ternilai: itulah hidup kita. Bahkan jauh lebih dari sekedar hidup: itulah keselamatan jiwa kita. Darah Yesus telah tercurah untuk menebus dosa kita. Marilah kita mensyukuri semua pemberian Tuhan ini dan selalu memberikan yang terbaik, untuk Tuhan dan sesama, khususnya membalas kebaikan hati orang tua kita.

Semiga kita semua disertai oleh berkat Allah Tritunggal Mahakudus dalam nama: Bapa Putera dan Roh Kudus. Amin.

P. Revi Tanod, pr

Dengarkan versi audio dari renungan harian ini di website Radio Montini pada link gambar berikut ini:

 

Beri Komentar

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda di sini