VATIKAN – Paus Leo XIV menyampaikan keprihatinan mendalam atas situasi konflik yang terus memanas di kawasan Timur Tengah. Dalam doa Angelus di St. Peter’s Square, Minggu (9/3), Paus menyerukan agar perang segera dihentikan dan semua pihak membuka jalan dialog demi perdamaian.
Berbicara di hadapan sekitar 15.000 peziarah yang berkumpul di Lapangan Santo Petrus, Paus mengatakan bahwa berita-berita yang datang dari kawasan tersebut menimbulkan kesedihan yang mendalam. Ia menilai eskalasi kekerasan hanya akan membawa kehancuran serta memperluas rasa takut dan kebencian di tengah masyarakat.
Paus secara khusus menyinggung situasi di Iran dan wilayah sekitarnya yang tengah dilanda ketegangan. Ia juga mengungkapkan kekhawatiran terhadap kondisi di Lebanon, yang disebutnya sebagai “negeri yang terkasih”.
Menurut Paus, konflik yang terus berlangsung berpotensi memperburuk stabilitas kawasan dan menambah penderitaan rakyat sipil. Karena itu, ia mengajak seluruh umat beriman untuk berdoa agar kekerasan segera dihentikan.
“Semoga suara bom berhenti, senjata dibungkam, dan ruang dialog dibuka sehingga suara rakyat dapat didengar,” ungkap Paus.
Ia menegaskan bahwa perdamaian tidak dapat dibangun melalui ancaman maupun penggunaan senjata. Cara-cara tersebut, kata Paus, hanya akan membawa kehancuran, penderitaan, dan kematian.
Sebaliknya, Paus menekankan bahwa perdamaian sejati hanya dapat terwujud melalui dialog yang tulus, rasional, dan bertanggung jawab. Ia juga mengingatkan bahwa jika kekerasan terus meningkat tanpa kendali, dunia berisiko menghadapi tragedi yang lebih besar.
Menutup pesannya, Paus mempercayakan doa bagi perdamaian kepada Maria, Ratu Perdamaian, agar mereka yang menderita akibat perang memperoleh penghiburan dan hati manusia dibimbing menuju rekonsiliasi serta harapan.
Sumber : Vatican News
