“Pater Joseph Pontoan, MSC selaku Pastor Paroki, berharap agar katakese umat dilakukan dalam setiap pertemuan BKSN di wilayah Rohani dan Stasi. Bukan khotbah tetapi percakapan mengenai materi diantara umat yang hadir. Animator hanya memberikan poit yang melatar-belakangi topik diskusi dalam setiap pertemuan”Harapan ini disampaikan saat pembukaan kegiatan Pembekalan Bulan Kitab Suci 2025 di Aula Paroki Ratu Rosari Suci Tuminting, Sabtu, 30 Agustus 2025.
Tema BSKN 2025 adalah ALLAH, Sumber Pembaruan Relasi Dalam Hidup, dengan ayat emas yang dikutip dari kitab Nabi Zakharia, “Kembalilah kepada-Ku, maka Aku pun akan kembali kepadamu” (Za. 1:3). Dalam BKSN 2025, kita akan bersama-sama menggali nilai-nilai rohani dari nubuat dua nabi dalam Perjanjian Lama, yaitu Zakharia dan Maleakhi, hal ini dijelaskan secara rinci dalam buku BKSN 2025.
Dalam Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) di bulan September 2025, kita diajak untuk menggali kembali nilai-nilai pembaruan dan transformasi hidup. Sebagai pengikut Kristus, kita percaya, Kitab Suci memuat Sabda Allah dan warisan rohani luhur yang dapat membantu kita untuk berproses dalam pembaruan hidup. Dalam kerjasama dengan seluruh Komisi Kerasulan Kitab Suci di semua keuskupan di Indonesia, Lembaga Biblika Indonesia mengajak umat Katolik untuk meluangkan waktu sejenak untuk semakin mengenal Allah dan kehendak-Nya dalam Sabda-Nya dalam BKSN di bulan September 2025
Pembekalan BKSN 2025, materi dibawakan oleh 2 orang Narasumber yakni oleh Emmanuel “Guntur” Narahawarin staf Kemenag Kota Manado dan Agustinus “Iwan” Lalamentik, yang adalah Katekis Keuskupan Manado.
Di akhir pemaparan, Bapak Iwan menitipkan harapan juga ”semoga BKSN 2025 sungguh menjadi moment yang berharga bagi kita untuk berkumpul bersama dalam komunitas-komunitas basis dalam merenungkan kebenaran Sabda Tuhan yang diwartakan oleh Nabi Zakaria dan Maleakhi.
Kegiatan ini diikuti oleh 71 peserta dari 34 Wilayah Rohani dan Stasi. Kehadiran peserta bisa mewartakan kabas sukacita Injil bagi umat-umat wilayah rohani dan stasi. Dalam kegiatan inijuga metode yang digunakan paparan materi dan diskusi kelompok terkait materi yang dibahas, sehingga peserta lebih aktif, belajar sambil mempraktekkan apa yang sudah diterima.








