Renungan, Selasa 7 November: Soriiii, sibuk bro!

0
489

Selasa Pekan Biasa XXXI

(Rom 12:5-16a; Mzm 131:1.2.3; Luk 14:15-24)

 

Bacaan Pertama: Rom 12:5-16a

Kita masing-masing adalah anggota satu sama lain.

Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma:

Saudara-saudara, kita ini, walaupun banyak, merupakan satu tubuh dalam Kristus, masing-masing adalah anggota satu sama lain. Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita. Jika karunia itu untuk bernubuat, baiklah kita bernubuat sesuai dengan iman kita. Jika untuk melayani, baiklah kita melayani.  Jika untuk mengajar, baiklah kita mengajar. jika untuk menasihati, baiklah kita menasihati. Siapa yang membagi-bagikan sesuatu, hendaklah ia membagi-bagi dengan hati yang ikhlas. Siapa yang memberi pimpinan, hendaklah ia memimpin dengan rajin. Siapa yang menunjukkan kemurahan hati, hendaklah ia melakukannya dengan sukacita.

Kasihmu janganlah pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik. Hendaklah kalian saling menaruh kasih sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat. Janganlah kerajinanmu berkurang, biarlah rohmu bernyala-nyala, dan layanilah Tuhan. Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan dan bertekunlah dalam doa. Bantulah orang-orang kudus dalam kekurangan  dan berusahalah selalu memberikan tumpangan!

Berkatilah orang yang menganiaya kalian! Berkatilah dan jangan mengutuk! Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis. Hendaklah kalian sehati sebudi dalam hidupmu bersama.  Janganlah kalian memikirkan yang muluk-muluk, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana.

Demikianlah sabda Tuhan.

 

Mzm 131:1.2.3: Tuhan, lindungilah aku dalam damai-Mu.

*Tuhan, aku tidak tinggi hati,

dan tidak memandang dengan sombong;

aku tidak mengejar hal-hal yang terlalu besar

atau hal-hal yang terlalu ajaib bagiku.

 

Sungguh, aku telah menenangkan dan mendiamkan jiwaku;

seperti anak yang disapih berbaring dekat ibunya,

ya, seperti anak yang disapih jiwaku dalam diriku.

 

Berharaplah kepada Tuhan, hai Israel,

dari sekarang sampai selama-lamanya!

 

Bait Pengantar Injil: Mat 11:28: Datanglah kepada-Ku semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberikan kelegaan kepada kalian.

 

Bacaan Injil: Luk 14:15-24

Pergilah ke semua jalan dan persimpangan  dan paksalah orang-orang yang ada di situ masuk, karena rumahku harus penuh.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:

Pada waktu itu Yesus diundang makan oleh seorang Farisi. Sementara perjamuan berlangsung,  seorang dari tamu-tamu berkata kepada Yesus,  “Berbahagialah orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah.”Tetapi Yesus berkata kepadanya, “Ada seorang mengadakan perjamuan besar. Ia mengundang banyak orang. Menjelang perjamuan dimulai, ia menyuruh hambanya mengatakan kepada para undangan, ‘Marilah, sebab segala sesuatu sudah siap.’ Tetapi mereka semua minta dimaafkan.

Yang pertama berkata, ‘Aku baru membeli ladang dan harus pergi melihatnya; aku minta dimaafkan.’ Yang lain berkata, ‘Aku baru membeli lima pasang lembu kebiri dan aku harus pergi mencobanya; aku minta dimaafkan.’ Yang lain lagi berkata, ‘Aku baru saja menikah, dan karena itu aku tidak dapat datang. ‘Maka kembalilah hamba itu dan menyampaikan semua itu kepada tuannya.

Lalu murkalah tuan rumah itu dan berkata kepada hambanya, ‘Pergilah segera ke segala jalan dan lorong kota dan bawalah ke mari orang-orang miskin dan cacat, orang-orang buta dan lumpuh.’ Kemudian hamba itu melaporkan, ‘Tuan, apa yang tuan perintahkan itu sudah dilaksanakan. Sekalipun demikian, masih ada tempat.’

