BerandaBerita KomsosPastor Yong: Anak dan Remaja Adalah Harapan Gereja dan Dunia

Pastor Yong: Anak dan Remaja Adalah Harapan Gereja dan Dunia

Published on

spot_img

Manado – “Anak-anak dan remaja adalah harapan Gereja dan dunia. Pengertian dan iman mereka perlu berkembang, agar mereka menjadi cahaya dalam keluarga, di sekolah, dan dalam pergaulannya. Merekalah harapan kita, dan mereka sendiri perlu dibimbing untuk memiliki harapan dalam Kristus,”

Hal ini diungkapkan Pastor Johanis Ohoitimur, MSC (Yong) dalam homili pada Misa Kedua Hari Raya Penampakan Tuhan dan Hari Anak Misioner Sedunia ke-182, bertempat di Gedung Gereja St Mikael Perkamil – Manado, Minggu (05/01/2025).

Menurut Pastor Yong, hari ini Gereja Katolik merayakan Hari Raya Penampakan Tuhan, yaitu perayaan liturgis Gereja dalam rangka memperingati peristiwa kanak-kanak Yesus di Betlehem dikunjungi oleh para majus, tiga raja dari Timur: Caspar, Melkior dan Balthasar. 

“Dalam rangka kunjungan tiga orang majus itu, hari ini Gereja Katolik juga merayakan ‘Hari Anak Misioner Sedunia ke-182’ dengan tema Anak Misioner ‘Ziarah Harapan dari Hati ke Hati’. Pesta ini dipersembahkan kepada Serikat Kepausan Anak-anak Misioner (Sekami), yaitu gerakan untuk mendidik anak-anak kecil dalam ‘mencari Yesus’. Mereka dilatih untuk punya semangat berjalan mencari Yesus, menyembah Dia, dan bertumbuh dalam Yesus. Mereka dilatih untuk menyimpan Yesus dalam hatinya dan membagi pengalaman iman melalui perjumpaan dengan orang lain dari hati ke hati,” urainya.

Lanjut Pastor Yong, bagaimana agar kita dan anak-anak kita selalu seperti orang-orang majus? Apa yang perlu kita lakukan untuk selalu tetap berusaha mencari Yesus? Marilah kita merenungkan teks KS.

Dalam bacaan pertama nabi Yesaya mengajak kita, katanya: ”Angkatlah mukamu dan lihatlah ke sekelilingmu!” (Yes 60:4). Mengangkat muka dan melihat ke sekeliling berarti tidak terpusat pada diri sendiri, tetapi melihat kepada orang lain, kepada alam semesta dan kepada Tuhan,” tuturnya.

Dikatakan Pastor Yong, dalam Injil hari ini kita melihat tiga sikap berbeda berbeda terhadap kelahiran Yesus.

“Para imam dan ahli taurat Yahudi: mereka tahu bahwa Yesus akan lahir di Betlehem, tapi mereka tidak peduli, mereka tidak mencari Yesus, karena mereka tertutup dan terpusat pada keselamatan diri sendiri. Mereka tidak ingin mencari Yesus, karena mengikuti pikiran dan keinginannya sendiri. Inilah sikap orang beriman yang acuh tak acuh, sibuk dengan diri sendiri, tidak peduli pada peristiwa-peristiwa iman,” ujarnya.

Lanjut Pastor Yong, Raja Herodes mencari Yesus, tetapi dengan rasa takut, dengan kekhawatiran, bahwa raja yang baru menjadi ancaman bagi kekuasaan. Inilah tipe orang yang hidup penuh kekhawatiran, rasa takut, sehingga memiliki sikap negatif terhadap orang lain dan Tuhan. Herodes ingin membunuh kanak-kanak Yesus. Herodes mencari Yesus dengan rasa takut, terancam dan dituntun oleh kepentingan pribadinya sendiri.

“Orang-orang majus, mereka mencari Tuhan dengan gembira, tulus, jujur, dan mempersembahkan dirinya kepada Tuhan. Mereka mencari Yesus dengan sukacita dan rasa ingin tahu yang dituntun oleh Allah. Mereka dituntun oleh imannya, mau bertanya tentang ajaran imannya, dan perjumpaan dengan Yesus membuat mereka berubah, jelasnya. 

Pastor Yong menyatakan, hari ini kita berdoa secara khusus bagi para orang tua dan guru-guru agar mampu mendidik anak-anak untuk menjadi anak-anak dengan semangat misioner. Kita tahu bahwa anak-anak zaman sekarang punya mentalitas yang sangat terpusat pada diri sendiri. Apalagi dengan barang-barang elektronik di zaman sekarang, anak-anak kita cenderung terkurung dalam diri sendiri, terkurung dengan games, terkurung di kamar, dan cenderung mengabaikan orang lain. Anak-anak sekarang tidak mudah ‘mengangkat muka dan melihat ke sekeliling’. 

“Kita sebagai orang tua, guru dan pembina Sekami, kita perlu membimbing anak-anak kita dalam Gereja, agar mereka bangga menjadi Katolik, bertumbuh dalam pengetahuan ajaran iman, melatih kebiasaan-kebiasaan kristiani seperti berdoa dan melakukan perbuatan-perbuatan baik. Baiklah kita tidak menjadi penghalang bagi anak-anak untuk mengenal Kristus dan mengembangkan imannya. Karena anak-anak dan remaja adalah harapan Gereja dan dunia.”(man repi)

KONTEN POPULER

Latest articles

Umat WR Sta. Lidwina GPI Bantu Masyarakat di Stasi Kima Atas dan Stasi Mapanget Barat

Umat Wilayah Rohani Santa Lidwina, Paroki Bunda Teresa Calcutta Griya Paniki Indah (GPI) mengadakan...

Minggu Panggilan: Saat Umat Diteguhkan untuk Menjawab Suara Sang Gembala

Tahuna – Suasana penuh hikmat mewarnai Perayaan Ekaristi Minggu Paskah IV, yang juga dikenal...

Anggota LC Paroki Tahuna Terima Atribut. Pastor Jacob: LC Jadi Panutan di Tengah Umat

Tahuna – Perayaan Ekaristi memperingati Santo Georgius sekaligus penyerahan atribut bagi anggota Legio Christi...

WKRI Bunda Teresa Calcutta GPI Gelar Penyuluhan Hukum Tentang Bullying dan KDRT

Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Cabang Bunda Teresa Calcutta Griya Paniki Indah (GPI) melaksanakan...

More like this

Umat WR Sta. Lidwina GPI Bantu Masyarakat di Stasi Kima Atas dan Stasi Mapanget Barat

Umat Wilayah Rohani Santa Lidwina, Paroki Bunda Teresa Calcutta Griya Paniki Indah (GPI) mengadakan...

Minggu Panggilan: Saat Umat Diteguhkan untuk Menjawab Suara Sang Gembala

Tahuna – Suasana penuh hikmat mewarnai Perayaan Ekaristi Minggu Paskah IV, yang juga dikenal...

Anggota LC Paroki Tahuna Terima Atribut. Pastor Jacob: LC Jadi Panutan di Tengah Umat

Tahuna – Perayaan Ekaristi memperingati Santo Georgius sekaligus penyerahan atribut bagi anggota Legio Christi...