BerandaBerita KomsosPesan Pertobatan di Minggu Prapaskah IV, Umat Paroki GPI Diajak Merenungkan Kasih...

Pesan Pertobatan di Minggu Prapaskah IV, Umat Paroki GPI Diajak Merenungkan Kasih Bapa

Published on

spot_img

Dalam perayaan Ekaristi Hari Minggu Prapaskah IV pada 30 Maret 2025, Pastor Fransiscus Antonio Runtu mengajak umat untuk merenungkan makna sejati dari masa Prapaskah melalui kasih Bapa. 

Mengacu pada Bacaan II dari 2 Korintus 5:17-21 dan Injil Lukas 15:1-3, 11-32, Pastor Angki Runtu, menekankan bahwa perjalanan Prapaskah bukan hanya tentang puasa dan pantang, tetapi sebagai sarana untuk merayakan Paskah yang merupakan perayaan sepanjang hidup.

“Perziarahan kita masa prapaskah itu bukan hanya puasa dan pantang tetapi itu hanya sarana. Prapaskah itu untuk paskah. Paskah itu perayaan sepanjang hidup,” sebut Pastor Angki. 

Pastor Angki Runtu mengingatkan umat akan kebaikan Allah sebagai Bapa yang selalu menerima kita kembali, meskipun kita pernah tersesat. 

“Hari ini kita diajak untuk menyegarkan kembali keyakinan kita terhadap Allah sebagai Bapa yang baik. Bacaan hari ini membicarakan anak yang hilang. Kita hilang dan kembali atau suatu pertobatan. Hanya orang kristiani yang menyebut Allah itu Bapa. Kebaikan Bapa memberi kebebasan dengan menerima konsekuensi. Kebaikan Bapa menerima kembali anaknya yang telah menyia-nyiakan kebaikan Bapa, dan itulah kegembiraan. Bapa menerima dan menyambut kembali anaknya yang hilang,” ungkapnya.

Dalam renungannya, beliau menyoroti pentingnya memaafkan dan mengenali dosa-dosa kita sebagai langkah menuju pertobatan. Ia menekankan bahwa mengampuni bukan hanya tentang membebaskan orang lain dari kesalahan, tetapi juga tentang menerima pengalaman hidup kita sendiri.

“Susah melihat orang senang, atau senang membuat orang susah. Inilah yang nampak dari si sulung. Ini berarti paling sulit memaafkan. Sakramen tobat itu memaafkan, tetapi sulit bagi kita yang tidak bisa memaafkan orang lain. Kita harus mengetahui dosa apa yang kita perbuat dan itu yang kita akui. Kita mau berbalik kepada Allah karena kita mengimani Allah maha baik. Mengampuni berarti tidak membiarkan kesalahan orang. Mengampuni berarti belajar menerima bahwa apa yang saya alami sebagai bagian kehidupan saya. Kalau kita mengalami yang buruk maka jangan buat kepada orang lain,” tukasnya.(Roy)

KONTEN POPULER

Latest articles

Umat WR Sta. Lidwina GPI Bantu Masyarakat di Stasi Kima Atas dan Stasi Mapanget Barat

Umat Wilayah Rohani Santa Lidwina, Paroki Bunda Teresa Calcutta Griya Paniki Indah (GPI) mengadakan...

Minggu Panggilan: Saat Umat Diteguhkan untuk Menjawab Suara Sang Gembala

Tahuna – Suasana penuh hikmat mewarnai Perayaan Ekaristi Minggu Paskah IV, yang juga dikenal...

Rayaan HUT ke-30 Imamat, Pastor Jan Koraag Berpisah dengan Umat Paroki GPI

Hari Ulang Tahun Imamat ke-30 menjadi momen kegembiraan dan haru bagi Pastor Jan Silvianus...

Anggota LC Paroki Tahuna Terima Atribut. Pastor Jacob: LC Jadi Panutan di Tengah Umat

Tahuna – Perayaan Ekaristi memperingati Santo Georgius sekaligus penyerahan atribut bagi anggota Legio Christi...

More like this

Umat WR Sta. Lidwina GPI Bantu Masyarakat di Stasi Kima Atas dan Stasi Mapanget Barat

Umat Wilayah Rohani Santa Lidwina, Paroki Bunda Teresa Calcutta Griya Paniki Indah (GPI) mengadakan...

Minggu Panggilan: Saat Umat Diteguhkan untuk Menjawab Suara Sang Gembala

Tahuna – Suasana penuh hikmat mewarnai Perayaan Ekaristi Minggu Paskah IV, yang juga dikenal...

Rayaan HUT ke-30 Imamat, Pastor Jan Koraag Berpisah dengan Umat Paroki GPI

Hari Ulang Tahun Imamat ke-30 menjadi momen kegembiraan dan haru bagi Pastor Jan Silvianus...