Komsosmanado.com – Suasana penuh kehangatan dan semangat kebersamaan menyelimuti hari pertama Temu Vikjen Nusantara 2025 yang digelar di Keuskupan Manado. Dengan mengusung tema “Peziarah Pengharapan: Membangun Persaudaraan, Kerjasama, dan Pemberdayaan”, acara ini menjadi wadah bagi para Vikaris Jenderal dari berbagai keuskupan di Indonesia untuk berdiskusi dan memperkuat sinergi pastoral, (03/02/2025).

Acara resmi dibuka dengan Misa Pembukaan yang dipimpin oleh Uskup Keuskupan Manado, Mgr. Rolly Untu MSC, di Kapel Komisi Kateketik, Lotta. Dalam khotbahnya, Mgr. Rolly mengangkat permenungan dari Bacaan Injil Markus 5:1-20, yang mengisahkan bagaimana Yesus membebaskan seorang yang kerasukan roh jahat. Uskup menekankan bahwa perjumpaan ini mengajak semua peserta untuk merenungkan kembali tanda-tanda kehadiran Tuhan dalam karya mereka serta membuka diri terhadap kasih yang nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Seusai misa, Uskup Rolly memberikan berkat Santo Blasius kepada seluruh peserta dan menyampaikan sambutan resmi. Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi kehadiran para Vikjen se-Nusantara, khususnya Pastor Wilhelmus Thome, Pr, yang baru diangkat sebagai Vikjen Keuskupan Manado pada tanggal 22 November 2024 namun telah berhasil menyelenggarakan pertemuan ini di Manado. Uskup juga mengisahkan sejarah Lotta, tempat berlangsungnya pertemuan, yang dahulu sempat ditinggalkan akibat wabah penyakit tetapi kini berkembang menjadi pusat pastoral yang penting dalam Keuskupan Manado. Beliau juga menyoroti pertumbuhan gereja Katolik di Minahasa serta berbagai tarekat dan lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan keuskupan.

Selanjutnya, RD. Samuel Pangestu dari Keuskupan Agung Jakarta menyampaikan sapaan khusus. Romo Samuel mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya Temu Vikjen Nusantara di Manado, yang awalnya direncanakan di Makassar tetapi mengalami perubahan karena alasan tertentu. Romo Samuel menjelaskan bahwa awalnya pertemuan ini hanya melibatkan para Vikjen di Regio Pulau Jawa, namun kemudian berkembang hingga akhirnya menjadi pertemuan berskala nasional. Sejak 2018 di Kupang dan 2019 di Palembang, pertemuan ini terus menjadi ajang berbagi pengalaman dan memperkuat kerjasama pastoral antar-keuskupan. Ia menekankan pentingnya kerja sama dalam pelayanan Gereja yang satu, kudus, dan apostolik, dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan bersama serta memperkuat solidaritas di antara para Vikjen.
Pertemuan ini dihadiri oleh para peserta dari berbagai keuskupan di Indonesia, yaitu Keuskupan Agats, Keuskupan Maumere, Keuskupan Weetebula, Keuskupan Sintang, Keuskupan Agung Merauke, Keuskupan Manokowari Sorong, Keuskupan Agung Palembang, Keuskupan Agung Jakarta, Keuskupan Bandung, Keuskupan Bogor, Keuskupan Banjarmasin, Keuskupan Palangkaraya, Keuskupan Jayapura, Keuskupan Amboina, dan Keuskupan Agung Kupang.

Setelah sesi sambutan, para peserta menikmati makan malam bersama, sebelum berlanjut ke Welcome Ceremony yang menjadi momen perkenalan serta penguatan persaudaraan antar-keuskupan.
Hari pertama ini menjadi awal dari rangkaian kegiatan penuh makna yang akan berlangsung hingga 6 Februari 2025. Para peserta akan terlibat dalam berbagai sesi diskusi, refleksi, serta rekreasi bersama, yang bertujuan untuk semakin mempererat ikatan persaudaraan dan merumuskan langkah-langkah strategis bagi Gereja di Indonesia.

