Renungan Selasa, 8 Mei 2018: “Estafet Kepemimpinan”

0
319

Selasa, 08 Mei 2018

Hari Biasa Pekan Paskah VI

Bacaan Pertama: Kis 16:22-34; Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus, dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.

Pembacaan dari Kisah Para Rasul:

Ketika Paulus dan Silas ada di Kota Filipi terjadilah yang berikut ini: Orang-orang Filipi bangkit menentang Paulus dan Silas; lalu pembesar-pembesar kota itu menyuruh mengoyakkan pakaian dari tubuh mereka dan mendera mereka. Setelah berkali-kali didera, mereka dilemparkan ke dalam penjara. Kepala penjara diperintahkan untuk menjaga mereka dengan sungguh-sungguh. Sesuai dengan perintah itu, kepala penjara memasukkan mereka ke ruang penjara yang paling tengah dan membelenggu kaki mereka dalam pasungan yang kuat.

Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah, dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka. Dan terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah. Seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua. Ketika kepala penjara itu terjaga dari tidurnya dan melihat pintu-pintu penjara terbuka, ia menghunus pedangnya hendak membunuh diri, karena ia menyangka, bahwa orang-orang hukuman itu telah melarikan diri. Tetapi Paulus berseru dengan suara nyaring, katanya, “Jangan celakakan dirimu, sebab kami semuanya masih ada di sini!”

Kepala penjara itu menyuruh membawa suluh, lalu berlari masuk dan dengan gemetar tersungkurlah ia di depan Paulus dan Silas. Ia mengantar mereka ke luar, sambil berkata,  “Tuan-tuan, apakah yang harus aku perbuat, supaya aku selamat?” Jawab mereka, “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.”

Lalu Paulus dan Silas memberitakan firman Tuhan kepadanya dan kepada semua orang yang ada di rumahnya. Pada jam itu juga kepala penjara itu membawa mereka dan membasuh bilur mereka. Seketika itu juga ia dan keluarganya memberi diri dibaptis. Lalu ia membawa mereka ke rumahnya dan menghidangkan makanan kepada mereka. Dan ia sangat bergembira, bahwa ia dan seisi rumahnya telah menjadi percaya kepada Allah.

Demikianlah sabda Tuhan.

 

Mazmur: Mzm 138:1-2a.2b-3.7c-8; Tangan kanan-Mu menyelamatkan daku, ya Tuhan.

  • Aku hendak bersyukur kepada-Mu dengan segenap hati, karena Engkau mendengarkan kata-kata mulutku. Di hadapan para dewata aku akan bermazmur bagi-Mu, aku hendak bersujud ke arah bait-Mu yang kudus.
  • Aku hendak memuji nama-Mu oleh karena kasih-Mu dan oleh karena setia-Mu; Pada hari aku berseru, Engkau pun menjawab aku, Engkau menambahkan kekuatan dalam jiwaku.
  • Tangan kanan-Mu menyelamatkan daku, Engkau akan menyelesaikan segalanya bagiku! Ya Tuhan, kasih setia-Mu kekal abadi, janganlah Kautinggalkan buatan tangan-Mu!

Bait Pengantar Injil: Yoh 16:7.13; Aku akan mengutus Roh kebenaran kepadamu, sabda Tuhan, dan Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran.

Bacaan Injil: Yoh 16:5-11; Jikalau Aku tidak pergi, penghibur tidak akan datang kepadamu.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:

Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Sekarang Aku pergi kepada Dia yang telah mengutus Aku, dan tiada seorang pun di antara kamu yang bertanya kepada-Ku: Ke mana Engkau pergi? Tetapi karena Aku mengatakan hal itu kepadamu, maka hatimu berdukacita. Namun benar yang Kukatakan kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, penghibur itu tidak akan datang kepadamu; sebaliknya jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.

Dan kalau penghibur itu datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman; akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku; akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi; akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum.”

Demikianlah sabda Tuhan.

 

Renungan: “Estafet Kepemimpinan”

Saudaraku, Injil hari ini kiranya memberikan inspirasi iman dalam pelaksanaan tugas perutusan kita.

Yesus tidak melaksanakan tugasNya sendirian. Ia membutuhkan teman. Karna itulah Ia memilih para rasul. Tapi akan datang saatNya, masa para rasul akan berakhir. Harus ada yang melanjutkan. Tongkat estafet: Injil Keselamatan Allah terus berjalan, terus berlanjut. Siapapun kita, dalam karya dan profesi apapun, kita ambil bagian dalam estafet karya keselamatan Allah ini, agar dunia tahu Allah hidup, dalam Kristus dan Roh KudusNya dan terus berkarya sampai saat ini melalui kita dan generasi selanjutnya, sampai kapanpun Allah menghendaki.

Dalam kapasitas kita masing-masing, mari berbuat yang terbaik selagi kita dipercayakan memimpin dan melayani. Bukan untuk kepentingan diri sendiri, tapi untuk tujuan Kerajaan Allah. Karena itu ketika saatnya tongkat estafet kita serahkan, biarlah itu bukan menjadi beban bagi pelayanan selanjutnya. Bagi yang melanjutkan, semoga selalu ingat kata-kata Yesus: bukan kamu yang memilih Aku, tapi Aku yang memilih kamu. Masing-masing kita punya tanggungjawab dari Tuhan.

Momentum Yubileum 150 tahun masuknya kembali iman Katolik di wilayah Keuskupan Manado, kiranya mengingatkan kita mengenai tongkat estafet pelayanan Keselamatan yang mesti kita lanjutkan. Tongkat ini telah berhenti di daerah asal para misionaris di Eropa. Kitalah yang dipercayakan melanjutkan. Mari kita melanjutkannya dengan semangat iman yang sama. Yesus tetap sama, dahulu, sekarang dan selamanya. Tuhan memberkati kita. Amin.

P. Revi Tanod, pr

Beri Komentar

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda di sini