Maka tuan itu berkata, ‘Pergilah ke semua jalan dan persimpangan dan paksalah orang-orang yang ada di situ, masuk, karena rumahku harus penuh.’ Sebab Aku berkata kepadamu,  Tidak ada seorang pun dari para undangan itu akan menikmati jamuan-Ku.”

Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan: Soriiii, sibuk bro!

Ada banyak kesibukan yang membuat kita melewatkan kesempatan untuk ikut dalam kegiatan bersama. Kesibukan adalah alasan yang paling utama. Aduh…sorriiiii sibuk bro! Inilah yang banyak kali kita katakan. Sebenarnya bukan kesibukan yang menjadi alasan akan tetapi terlebih karena kita tidak mampu mengendalikan diri, khususnya kesenangan dan hobi kita.

Saya sendiri harus mengakui, betapa sulit dan berat mengontrol diri sendiri. Kesibukan akan menjadi alasan untuk memaafkan diri dari ketidakhadiran dan keterlibatan dalam acara bersama di mana kita diharapkan hadir.

Saya ingat cerita lucu tentang seorang penunggang kuda. Dia melarikan kudanya dengan sangat kencang, sambil melewati sebuah ladang. Temannya yang sedang bekerja di ladang kemudian berteriak menanyakan ke mana dia akan pergi. “Hoiiiii….mau ke mana??” Teriaknya. Si penunggang kuda, sambil tetap melarikan kudanya, menjawab sambil berteriak juga, “jangan tanya saya….! Tanya sama kuda saya!”

Itulah ironi kehidupan yang kita alami. Kita menyibukkan diri dengan berbagai macam hobi dan kesenangan, sampai akhirnya dikendalikan justru oleh hobi dan kesenangan kita, sampai tak sempat berhenti untuk mengikuti hal-hal yang sangat penting dan sangat dibutuhkan dalam hidup kita.

Sebut saja contoh beberapa jenis retret yang ditawarkan. Bagi pasangan suami istri, ada retret Marriage Encounter, Tulang Rusuk, Couple for Christ. Bagi muda mudi ada retret Choice, retret OMK. Ada retret Hidup Baru Dalam Roh, Legio Mariae, Adorasi Sakramen Mahakudus, penerimaan Sakramen Tobat, Rosario bersama, Novena dan berbagai macam kegiatan spiritual lainnya untuk mengembangkan iman, relasi kita dengan orang lain dan dengan Tuhan. Ada juga undangan-undangan Paroki, wilayah rohani dan stasi, kelompok-kelompok kategorial, komunitas-komunitas spiritual dan banyak lagi.

Tapi kita terlalu sibuk, sehingga tidak punya waktu untuk itu. Apalagi sekarang, hari Minggu juga sudah menjadi bagian dari kesibukan harian, sehingga ada alasan untuk tidak mengikuti Misa hari Minggu.

Ada pepatah Inggris yang mengatakan: If it is important to you, you’ll find a way. If not, you will find an excuse. (Bila sesuatu itu penting bagimu, engkau akan menemukan jalan. Jika tidak, engkau akan menemukan alasan). Inilah latar belakang orang-orang yang berdalih dalam kisah Injil Lukas 14:15-24, yang menolak memenuhi undangan perjamuan pesta Kerajaan Allah.

Saudaraku, apakah undangan Tuhan untuk ambil bagian dalam kegiatan-kegiatan rohani, kegerejaan, karya misi, pelayanan dan pewartaan, masih penting bagimu? Bila tidak penting, maka kita akan gampang menemukan alasan. Tapi kalau masih penting, kita akan menemukan jalan yang ditunjuk Tuhan untuk kita. Tuhan pasti senang bila kita memenuhi undangan Tuhan, dan tentu saja kecewa ketika kita tidak mau melibatkan diri dan hadir. Tuhan memberkati kita semua. Amin

penulis renungan

P. Revi Tanod, pr

 

Dengarkan versi audio dari renungan harian ini di website Radio Montini pada link gambar berikut ini:

 

Beri Komentar

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda di sini