BerandaBerita KomsosUmat Paroki GPI Diingatkan Teladan Maria Mengunjungi Elisabet  

Umat Paroki GPI Diingatkan Teladan Maria Mengunjungi Elisabet  

Published on

spot_img

Pesta Santa Perawan Maria Mengunjungi Elisabet diperingati umat Paroki Bunda Teresa Dari Calcutta, Griya Paniki Indah (GPI) melalui perayaan ekaristi penutupan Doa Rosario, Jumat (31/05/2024) di depan Gua Maria, halaman gereja paroki.

Bacaan Injil yang dibacakan dari Lukas 1:39 – 56, tentang Maria mengunjungi Elisabet saudaranya.

“Maria dalam keadaan hamil mengandung Yesus didampingi Josep suaminya mengunjungi Elisabet saudaranya merupakan perjalanan ziarah. Maria dan Joseph harus mengambil resiko, melalui jalan yang tidak mudah, padang gurun, siang hari yang panas, malam hari yang sangat dingin, penuh rintangan, marah bahaya, binatang buas, penyamun dan lain-lain. Tujuan perjalan itu Maria untuk memberitahukan bahwa dirinya mengandung Yesus Sang Juru Selamat Dunia kepada Elisabet. Serta membawa kabar sukacita bahwa saudaranya itu juga mengandung Yohanes,” tutur Pastor Jan Silvianus Koraag Pr sebagai selebran misa saat itu. 

Lanjutnya, Maria dan Elisabet saling memberi dukungan. Sehingga bayi dalam kandungan Elisabet melonjak kegirangan.

“Kita umat Katolik di seluruh dunia diajak meneladani apa yang dibuat oleh Bunda Maria kepada Elisabet, untuk saling mengunjungi, saling mendoakan untuk menguatkan iman satu sama lain dengan doa Rosario. Tentunya intensi-intensi doa kita ada yang terkabul, ada juga yang belum terkabul. Itu berarti Tuhan memberikan yang terbaik sebab ingat dalam sabda atau kitab suci mengatakan Tuhan akan memberikan yang terbaik untuk kita yang berdoa. Permohonan itu bisa menguatkan iman kita dan juga untuk membahagiakan kita,” ungkap Pastor Alo sapaan akrabnya.

Lanjutnya Doa Rosario adalah ungkapan iman sebagai umat Katolik di mana kita hendak menyampaikan doa-doa kepada Tuhan lewat Bunda Maria sebagai Bunda Allah.  Menurutnya Bunda Maria adalah manusia seperti kita, tetapi Maria dipilih oleh Tuhan Allah untuk menjadi bundanya untuk mengandung Yesus Kristus putraNya. Keistimewaannya Bunda Maria dia diangkat ke surga dengan mulia dengan jiwa dan raga karena dia sudah dipersiapkan oleh Tuhan.

“Kita percaya dan yakin bahwa Bunda Maria sebagai ibu Tuhan Yesus selalu memperhatikan kita anak-anaknya yang percaya kepada putranya yaitu Yesus Kristus. Bahkan kitab suci sendiri menceritakan bagaimana Maria ibu Tuhan Yesus selalu dan kapanpun memperhatikan kita umat manusia. Ingat mukjizat pertama Yesus yaitu mengubah air menjadi anggur. Itu dibuat oleh Yesus karena diminta oleh Bunda Maria,” ungkapnya.

Pastor Alo mengungkapkan, Maria telah memberikan teladan lewat pesta Maria mengunjungi Elisabet dan juga lewat penampakan-penampakan Bunda Maria yang sekarang ini tetap berlangsung. Ada 10 penampakan Bunda Maria yang diakui oleh Gereja Katolik.(Roy)

KONTEN POPULER

Latest articles

Legio Christi Ambil Bagian dalam Perayaan Hari Minggu Misi Sedunia ke-100

TAHUNA – Kelompok Kategorial Legio Christi (LC) mengambil bagian dalam pelayanan pada perayaan Hari...

Minggu Misi Sedunia ke-100, Umat Tahuna Diajak Bersatu dalam Kristus

TAHUNA – Umat Katolik di Gereja Santo Yohanes Rasul Tahuna merayakan Hari Minggu Misi...

RD. Frantosius Kadoang: Kasih dan Komitmen Menjadi Fondasi Kehidupan Perkawinan

Tahuna – Kasih, kesetiaan, dan tanggung jawab menjadi fondasi penting dalam membangun kehidupan perkawinan...

Menteri Agama Serahkan KMA Kepanitiaan Pesparani Katolik Nasional IV kepada Panitia

Jakarta, 29 September 2026 — Menteri Agama Nasaruddin Umar secara resmi menyerahkan Keputusan Menteri...

More like this

Legio Christi Ambil Bagian dalam Perayaan Hari Minggu Misi Sedunia ke-100

TAHUNA – Kelompok Kategorial Legio Christi (LC) mengambil bagian dalam pelayanan pada perayaan Hari...

Minggu Misi Sedunia ke-100, Umat Tahuna Diajak Bersatu dalam Kristus

TAHUNA – Umat Katolik di Gereja Santo Yohanes Rasul Tahuna merayakan Hari Minggu Misi...

RD. Frantosius Kadoang: Kasih dan Komitmen Menjadi Fondasi Kehidupan Perkawinan

Tahuna – Kasih, kesetiaan, dan tanggung jawab menjadi fondasi penting dalam membangun kehidupan perkawinan...