Manado – “Misa ke-2 Hari Raya Kenaikan Tuhan di gereja ini hari Kamis 29 Mei 2025, dengan petugas liturgi, Wilayah Rohani Maria DKS yang bernyanyi diiringi Manado Catholic Orkestra,”
Hal ini diungkapkan Pastor Johanis Ohoitimur, MSC (Yong), pada Misa Kedua, Hari Minggu Komunikasi Sedunia ke-59, bertempat di Gedung Gereja St Mikael Perkamil Manado, Minggu, (01/06/2025).
Lanjut Pastor Yong, mereka menyanyikan lagu misa dengan 4 suara dan para pemain orkestra memainkan bermacam-macam alat musik. Lagu yang dinyanyikan merdu, dan musik yang dimainkan juga sangat indah. Karena suara yang berbeda-beda dan alat musik yang bermacam-macam, secara harmonis memperlihatkan kesatuan, kekompakan.
“Tiap anggota koor punya suara berbeda, alat-alat musik juga berbeda-beda, tapi dipandu oleh satu orang dirigen, semua bersatu dan indah,” tuturnya.
Dalam Injil hari ini kita dengar bagaimana Yesus berdoa agar kita menjadi satu. Menjadi satu dengan model persatuan Yesus dan Bapa di surga. Tapi persatuan itu hanya mungkin kalau ada perbedaan. Dan kita manusia diciptakan berbeda-beda. Bahkan 2 anak kembar pun berbeda sifat dan wataknya. Mengapa kita yang berbeda-beda harus menjadi satu? Mengapa kita yang berbeda-beda dalam budaya dan kedudukan sosial, harus menjadi satu dalam keluarga, dalam Wilroh, organisasi, dalam paroki, dan dalam masyarakat?
“Dalam Injil tadi Yesus mengatakan, hanya dengan persatuan kita bisa memberikan kesaksian bahwa, Yesus adalah Putra Allah, yang diutus Bapa,” ujarnya.
Pastor Yong menegaskan, Allah mengasihi kita seperti Allah Bapa mengasihi Putra-Nya Yesus Kristus. Kita hidup bersama Yesus dan Yesus selalu hadir di antara kita.
“Bagaimana persatuan yang didoakan Yesus dapat diwujudkan? Pertanyaan ini penting karena di dunia ini banyak konflik, perang, perselisihan yang memecah-belah, ada juga orang yang memperbesar perbedaan dan pertentangan. Jawabnya: Melalui komunikasi!” jelasnya.
Diungkapkan Pastor Yong, hari ini kita merayakan Hari Minggu Komunikasi sedunia ke-59. Paus Fransiskus memberikan satu tema untuk kita renungkan: “Bagikanlah dengan lemah-lembut harapan yang ada di dalam hatimu”. Tema ini menunjukkan kepada kita bahwa persatuan kita tergantung pada kualitas komunikasi kita satu sama lain.
“Komunikasi yang mempersatukan ialah komunikasi yang dilakukan secara langsung dengan kelemah-lembutan, dengan hati yang baik, dengan kasih, dengan semangat untuk membantu atau menolong, dengan iman,” jelasnya.
Pastor Yong menyatakan, komunikasi tentu bisa dilakukan dengan bantuan alat-alat teknologi seperti HP dan media sosial. Seperti kita alami di Paroki ini, komunikasi seperti itu berguna dan bisa mempersatukan ketika kita saling menginformasikan sesuatu yang penting atau saling mengucapkan selamat.
“Tapi komunikasi yang mendalam terjadi ketika kita berbicara dari hati ke hati, dalam perjumpaan, dengan keterbukaan hati. Apa isi dari komunikasi yang mempersatukan?” paparnya.
Lanjutnya, Paus Fransiskus mengatakan, di dalam diri kita ada harapan, ada keinginan-keinginan yang baik, ada kasih. Harapan, kebaikan, dan kasih itu hendaklah kita bagikan kepada orang lain di sekitar kita melalui komunikasi. Ada orang dalam keluarga atau di tempat kerja atau dalam persekutuan WR dan paroki yang mungkin berbeban, putus asa, merasa disingkirkan, kurang diperhatikan.
“Tema hari ini mengajak kita untuk berbagi pengharapan dengan mereka, dengan menyapa mereka dan atas cara itu kita memberi kekuatan bagi mereka, sehingga mereka juga bisa berjalan bersama kita, bersatu dengan kita dalam iman,” tegasnya.
Pastor Yong mengajak umat, marilah kita hari ini berdoa untuk persatuan dalam keluarga kita, dalam paroki, tapi juga dalam masyarakat dan negara. Semoga perselisihan dan perpecahan bisa diatasi karena kita saling berbagi pengharapan dengan lemah lembut dan penuh kasih.
“Dasar persatuan kita ialah persatuan kita dengan Kristus melalui doa, renungan Kitab Suci, dan teristimewa Ekaristi,” tandasnya.
Berikut ini, jadwal dan Selebran Misa pertama, jam 07.00 Wita, Paroki St Mikael, Pastor Paroki St Mikael Perkamil Manado (SMPM), RD Aloisius Wenseslaus Maweikere (Wens) dan Misa ketiga, jam 18.00 Wita, Pastor RD Theodorus Michael Palit (Theo).
Petugas liturgi pada misa kedua, hari Minggu ini, dari Wilayah Rohani (Wilroh) St Gregorius Agung.(man repi)
