BerandaSanto-SantaSanto Yohanes Fransiskus Regis, Imam

Santo Yohanes Fransiskus Regis, Imam

Published on

spot_img

Yohanes Fransiskus Regis lahir di Fontcourverte, wilayah keuskupan Norbonne, Prancis pada tahun 1579. Ia dididik di Kolose Beziers, milik Serikat Yesus. Pada tahun 1615, ketika berumur 18 tahun, ia masuk Serikat Yesus. Setelah mendapat pendidikan intensif di dalam tarekat itu, ia ditabhiskan menjadi imam pada tahun 1631.
Awal kariernya sebagai imam dimulainya di Languedoc. Wilayah kerja ini tergolong sulit, baik geografiknya maupun penduduknya. Keadaan geografisnya bergunung-gunung, baik di Prancis Tenggara maupun di perbatasan Swiss. Sedangkan penduduknya masih buta huruf, kurang beradab dan kasar tingkah lakunya. Banyak tantangan yang dihadapinya dalam karya pelayanan umat.

Meskipun demikian, Yohanes yang ramah, sopan dan lembut hati ini sungguh kuat pendiriannya dan pantang mundur dalam menghadapi semua kesulitan ini. Ia dengan penuh semangat naik-turun gunung untuk mengajar agama dan melayani Sakramen-sakramen demi membawa mereka kembali kepada Kristus. Pada musim panas, ia bekerja di kota, mengunjungi rumah-rumah sakit dan penjara-penjara. Disana ia mengajar, berkhotbah dan mendengarkan pengakuan. Ia membantu siapa saja yang datang kepadanya meminta bantuan.

Kesuksesannya di Montpellier dan Sommiers mendorong Uskup de la Baume dari Viviers memanfaatkan Yohanes sebaik-baiknya guna melayani umat. Yohanes bekerja keras selama lima tahun di wilayah itu untuk membawa kembali umat kepada penghayatan iman yang benar. Ia berhasil menobatkan sejumlah besar penganut agama Protestan.
Empat tahun terakhir hidupnya, Yohanes tinggal di Velay. Disana ia mendirikan sebuah perkumpulan yang giat dalam karya sosial untuk membantu para miskin. Ia meninggal dunia pada tahun 1640 di La Louvesc.

KONTEN POPULER

Latest articles

Legio Christi Ambil Bagian dalam Perayaan Hari Minggu Misi Sedunia ke-100

TAHUNA – Kelompok Kategorial Legio Christi (LC) mengambil bagian dalam pelayanan pada perayaan Hari...

Minggu Misi Sedunia ke-100, Umat Tahuna Diajak Bersatu dalam Kristus

TAHUNA – Umat Katolik di Gereja Santo Yohanes Rasul Tahuna merayakan Hari Minggu Misi...

RD. Frantosius Kadoang: Kasih dan Komitmen Menjadi Fondasi Kehidupan Perkawinan

Tahuna – Kasih, kesetiaan, dan tanggung jawab menjadi fondasi penting dalam membangun kehidupan perkawinan...

Menteri Agama Serahkan KMA Kepanitiaan Pesparani Katolik Nasional IV kepada Panitia

Jakarta, 29 September 2026 — Menteri Agama Nasaruddin Umar secara resmi menyerahkan Keputusan Menteri...

More like this

Santo Bonaventura: Ketika Ilmu Pengetahuan Menjadi Jalan Menuju Kekudusan

Tahuna – Setiap tanggal 15 Juli, Gereja Katolik mengenangkan Santo Bonaventura, seorang uskup, teolog,...

Santa Maria Goretti: Kesucian, Keberanian dan Pengampunan yang Mengubah Dunia

TAHUNA – 6 Juli menjadi hari istimewa bagi Gereja Katolik untuk mengenang Santa Maria...

Santo Thomas Rasul: Dari Keraguan Menuju Pengakuan Iman yang Mengubah Dunia

Bolaang Mongondow Timur – 3 Juli menjadi hari istimewa bagi Gereja Katolik untuk mengenang...