Renungan Selasa, 31 Juli 2018: “Perang Antara yang Baik dan yang Jahat”

0
242

Selasa, 31 Juli 2018

Hari Biasa, Pekan Biasa XVII

PW S. Ignasius dari Loyola, Imam

 

Bacaan Pertama: Yer  14:17-22; Ya Tuhan, janganlah kiranya membatalkan perjanjian-Mu dengan kami.

Pembacaan dari Kitab Yeremia:

Air mataku bercucuran siang dan malam tiada hentinya, sebab anak dara, puteri bangsaku, dilukai dengan luka parah, luka yang sama sekali tidak tersembuhkan. Apabila aku keluar ke padang, di sana ada orang-orang yang mati terbunuh oleh pedang! Apabila aku masuk ke dalam kota, di sana ada orang-orang sakit kelaparan. Bahkan baik nabi maupun imam menjelajah negeri yang tidak dikenalnya.

Telah Kautolakkah Yehuda sama sekali? Telah merasa muakkah Engkau terhadap Sion? Mengapakah kami Kaupukul sedemikian, hingga tidak ada lagi kesembuhan bagi kami? Kami mengharapkan damai sejahtera, tetapi tiada sesuatu yang baik. Kami mengharapkan kesembuhan, namun hanya ada kengerian.

Ya Tuhan, kami insaf akan kejahatan kami, dan akan kesalahan leluhur kami; kami sungguh telah berdosa terhadap-Mu; janganlah kiranya menolak kami, dan janganlah Engkau menghinakan takhta kemuliaan-Mu! Ingatlah akan perjanjian-Mu dengan kami, janganlah kiranya membatalkannya.

Adakah yang dapat menurunkan hujan di antara dewa kesia-siaan bangsa-bangsa itu? Atau dapatkah langit sendiri memberi hujan lebat? Bukankah hanya Engkau saja, ya Tuhan Allah kami, pengharapan kami, yang membuat semuanya itu?

Demikianlah sabda Tuhan.

 

ATAU BACAAN LAIN:

1Kor 10:31-11:1

Pembacaan dari Surat pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus:

Saudara-saudara, jika engkau makan atau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu demi kemuliaan Allah. Janganlah kamu menimbulkan syak dalam hati orang, baik orang Yahudi atau orang Yunani, maupun Jemaat Allah.Sama seperti aku juga berusaha menyenangkan hati semua orang dalam segala hal, bukan untuk kepentinganku sendiri, tetapi untuk kepentingan orang banyak, supaya mereka beroleh selamat. Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus.

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur: Mzm  79:8.9.11.13; Demi kemuliaan nama-Mu bebaskanlah kami, ya Tuhan.

  • Janganlah perhitungkan kepada kami kesalahan nenek moyang! Kiranya rahmat-Mu segera menyongsong kami, sebab sudah sangat lemahlah kami.

 

  • Demi kemuliaan nama-Mu, tolonglah kami, ya Allah penyelamat! Lepaskanlah kami, dan ampunilah dosa kami oleh karena nama-Mu!

 

  • Biarlah sampai ke hadapan-Mu keluhan orang tahanan; sesuai dengan kebesaran lengan-Mu, biarkanlah hidup orang-orang yang ditentukan untuk mati dibunuh! Maka kami, umat-Mu, dan kawanan domba gembalaan-Mu, akan bersyukur kepada-Mu untuk selama-lamanya, dan akan memberitakan puji-pujian bagi-Mu turun-temurun.

 

ATAU MAZMUR LAIN:

Mzm 34:2-3.4-5.6-7.8-9.10-11

Refren: Aku hendak memuji Tuhan setiap waktu. (Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan)

  • Aku hendak memuji Tuhan setiap waktu; puji-pujian kepada-Nya selalu ada di dalam Karena Tuhan jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita.

 

  • Muliakanlah Tuhan bersama dengan daku, marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya. Aku telah mencari Tuhan, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan daku dari segala kegentaranku.

 

  • Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu. Orang yang tertindas ini berseru, dan Tuhan mendengarkan, Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya.

 

  • Malaikat Tuhan berkemah di sekeliling orang-orang yang takwa, lalu meluputkan mereka. Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!

 

  • Takutlah akan Tuhan, hai orang-orang-Nya yang kudus, sebab orang yang takut akan Dia takkan berkekurangan. Singa-singa muda merana kelaparan, tetapi orang-orang yang mencari Tuhan tidak kekurangan sesuatu pun.

 

Bacaan Injil: Mat  13:36-43; Seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api, demikian juga pada akhir zaman.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:

Pada suatu hari Yesus meninggalkan orang banyak, lalu pulang. Para murid kemudian datang dan berkata kepada-Nya, “Jelaskanlah kepada kami perumpamaan tentang lalang di ladang itu.” Yesus menjawab, “Orang yang menaburkan benih baik ialah Anak Manusia. Ladang itu ialah dunia. Benih yang baik adalah anak-anak Kerajaan dan lalang adalah anak-anak si jahat. Musuh yang menaburkan benih lalang ialah Iblis. Waktu menuai ialah akhir zaman, dan para penuai itu malaikat.

Maka seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api, demikian juga pada akhir zaman. Anak Manusia akan mengutus malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam Kerajaan-Nya.Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api. Di sanalah akan terdapat ratapan dan kertak gigi. Pada waktu itulah orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan!”

Demikianlah sabda Tuhan.

Renungan: “Perang Antara yang Baik dan yang Jahat

Yesus mengumpamakan Kerajaan Allah seperti seorang yang menaburkan benih gandum di ladangnya, tapi seorang musuh datang menaburkan lalang di antara gandum. Lalu keduanya tumbuh bersama. Demikian juga halnya, benih kebaikan telah ditanamkan Tuhan dalam diri manusia sejak awal hidupnya. Namun kuasa kegelapan juga masuk ketika manusia jatuh dalam dosa. Selama hidupnya di dunia dua sisi terang dan gelap senantiasa berperang dalam hati manusia. Rasul Paulus, yang juga bergumul antara yang baik dan jahat dalam dirinya berkata, dalam 2Kor 12: 8-9: “Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku. Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.”

Perang antara yang baik dan yang jahat akan selalu ada dalam hati manusia. Itu berarti rahmat Tuhan selalu bekerja dalam hati kita, untuk melawan kejahatan dengan kebaikan dan tidak pernah menyerah. Akan tetapi kalau kita mampu mengatasi kejahatan baik dalam diri sendiri maupun dalam diri orang lain, itu semata karena kekuatan itu berasal dari Allah. Dalam Filipi 4:13 Paulus berkata: “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.”

Mari kita bermegah, hanya di dalam Tuhan, yang memberi kita  kekuatan dan hikmat untuk melawan kejahatan dan hidup dalam kelimpahan rahmat Tuhan.

St Ignasius dari Loyola, doakanlah kami. Amin

P. Revi Tanod, pr

Dengarkan versi audio dari renungan harian ini di website Radio Montini pada link gambar berikut ini:

Beri Komentar

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda di sini