Jakarta — Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik, Kementerian Agama Republik Indonesia, menerima audiensi Komisi Kateketik Konferensi Waligereja Indonesia pada Selasa (25/2). Audiensi ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk memperkuat komitmen peningkatan kompetensi Guru Pendidikan Agama Katolik di Indonesia.
Pertemuan yang berlangsung di kantor Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik tersebut membahas berbagai isu strategis terkait pengembangan sumber daya manusia, khususnya dalam bidang pendidikan agama Katolik. Fokus pembahasan diarahkan pada peningkatan kualitas guru agama melalui pembinaan berkelanjutan, penguatan kompetensi pedagogik, serta dukungan terhadap program Pendidikan Profesi Guru (PPG).
Dalam audiensi tersebut, Ditjen Bimas Katolik menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan Komisi Kateketik KWI dalam rangka menjawab tantangan pendidikan agama Katolik di tengah dinamika sosial dan perkembangan zaman. Guru agama Katolik dipandang memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, iman, dan nilai-nilai kebangsaan peserta didik.
Perwakilan Komisi Kateketik KWI menyampaikan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan Gereja merupakan kunci utama dalam menjamin mutu pendidikan agama Katolik. Sinergi ini diharapkan mampu melahirkan guru-guru agama yang tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga memiliki kepekaan pastoral dan kemampuan pedagogis yang kontekstual.
Audiensi ini juga menjadi ruang dialog untuk menyelaraskan kebijakan pemerintah dengan kebutuhan nyata di lapangan, termasuk dalam hal penyusunan kurikulum, pengembangan modul pembelajaran, serta peningkatan kapasitas guru agama Katolik di berbagai daerah.
Melalui pertemuan ini, Ditjen Bimas Katolik dan Komisi Kateketik KWI sepakat untuk terus memperkuat kerja sama dan koordinasi guna meningkatkan kualitas pendidikan agama Katolik di Indonesia, sejalan dengan upaya membangun sumber daya manusia yang beriman, berkarakter, dan berwawasan kebangsaan.
Sumber https://bimaskatolik.kemenag.go.id/article/berita/227
