BerandaBerita KomsosIbadah Pekan I Pertobatan Ekologis: Refleksi dan Aksi Nyata untuk Keutuhan Ciptaan

Ibadah Pekan I Pertobatan Ekologis: Refleksi dan Aksi Nyata untuk Keutuhan Ciptaan

Published on

spot_img
IMG 20250308 WA0028

Pada Kamis, 6 Maret 2025, Wilayah Rohani Bunda Maria menggelar Ibadah Pekan I Pertobatan Ekologis dengan tema besar “Keutuhan Ciptaan”. Ibadah ini dilaksanakan di rumah Keluarga Manalip Limando. Ibadah ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan rohani yang bertujuan untuk mengajak umat merefleksikan tanggung jawab mereka terhadap lingkungan dalam bingkai iman.

Ibadah dipimpin oleh Ibu Desy Mantiri. Sebagai pemimpin ibadah, beliau tidak hanya membimbing umat dalam doa tetapi juga memberikan dorongan untuk lebih sadar akan pentingnya menjaga alam sebagai bagian dari kehidupan beriman. Sebanyak 27 umat hadir pada kesempatan ini, memberikan suasana yang khusyuk namun penuh kebersamaan.

Bacaan diambil dari Kitab Kejadian 1:26-28, yang menekankan pentingnya manusia sebagai pengelola bumi. Ayat-ayat ini membahas tentang peran manusia yang ditugaskan Tuhan untuk “berkuasa atas ikan-ikan di laut, burung-burung di udara, dan segala binatang yang merayap di bumi.” Pesan dalam bacaan tersebut mengajak umat untuk menyadari bahwa mereka diberi tanggung jawab yang besar dalam menjaga keseimbangan dan keutuhan ciptaan Tuhan.

Setelah bacaan suci dan renungan, sesi sharing menjadi bagian yang paling dinantikan dalam ibadah ini. Dalam sesi ini, umat diberikan kesempatan untuk berbagi pandangan, pengalaman, serta ide terkait Pertobatan Ekologis. Konsep pertobatan ekologis yang menekankan pentingnya perubahan cara berpikir dan bertindak terhadap lingkungan menjadi topik diskusi yang hidup. Banyak argumen menarik muncul, terutama mengenai aksi nyata yang bisa dilakukan oleh setiap umat untuk turut menjaga kelestarian lingkungan.

Beberapa umat menyarankan langkah-langkah kecil namun signifikan, seperti memperbaiki pola hidup dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menanam pohon, serta memilah sampah di rumah masing-masing. Usulan lainnya termasuk mengajak lebih banyak orang terlibat dalam gerakan lingkungan, seperti gotong royong membersihkan lingkungan sekitar dan kampanye kesadaran lingkungan di sekolah-sekolah dan gereja. Sementara itu, ada juga yang mengusulkan perlunya kolaborasi dengan pemerintah setempat dan organisasi lingkungan untuk mengembangkan program-program yang lebih besar, seperti reboisasi hutan dan penggunaan energi terbarukan.

Ibu Desy Mantiri menekankan bahwa pertobatan ekologis bukan hanya tentang tindakan fisik, tetapi juga perubahan hati dan pikiran. “Pertobatan dimulai dari dalam diri kita sendiri. Kita harus merasakan bahwa menjaga lingkungan bukan sekadar tugas, melainkan bagian dari iman kita. Tuhan memberikan bumi ini kepada kita, dan sudah menjadi tugas kita untuk menjaganya,” ujarnya dalam renungannya.

Suasana diskusi penuh dengan semangat positif. Umat merasa terinspirasi dan bertekad untuk melakukan perubahan, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun secara kolektif sebagai komunitas. Momen ini menjadi titik balik bagi banyak umat yang mungkin sebelumnya tidak terlalu memikirkan dampak perilaku mereka terhadap lingkungan.

Selain diskusi yang hangat, ibadah ini juga memberikan ruang bagi umat untuk merenung lebih dalam tentang hubungan spiritual mereka dengan alam. Sebagai makhluk ciptaan, manusia diingatkan untuk hidup selaras dengan alam, tidak hanya mengeksploitasi tetapi juga menjaga dan merawat. Banyak umat yang merasa bahwa ibadah ini menghidupkan kembali kesadaran mereka akan pentingnya menjaga lingkungan, terutama dalam konteks kehidupan rohani.

Ibadah Pekan I Pertobatan Ekologis ini meninggalkan kesan mendalam bagi semua yang hadir. Umat Wilayah Rohani Bunda Maria diharapkan akan terus melanjutkan aksi-aksi nyata dalam menjaga lingkungan, baik secara pribadi maupun komunal. Dengan penuh semangat, mereka pulang dengan tekad baru untuk menjadi pengelola bumi yang lebih bertanggung jawab, selaras dengan panggilan iman mereka.

KONTEN POPULER

Latest articles

Anggota LC Paroki Tahuna Terima Atribut. Pastor Jacob: LC Jadi Panutan di Tengah Umat

Tahuna – Perayaan Ekaristi memperingati Santo Georgius sekaligus penyerahan atribut bagi anggota Legio Christi...

WKRI Bunda Teresa Calcutta GPI Gelar Penyuluhan Hukum Tentang Bullying dan KDRT

Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Cabang Bunda Teresa Calcutta Griya Paniki Indah (GPI) melaksanakan...

KBK Kevikepan Manado Ibadah di Paroki Bunda Teresa Calcutta GPI

Kaum Bapak Katolik (KBK) se-Kevikepan Manado melaksanakan ibadah di Paroki Bunda Teresa Calcutta Griya...

Umat Wilroh Santa Bernadette Keak Rayakan Pesta Pelindung

Banggai – Umat Wilayah Rohani Santa Bernadette Stasi Kerahiman Ilahi Keak merayakan pesta pelindungnya...

More like this

Anggota LC Paroki Tahuna Terima Atribut. Pastor Jacob: LC Jadi Panutan di Tengah Umat

Tahuna – Perayaan Ekaristi memperingati Santo Georgius sekaligus penyerahan atribut bagi anggota Legio Christi...

WKRI Bunda Teresa Calcutta GPI Gelar Penyuluhan Hukum Tentang Bullying dan KDRT

Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Cabang Bunda Teresa Calcutta Griya Paniki Indah (GPI) melaksanakan...

KBK Kevikepan Manado Ibadah di Paroki Bunda Teresa Calcutta GPI

Kaum Bapak Katolik (KBK) se-Kevikepan Manado melaksanakan ibadah di Paroki Bunda Teresa Calcutta Griya...