
Pada hari Selasa, 25 Febuari 2025 wilayah rohani St. Kristoforus mengadakan ibadah rutin yang berlangsung di rumah keluarga Malonda Rotinsulu. Ibadah ini dihadiri oleh 18 umat yang berkumpul untuk bersekutu, berdoa, dan merenungkan firman Tuhan dalam suasana kekeluargaan yang penuh khidmat. Ibadah dipimpin oleh Bapak Terry Sumendap, yang membimbing jalannya ibadah dengan penuh penghayatan.
Ibadah ini dimulai dengan doa pembuka yang mengajak seluruh umat untuk memusatkan hati dan pikiran kepada Tuhan. Setelah itu, umat bersama-sama menyanyikan lagu-lagu pujian yang menguatkan iman dan menambah semangat dalam mengikuti ibadah. Pembacaan Injil diambil dari Markus 9:30-37, yang menjadi dasar renungan pada hari ini.
Dalam renungannya, Bapak Terry Sumendap menyoroti pentingnya pelayanan dalam kehidupan setiap umat Kristen. Tema pelayanan yang diangkat dari bacaan Injil tersebut menekankan ajaran Yesus tentang kebesaran sejati. Yesus mengajarkan kepada murid-murid-Nya bahwa untuk menjadi yang terbesar dalam kerajaan Allah, seseorang harus merendahkan diri dan melayani sesamanya. “Barang siapa ingin menjadi yang pertama, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan menjadi pelayan untuk semua,” ujar Bapak Terry saat membacakan penggalan ayat tersebut.

Yesus memberikan teladan melalui hidup-Nya sendiri, di mana Dia tidak datang untuk dilayani, melainkan untuk melayani. Bapak Terry mengingatkan umat bahwa pelayanan bukan hanya soal pekerjaan fisik, tetapi juga tentang kerendahan hati, kasih, dan kesediaan untuk mengutamakan kepentingan orang lain di atas diri sendiri. Dengan mengikuti teladan Yesus, umat diundang untuk mewujudkan pelayanan tersebut dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam keluarga, gereja, maupun di masyarakat.
Melalui ibadah ini, diharapkan semangat pelayanan yang diajarkan Yesus semakin tumbuh dalam hati setiap umat, sehingga mereka dapat menjadi terang dan garam bagi dunia di sekitar mereka. Ibadah di rumah keluarga Malonda Rotinsulu ini menjadi momen yang penuh makna dan memberikan kekuatan spiritual bagi setiap umat yang hadir.

