BerandaBerita KomsosUskup Rolly Ingatkan Pendidikan Iman Anak Tak Cukup di Gereja

Uskup Rolly Ingatkan Pendidikan Iman Anak Tak Cukup di Gereja

Published on

spot_img

MANADO – Uskup Keuskupan Manado, Mgr. Benedictus Estefanus Rolly Untu, MSC mengingatkan keluarga dan komunitas umat Katolik memiliki peran penting dalam membentuk iman serta karakter anak. Pendidikan iman, menurut dia, tidak cukup hanya diberikan melalui kegiatan gerejawi, tetapi juga melalui berbagai teladan dan pengalaman yang diterima anak setiap hari.

Pesan tersebut disampaikan Uskup Rolly saat menghadiri puncak Pesta Pelindung Paroki Bunda Teresa Calcuta Griya Paniki Indah (GPI), Sabtu (05/09/2026) yang sebelumnya didahului dengan misa penerimaan komuni pertama bagi 75 anak. Misa dipersembahkan oleh Pastor Paroki. Pastor Fransiscus Antonio Runtu, Pr dan Pastor Neomis, Pastor Valentino Pandelaki, Pr.

DJI 20260905173023 0197 D A001 copy.jpg

Uskup Rolly mengatakan momentum Komuni Pertama menjadi bagian penting dalam perjalanan iman anak. Namun, pendampingan setelahnya menjadi hal yang tidak kalah penting karena anak terus menerima berbagai pengaruh dari lingkungan sekitarnya.

“Jadi anak-anak ini mereka bisa menerima komuni pertama melambangkan ini Tuhan yang ada dalam hati mereka, tapi ini adalah gambaran dari apa yang torang makan setiap hari. Bukan hanya makanan fisik, jasmani, tapi rupa-rupa masukan, input yang mereka terima,” katanya.

Karena itu, keluarga dan komunitas umat diharapkan memberikan teladan serta pendampingan secara berkelanjutan. Apa yang dilihat, didengar, dan diterima anak dalam kehidupan sehari-hari dinilai turut membentuk cara berpikir, sikap, dan perjalanan iman mereka.

Selain menyoroti pendidikan iman anak, Uskup Rolly mengajak umat menjadikan semangat pelayanan Bunda Teresa sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Ia menekankan bahwa kasih harus menjadi dasar dalam membangun kepedulian terhadap sesama. Kasih, menurutnya, mendorong seseorang untuk membuka hati dan peka terhadap kebutuhan orang lain.

“Semuanya hanya bisa terjadi karena kasih. Ini teladan dari Bunda Teresa yang melayani. Kalau ada kasih, maka hati itu terbuka, mata itu melihat banyak hal, telinga mendengarkan banyak hal, dan orang akan peduli untuk merawat satu sama lain,” ujarnya.

Uskup Rolly juga mengajak umat memperkuat persaudaraan serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Perayaan pesta pelindung, kata dia, seharusnya tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang untuk menghidupi iman melalui tindakan nyata.

“Saya mengucapkan selamat, proficiat Peristiwa iman dalam cahaya iman untuk pelayanan kasih, merawat bumi, dan membangun persaudaraan dengan sarana yaitu ruang perjumpaan umat,” kata Uskup Rolly.

Ia menilai kepedulian terhadap lingkungan perlu diwujudkan secara konkret. Pesan Paus Fransiscus mengenai bumi sebagai rumah bersama, menurut Uskup Rolly, perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan tidak berhenti pada kegiatan simbolis.

Dikemukakan Pastor Paroki Bunda Teresa Calcutta, Pastor Fransiscus Antonio Runtu, Pr., spiritualitas Bunda Teresa perlu diwujudkan dalam tindakan nyata melalui kepedulian kepada sesama.“Bunda Teresa tidak hanya sebagai pelindung. Tapi memberikan inspirasi kepada kita untuk peduli terhadap sesama dan itulah yang harus kita tradisikan, semangat dari Bunda Teresa,” kata Pastor Angky sapaan akrabnya.

Menurut Pastor Angky, pelayanan paroki membutuhkan keterlibatan seluruh umat. Tugas pelayanan tidak hanya menjadi tanggung jawab pastor atau panitia, tetapi juga pengurus wilayah rohani dan seluruh anggota komunitas.

