SONAR Kevikepan Manado, Pastor Stenly Ingatkan Jadi Saksi Bersikap di Rumah Tuhan

0
64
Pastor Stenly Pondaag MSC dan Pastor Petrus Tinangon PR dalam pertemuan SONAR Kevikepan Manado.

Ketua Komisi Liturgi Keuskupan Manado Pastor Stenly Vian Pondaag MSC., mengingatkan para Misdinar atau Putra-Putri Altar (PPA) se-Kevikepan Manado soal bersikap di rumah Tuhan. Hal itu disampaikan Pst. Stenly Pondaag saat memimpin perayaan ekaristi dan juga pertemuan SONAR Kevikepan Manado di Paroki Bunda Teresa dari Calcutta, Griya Paniki Indah (GPI), Jumat (18/11/2022).

Dalam perayaan ekaristi ini Pst Stenly menggambarkan Injil Santo Lukas 19:45-48 dalam kehidupan jaman sekarang. “Kadang-kadang pastor perhatikan dalam ibadat atau dalam gereja dalam perayaan liturgi ada juga krisis. Bukan krisis moneter atau krisis lingkungan hidup. Ada krisis berarti ada situasi yang tidak menyenangkan. Rupanya manusia sekarang, tidak bisa lagi atau sulit membedakan ruang suci dengan ruang biasa-biasa,” papar Pondaag. Lanjutnya, manusia sekarang juga tidak dapat membedakan mana waktu suci, waktu kudus dan waktu harian. Begitu juga manusia sekarang, mungkin juga kita-kita ini tidak bisa membedakan bagaimana bersikap di ruang yang kudus, dan bagaimana bersikapn di ruang harian atau biasa-biasa. Menurutnya krisis seperti ini sudah dilihat Tuhan Yesus Kristus pada jaman-Nya.

Pastor Stenly Pondaag MSC dan Pastor Petrus Tinangon PR saat memimpin perayaan ekaristi SONAR Kevikepan Manado.

“Kita telah mendengarkan kisah Injil Santo Lukas yang diceritakan singkat, bagaimana Yesus mengusir semua pedagang di bait Allah. Yesus melihat ada masalah waktu itu. Orang  tidak dapat lagi membedakan mana bait Allah, mana tempat berdoa dan mana pasar tempat orang berjualan. Yesus melihat masalah orang tidak dapat membedakan bagaimana  bersikap, bertindak di bait Allah dan bagaimana bersikap, bertindak di pasar. Orang-orang ketika itu menyamakan saja dengan membawa kambing dan domba berjualan di bait Allah. Yesus marah dan  mengusir semua pedagang dari bait Allah. Yesus mengatakan ada tertulis rumah- Ku adalah rumah doa, dan kalian telah menjadikannya sarang penyamun,” tutur Pst Pondaag.

Lanjutnya, jangan-jangan kata-kata Yesus yang keras itu juga berlaku untuk kita di jaman sekarang. Menurut Pst Pondaag, kalau Tuhan Yesus lihat krisis yang terjadi saat ini, tentunya akan marah. “Kamu telah jadikan rumah Bapa-Ku adalah rumah doa sebagai sarang penyamun. Ini krisis yang terjadi di mana-mana,” tukasnya.

Pastor Stenly kemudian mengingatkan menjadi seorang misdinar ada banyak keuntungan. Seperti bisa banyak teman, bisa melayani Tuhan, bisa dekat dengan altar. “Tetapi yang utama yaitu misdinar dilatih untuk bersikap di ruang gereja dan bagaimana bersikap di dalam gereja. Misdinar dilatih mulai dari cara berjalan, sikap tangan, sikap duduk, berlutut dan bagaimana  melayani. Misdinar juga bisa memberi kesaksian pada umat, keluarga dan teman kita bagaimana bersikap di gereja dan bersikap di pasar. Bagaimana memperlakukan gereja dan bagaimana memperlakukan dapur. Misdinar dapat menunjukan bahwa  di gereja ada sikap khusus. Inilah keuntungan  menjadi seorang misdinar,” sebut Ketua Komisi Liturgi Keuskupan Manado saat membawakan homili.

Dalam perayaan ekaristi itu Pastor Stenly juga didampingi Pst Petrus Tinangon PR, Pastor Paroki Bunda  Teresa dari Calcutta GPI. Dalam pertemuan SONAR Kevikepan seusai misa, Pst Petrus Tinangon memberi motivasi pada para misdinar. “Kiranya kamu semakin memahomi tugas kamu melayani kepentingan umat dalam beribadat, membantu pastor agar semakin dekat dengan Tuhan melalui liturgi. Menjadi seperti kristus yang datang untuk melayani bukan untuk dilayani agar semua orang mendapatkan keselamatan,” sebut Pst Tinangon.

Lanjut Tinangon, Kristus menjadi panutan, tokoh teladan dalam melayani kepentingan sesama. Untuk itu harus belajar pada Yesus dalam hal bersikap pada sesama. “Yesus tidak mencap, tidak apriori terhadap orang yang jahat kepada-Nya. Dia bahkan mengampuhi orang berdosa. Dia menerima apa adanya. Dia menghargai orang lain. Dia juga memberi diri seperti anda-anda. Saya berhadap kamu juga dapat memberi diri melayani Tuhan dan sesama,” tutur Pst Tinangon.(Roy)

Beri Komentar

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda di sini