BerandaBerita KomsosHidup Sesuai Jalan Kristus, Miliki Kerinduan dan Harapan untuk Masa Depan Dalam...

Hidup Sesuai Jalan Kristus, Miliki Kerinduan dan Harapan untuk Masa Depan Dalam Rumah Bapa di Surga

Published on

spot_img

Manado – “Kita perlu serius dengan iman kita. Kita perlu menjaga hidup kita agar sesuai dengan jalan Kristus, supaya kelak kita termasuk yang dibangkitkan dan dikumpulkan,”

Hal ini ditegaskan Pastor Johanis Ohoitimur, MSC dalam renungan pada Misa kedua, Minggu Biasa XXXIII, bertempat di Aula St Mikael, Minggu (17/11/2024).

“Hari ini adalah hari Minggu terakhir, sebelum hari Minggu depan kita merayakan Hari Raya Tuhan kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam, puncak tahun liturgi Gereja,” tuturnya.

Bacaan-bacaan Kitab Suci (KS) hari ini mengingatkan hal yang serius tentang hidup kita di dunia.

“Hidup kita di dunia ini suatu saat akan berakhir. Dunia berakhir pada akhir zaman, dunia kiamat; dan hidup kita masing-masing juga akan berakhir, saat kita meninggal dunia. Dunia ini dan hidup kita hanyalah sementara saja, tidak kekal, tidak abadi. Dan setiap kali ada orang di antara kita yang meninggal dunia, kita ingat, kita disadarkan bahwa kematian itu akan menjadi jalan kita masing-masing. Maka betapa bergunanya kita melayat tetangga atau sesama umat yang meninggal, tidak saja untuk berbagi beban duka, tetapi untuk menyadarkan kita, bahwa kematiannya adalah jalan kita juga,” urainya.

Akhir dunia digambarkan dalam Injil sebagai suatu peristiwa yang sangat dahsyat: “matahari menjadi gelap, bulan tidak bercahaya, bintang-bintang berjatuhan dari langit; kuasa-kuasa langit akan guncang”. Bacaan I: “suatu kesesakan besar akan terjadi”. Itulah gambaran akhir dunia, sangat suram, gelap, dunia ini hancur!

Menurut Pastor Yong, tetapi ada kabar baiknya, dalam Injil: pada waktu semua itu terjadi, “kita akan melihat Putra Manusia datang di awan-awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya”. Pada waktu itu Ia akan menyuruh malaikat-malaikat keluar untuk mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari seluruh muka bumi. Dalam bacaan I: mereka yang telah mati akan bangun, bangkit!

Apa pesan bagi kita? Kematian pribadi, dan kehancuran dunia, bukanlah akhir segala-galanya. Yesus mengajarkan kepada kita pengikut-pengikut-Nya, bahwa kita mempunyai masa depan, bahwa dunia bukanlah masa depan kita.

“Masa depan kita adalah perjumpaan dengan Putra Manusia dalam kemuliaan. Maka hidup kita harus diarahkan ke sana,” ujarnya.

Hari ini kita diingatkan bahwa orang Kristen adalah orang yang optimis, orang yang bersemangat, punya masa depan gemilang, punya harapan untuk diterima dan disatukan oleh Yesus dalam kerajaan Bapa-Nya. 

Diawal homilinya Pastor Yong mengungkapkan, kemarin pagi ada misa pemakaman umat kita, bapak Leopold Monoarfa. Selama 3 hari duka sejak almarhum meninggal, banyak umat datang melayat.

“Kemarin sesudah misa di rumah duka, saya merenungkan mengenai berbagai kesaksian tentang kehidupan almarhum. Hal yang mencolok ialah agaknya, sejak isterinya, Mieke Sudewa, meninggal, pak Leo ini menyimpan dukacita dan kerinduan yang sangat besar. Ia ingin berjumpa kembali dengan isterinya,” paparnya.

Lanjut Pastor Yong, ketika ia menyadari bahwa kondisi kesehatannya menurun, ia tahu bahwa waktu untuk meninggalkan dunia ini makin dekat, dan kerinduan untuk berjumpa dengan isterinya itu makin kuat. Ia punya kerinduan besar untuk meninggalkan dunia fana ini dan pergi ke rumah Bapa di mana isterinya berada.

“Hal yang ingin saya garis bawahi di sini ialah kerinduan dan harapan untuk masa depan dalam rumah Bapa di surga,” tandasnya.

Almarhum Leo Monoarfa merindukan pertemuan dengan isterinya di rumah Bapa.

“Hendaknya kita juga punya kerinduan akan masa depan di surga,” harapnya.(man repi)

KONTEN POPULER

Latest articles

Umat WR Sta. Lidwina GPI Bantu Masyarakat di Stasi Kima Atas dan Stasi Mapanget Barat

Umat Wilayah Rohani Santa Lidwina, Paroki Bunda Teresa Calcutta Griya Paniki Indah (GPI) mengadakan...

Minggu Panggilan: Saat Umat Diteguhkan untuk Menjawab Suara Sang Gembala

Tahuna – Suasana penuh hikmat mewarnai Perayaan Ekaristi Minggu Paskah IV, yang juga dikenal...

Rayaan HUT ke-30 Imamat, Pastor Jan Koraag Berpisah dengan Umat Paroki GPI

Hari Ulang Tahun Imamat ke-30 menjadi momen kegembiraan dan haru bagi Pastor Jan Silvianus...

Anggota LC Paroki Tahuna Terima Atribut. Pastor Jacob: LC Jadi Panutan di Tengah Umat

Tahuna – Perayaan Ekaristi memperingati Santo Georgius sekaligus penyerahan atribut bagi anggota Legio Christi...

More like this

Umat WR Sta. Lidwina GPI Bantu Masyarakat di Stasi Kima Atas dan Stasi Mapanget Barat

Umat Wilayah Rohani Santa Lidwina, Paroki Bunda Teresa Calcutta Griya Paniki Indah (GPI) mengadakan...

Minggu Panggilan: Saat Umat Diteguhkan untuk Menjawab Suara Sang Gembala

Tahuna – Suasana penuh hikmat mewarnai Perayaan Ekaristi Minggu Paskah IV, yang juga dikenal...

Rayaan HUT ke-30 Imamat, Pastor Jan Koraag Berpisah dengan Umat Paroki GPI

Hari Ulang Tahun Imamat ke-30 menjadi momen kegembiraan dan haru bagi Pastor Jan Silvianus...