Manado – Memasuki bulan September, seluruh umat Katolik di Indonesia kembali merayakan Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2026. Pada tahun ini, Lembaga Biblika Indonesia (LBI) mengusung tema besar “Yesus Guru yang Penuh Kuasa — Wajah Yesus dalam Injil Matius”. Melalui tema ini, umat diundang untuk berefleksi dan mengenal lebih dalam pengajaran Yesus yang berwibawa serta relevansinya dalam kehidupan iman sehari-hari.
Ketua LBI menyampaikan bahwa Injil Matius secara khusus menampilkan Yesus sebagai Musa Baru yang datang untuk menggenapi Taurat dengan penuh kuasa. Pengajaran-Nya tidak hanya menyentuh hati, tetapi juga menuntut perubahan hidup yang nyata dari para murid-Nya di tengah tantangan zaman modern ini.
Sepanjang bulan September, aktivitas pendalaman iman akan dilaksanakan di tingkat lingkungan, stasi, hingga paroki di seluruh keuskupan di Indonesia. Berdasarkan materi yang telah disusun oleh LBI, pendalaman iman tahun ini akan dibagi ke dalam empat pertemuan mingguan:
- Pertemuan 1: Pengajaran Yesus tentang Hidup yang Sejati (Matius 5:1–12) – Merenungkan esensi kebahagiaan sejati melalui Khotbah di Bukit.
- Pertemuan 2: Pengajaran Yesus tentang Tugas Perutusan Para Murid (Matius 10:1–15) – Menghayati makna diutus di tengah masyarakat.
- Pertemuan 3: Pengajaran Yesus tentang Persaudaraan dalam Iman (Matius 18:15–20) – Menjaga keharmonisan dan rekonsiliasi dalam komunitas.
- Pertemuan 4: Pengajaran Yesus tentang Hidup yang Kekal (Matius 25:31–46) – Membuka mata hati terhadap sesama yang miskin dan telantar sebagai wujud persiapan iman.
Guna mendukung kelancaran pelaksanaan ibadat dan sharing Kitab Suci di tingkat basis, LBI telah menerbitkan buku panduan resmi. Panduan ini berisi gagasan teologis, bahan khotbah, serta tata cara ibadat yang dapat diadaptasi oleh para pemandu lingkungan.
Bagi para koordinator pastoral, ketua lingkungan, maupun umat yang ingin mengunduh susunan materi lengkap, silakan akses dokumen digitalnya di bawah ini:
Mari kita pergunakan momen BKSN 2026 ini untuk semakin mencintai Sabda Tuhan, berkumpul bersama keluarga dan komunitas, serta membiarkan Kristus Sang Guru membimbing setiap langkah hidup kita.
