BerandaBerita KomsosUskup Manado: Jadilah Kaum Bapak Katolik yang Menjadi Pilar Keluarga, Gereja dan...

Uskup Manado: Jadilah Kaum Bapak Katolik yang Menjadi Pilar Keluarga, Gereja dan Bangsa

Published on

spot_img

BOLTIM – KBK Paroki Tahuna mengikuti Pertemuan Raya dan Konferensi VIII Kaum Bapak Katolik (KBK) Keuskupan Manado dan telah resmi dibuka melalui Perayaan Ekaristi di Paroki Santo Fransiskus Xaverius Guaan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Rabu (1/7/2026). Misa pembukaan dipimpin oleh Uskup Manado MGR Benedictus Estephanus Rolly Untu, MSC bersama para imam dari berbagai paroki di Keuskupan Manado, serta dihadiri ratusan peserta KBK dari seluruh wilayah keuskupan.

Dalam homilinya, Uskup Manado mengajak seluruh Kaum Bapak Katolik untuk menyadari panggilan mereka sebagai pribadi yang dipilih Allah untuk menghadirkan kasih, persatuan, dan pengharapan di tengah keluarga, Gereja, dan masyarakat.

Mengacu pada bacaan Injil tentang Yesus yang menenangkan badai, Uskup menegaskan bahwa kehidupan tidak pernah lepas dari berbagai “badai”. Tantangan ekonomi, persoalan keluarga, dinamika sosial, hingga perubahan zaman sering kali mengguncang iman. Namun, seorang bapak Katolik tidak boleh dikuasai rasa takut, melainkan tetap berpegang teguh pada Kristus yang selalu hadir di dalam “perahu” kehidupan.

“Yesus tidak pernah meninggalkan kita. Ketika badai datang, Dia mengajarkan kita untuk tetap percaya. Iman yang kuat akan melahirkan keluarga yang kuat, Gereja yang hidup, dan masyarakat yang penuh harapan,” pesan Uskup.

Uskup juga menekankan bahwa Kaum Bapak Katolik tidak hanya dipanggil menjadi pencari nafkah, tetapi juga menjadi teladan iman bagi istri, anak-anak, dan lingkungan sekitar. Kepemimpinan seorang bapak, katanya, pertama-tama diwujudkan melalui kasih, kejujuran, kerendahan hati, serta kesediaan melayani.

Pertemuan Raya dan Konferensi VIII KBK ini diharapkan tidak sekadar menjadi agenda organisasi, tetapi menjadi momentum pembaruan spiritual yang menghasilkan komitmen nyata dalam kehidupan sehari-hari.

“Setelah kembali ke paroki masing-masing, hendaknya setiap peserta membawa semangat baru untuk membangun keluarga yang semakin kokoh dalam iman, menghidupkan pelayanan di lingkungan dan paroki, serta menjadi saksi Kristus di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Mengakhiri homilinya, Uskup mengajak seluruh peserta untuk memohon tuntunan Roh Kudus agar seluruh rangkaian Pertemuan Raya dan Konferensi VIII berjalan dengan lancar, menghasilkan keputusan-keputusan yang bijaksana, serta semakin memperkuat persaudaraan Kaum Bapak Katolik sebagai mitra Gereja dalam mewartakan Injil. Perayaan Ekaristi berlangsung dengan khidmat dan penuh sukacita, menandai dimulainya rangkaian Pertemuan Raya dan Konferensi VIII KBK Keuskupan Manado yang akan berlangsung 01-04 Juli 2026 di Paroki Santo Fransiskus Xaverius Guaan. (Riko)

KONTEN POPULER

Latest articles

Legio Christi Ambil Bagian dalam Perayaan Hari Minggu Misi Sedunia ke-100

TAHUNA – Kelompok Kategorial Legio Christi (LC) mengambil bagian dalam pelayanan pada perayaan Hari...

Minggu Misi Sedunia ke-100, Umat Tahuna Diajak Bersatu dalam Kristus

TAHUNA – Umat Katolik di Gereja Santo Yohanes Rasul Tahuna merayakan Hari Minggu Misi...

RD. Frantosius Kadoang: Kasih dan Komitmen Menjadi Fondasi Kehidupan Perkawinan

Tahuna – Kasih, kesetiaan, dan tanggung jawab menjadi fondasi penting dalam membangun kehidupan perkawinan...

Menteri Agama Serahkan KMA Kepanitiaan Pesparani Katolik Nasional IV kepada Panitia

Jakarta, 29 September 2026 — Menteri Agama Nasaruddin Umar secara resmi menyerahkan Keputusan Menteri...

More like this

Legio Christi Ambil Bagian dalam Perayaan Hari Minggu Misi Sedunia ke-100

TAHUNA – Kelompok Kategorial Legio Christi (LC) mengambil bagian dalam pelayanan pada perayaan Hari...

Minggu Misi Sedunia ke-100, Umat Tahuna Diajak Bersatu dalam Kristus

TAHUNA – Umat Katolik di Gereja Santo Yohanes Rasul Tahuna merayakan Hari Minggu Misi...

RD. Frantosius Kadoang: Kasih dan Komitmen Menjadi Fondasi Kehidupan Perkawinan

Tahuna – Kasih, kesetiaan, dan tanggung jawab menjadi fondasi penting dalam membangun kehidupan perkawinan...