Manado – “Sabda Tuhan hari ini menjelaskan makna hidup bagai pohon dan buah. Buah yang baik berasal dari pohon yang baik dan pohon yang baik akan menghasilkan buah yang baik,”
Hal ini diungkapkan Selebaran Pastor Rekan, RD Theodorus Michael Palit (Theo) pada Misa ketiga (jam 18.00 Wita), Hari Minggu Biasa VIII, bertempat di Gedung Gereja St Mikael Perkamil, Minggu, (02/03/2025).
Menurut Pastor Theo, pohon yang tumbuh sehat, tidak terserang hama, pada waktunya akan menghasilkan buah yang berkualitas tinggi. Begitu juga dengan kita manusia, kalau kita tumbuh dengan baik yakni hati bersih, pikiran lurus, jiwa dan batin murni.
“Kita akan memancarkan buah-buah hidup yang baik. Apa itu? Perkataan yang jujur, perbuatan yang tulus. Orang akan selalu berkata benar dan apa yang diucapkan sesuai dengan apa yang ia lakukan dalam hidup. Bukan sebaliknya, enak didengar tapi orang bilang ‘dengar jo’, percaya jangan!?,”
Lanjutnya, perbuatan yang tulus akan mendatangkan sukacita bagi diri sendiri dan orang-orang disekitar karena niatnya baik.
Sebaliknya kalau kita bukan orang yang baik, hati kita penuh dengan kebencian, pikiran kita kotor, jiwa kita ada gangguan.
“Kita bisa lihat pasti perbuatannya tidak baik, suka menyakiti orang, egois, sombong, keberadaannya akan mendatangkan kerugian. Orang yang tidak baik akan selalu melihat kekurangan orang lain, sudah begitu, ia akan menceritakan keburukan orang lain,” urainya.
Pastor Theo menyatakan, dalam hidup zaman ini, banyak yang begini. Suka sekali bicara buruk tentang orang lain. Kalo ada tamang (teman) yang ta salah, dapa sosere (mengejek). Kalo ada birman (tetangga) beli ini atau itu, jadi cerita. Padahal diri sendiri demikian.
“Ini persis yang dikatakan Tuhan Yesus mengenai selumbar dan balok. ‘Ba kaca kwa.’ Zaman sekarang perlu kontrol diri dan kontrol bibir,” tegasnya.
Bacaan pertama Pitra Sirakh, bicara orang yang menyatakan isi hati, orang berbicara jadi batu ujian.
“Mau lihat isi hati seseorang perhatikan apa yang disampaikan. Keburukannya bisa dilihat dari apa yang disampaikan. Maka dari itu, mari milikilah hati yang baik dan tulus, milikilah pikiran yang lurus dan bersih, milikilah jiwa yang murni dan suci,” jelasnya.
Bacaan kedua berisi, supaya kita tidak menjadi munafik dan keselamatan yang telah diberikan oleh Tuhan Yesus lewat peristiwa salib-Nya, benar dan kita peroleh.
“Jangan lagi kita mengikat diri kita pada maut, karena perkataan-perkataan dan perbuatan yang tidak benar. Mari kita tingkatkan kualitas kita sebagai orang baik, supaya kita menghasilkan buah-buah yang baik. Rahmat Allah menolong kita. Amin,” tandas Pastor Theo.(man repi)
