Jangan Mencari Pujian Manusia.

0
32

Merenungkan Sabda
Selasa, 09 Juli 2024
Pekan Biasa XIV
(Hos.8:4-7.11-13, Mat.9:32-38)

Jangan Mencari Pujian Manusia

Dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan, jangan tergoda untuk hanya melakukan apa yang disukai orang atau mengerjakan sesuatu supaya menyenangkan hati orang. Kesenangan hanyalah suatu yang relative, sifatnya subyektif. Karena setiap orang punya kesenangan masing-masing. Jadi bekerjalah atau lakukanlah sesuatu sesuai dengan tuntutan pekerjaan itu atau sesuai tanggung jawab yang diberikan. Pujian dan kepuasan dapat diterima sebagai akibat dari pekerjaan yang kita lakukan dengan penuh tanggung jawab.

Tanggapan yang diberikan atas karya yg kita lakukan bisa berupa pujian kekaguman atau pula cibiran merendahkan. Semua respon itu umumnya subyektif. Pujian dan sanjungan bisa diberikan karena mengikuti keinginan orang, bisa juga karena memberikan job yang menguntungkan. Kita mendapat cibiran bibir karena tidak mengikuti keinginan atau kemauan seseorang, atau tidak mendukung ide-ide mereka. Hal ini dapat dirasakan di mana saja kita bertugas, apalagi dalam soal pelayanan. Bagi saya hal ini wajar karena kita tidak bisa menyenangkan hati semua orang, yang penting kita sudah melaksanakan tugas dengan baik dan tulus. Yesus Sang Guru Sejati pun mengalami hal serupa dalam perutusan-Nya. Ada yang memuji penuh kekaguman, ada pula yang mencibir penuh kebencian.

Namun kesejatian hidup Yesus justru terletak pada komitmen (secarata total) untuk mengabdikan diri bagi orang lain, bukan bagi diri-Nya sendiri. Yesus menyadari bahwa panggilan hidup-Nya adalah mewartakan kerajaan Allah, bukan untuk mencari popularitas diri. Hal ini secara membanggakan terungkap dalam perkataan-Nya kepada para murid ketika melihat banyak orang datang berharap pada-Nya, “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada tuan yang mempunyai tuaian supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.” Perkataan tersebut menunjukkan adanya kesadaran yang sungguh-sungguh akan misi perutusan-Nya. Dia tidak terlalu perduli dengan perkataan orang, tidak terlalu merespon tanggapan orang terhadap karya-karya-Nya. Yang penting bagi Yesus adalah Warta Keselamatan tersampaikan dan banyak orang yang mendapat kebaikan (keselamatan) dari kehadiraNya.

Semangat seperti itulah yang semestinya menjadi inspirasi dan pedoman bertindak bagi para murid-Nya, termasuk kita yang mendapat perutusan dalam pelayanan. Semangat kekristenan tidak terletak pada tanggapan-tanggapan manusiawi, melainkan pada pewartaan Kerajaan Allah. Dengan kesadaran semacam ini, kita akan mampu bekerja maksimal di ladang Allah. Jangan pernah mencari Pujian dan sanjungan dari manusia; atau tidak mengapa engkau mendapat cibiran dari manusia, karena itu subyektif belaka. Tetapi senangkanlah hati Tuhan dengan pengabdian dan pelayananmu yang Tulus. Semoga kita membaktikan diri dengan tulus bagi pelayanan kita kepada sesama dan kepada Tuhan melalui umat-Nya, apalagi mereka yang kecil dan sederhana. Amin.

AMDG. Pst. Y.A.
St. Ignatius, Manado

Beri Komentar

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda di sini