Keterlibatan tersebut dinilai penting agar semangat pelayanan dan kepedulian yang diwariskan Bunda Teresa dapat terus menjadi bagian dari kehidupan umat.

Koordinator Tim Kerja Pesta Pelindung, Margie Poluan, mengatakan rangkaian perayaan disusun berdasarkan tiga pilar, yakni iman, aksi nyata, dan persaudaraan. Perayaan mengangkat tema “Melayani dengan kasih, merawat bumi, dan bersukacita dalam persaudaraan.”

Sejumlah kegiatan digelar untuk menerjemahkan tema tersebut dalam aksi nyata. Di antaranya perlombaan antarwilayah rohani, pelayanan kesehatan gratis, bazar pangan murah, donor darah, serta kegiatan kepedulian terhadap lingkungan.

Pelayanan kesehatan gratis dilaksanakan pada 25 Agustus 2026 dengan menyasar umat dan masyarakat sekitar Griya Paniki Indah. Dalam kegiatan itu, panitia melibatkan sejumlah rumah sakit, instansi pemerintah, tenaga kesehatan, puskesmas, dan laboratorium.

Sementara program penanaman pohon dan bibit rica belum dapat direalisasikan karena kondisi cuaca dan kemarau panjang. Program tersebut akan diteruskan oleh Dewan Pastoral Paroki.

Rangkaian pesta pelindung ditutup dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba dan pembagian doorprize. Ubi dan pisang juga digunakan sebagai simbol kue ulang tahun untuk menggambarkan hasil bumi sekaligus ungkapan syukur umat.

Margie menyebut keterlibatan umat melalui wilayah rohani dalam rangkaian kegiatan mencapai sekitar 70 persen. Menurutnya, tingkat partisipasi tersebut menjadi salah satu gambaran kuatnya kebersamaan dan persaudaraan umat.

Dalam puncak perayaan tersebut, Uskup Rolly hadir didampingi Asisten Uskup Manado, Pastor Silvianus Koraag Pr. Pastor Silvianus sebelumnya pernah bertugas sebagai pastor rekan di Paroki Bunda Teresa GPI.

Perayaan Pesta Pelindung Paroki Bunda Teresa GPI akhirnya tidak hanya menjadi momentum perayaan iman, tetapi juga menjadi ruang untuk menguatkan peran keluarga dalam pendidikan anak, menghidupi pelayanan kasih, serta membangun kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.(komsosgpi)

KONTEN POPULER

Latest articles

Pastor Jacob Adilang: Kita Tidak Hidup Sendiri, Kita Hidup dalam Komunitas

TAHUNA — Umat Katolik diajak untuk tidak bersikap acuh terhadap sesama, melainkan berani menegur...

Sambut BKSN 2026, Umat Katolik Diajak Mendalami Sosok Yesus Sang Guru Lewat Injil Matius

Manado – Memasuki bulan September, seluruh umat Katolik di Indonesia kembali merayakan Bulan Kitab...

Pastor Paroki Tataaran kunjungi WR. Malaikat Agung Gabriel, Perkuat Persatuan dan Kebersamaan Umat

Pastor Ray Lolowang bersama umat WR. Mailaikat Agung Gabriel

Wilayah Rohani Sta Verena Juarai Lomba Tenis Meja Paroki BTC – GPI

Pesta pelindung Paroki Bunda Teresa Calcutta - Griya Paniki Indah (BTC-GPI) diramaikan dengan Lomba...

More like this

Pastor Jacob Adilang: Kita Tidak Hidup Sendiri, Kita Hidup dalam Komunitas

TAHUNA — Umat Katolik diajak untuk tidak bersikap acuh terhadap sesama, melainkan berani menegur...

Sambut BKSN 2026, Umat Katolik Diajak Mendalami Sosok Yesus Sang Guru Lewat Injil Matius

Manado – Memasuki bulan September, seluruh umat Katolik di Indonesia kembali merayakan Bulan Kitab...

Pastor Paroki Tataaran kunjungi WR. Malaikat Agung Gabriel, Perkuat Persatuan dan Kebersamaan Umat

Pastor Ray Lolowang bersama umat WR. Mailaikat Agung Gabriel