Hari ini kita diajak untuk merenungkan tentang kekhawatiran yang sering kita alami dalam hidup. Sebagai manusia, wajar jika kita merasa cemas tentang masa depan, tugas, hubungan dengan orang lain, atau hal-hal yang belum pasti. Namun, jika kekhawatiran itu dibiarkan menguasai hati, kita bisa kehilangan damai dan sukacita.
Sering kali kita ingin mengendalikan segala sesuatu agar berjalan sesuai rencana kita. Kita merasa aman jika semuanya pasti dan jelas. Tetapi kenyataannya, hidup tidak selalu seperti yang kita harapkan. Ada banyak hal yang berada di luar kendali kita. Di sinilah kita diajak untuk belajar percaya dan mengandalkan Tuhan, bukan hanya pada saat semuanya baik-baik saja, tetapi justru ketika kita merasa tidak pasti.
Mengandalkan Tuhan bukan berarti kita tidak berusaha. Kita tetap harus melakukan bagian kita dengan sebaik mungkin—belajar, bekerja, dan bertanggung jawab. Namun setelah itu, kita belajar menyerahkan hasilnya kepada Tuhan. Kita percaya bahwa Tuhan mengetahui apa yang terbaik bagi kita, bahkan ketika hasilnya tidak sesuai dengan keinginan kita.
Ketika kita mulai mengandalkan Tuhan, hati kita perlahan menjadi lebih tenang. Kita tidak lagi terbebani oleh rasa takut yang berlebihan, karena kita tahu bahwa hidup kita ada dalam penyertaan-Nya. Kita belajar untuk berkata dalam hati, “Tuhan, aku sudah berusaha, sekarang aku percaya Engkau yang akan memimpin langkahku.
Hari ini, cobalah untuk menyerahkan satu kekhawatiran yang sedang kamu rasakan kepada Tuhan. Ucapkan dalam doa, dan percayalah bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkanmu. Ia selalu hadir, membimbing, dan menguatkanmu dalam setiap langkah kehidupanmu.
