BerandaKatekeseKerendahan Hati di Hadapan Allah

Kerendahan Hati di Hadapan Allah

Published on

spot_img

Dalam perumpamaan tentang orang Farisi dan pemungut cukai, Yesus mengajarkan tentang pentingnya kerendahan hati dalam doa dan hubungan kita dengan Allah.

1. Kesombongan Orang Farisi

Orang Farisi dalam perumpamaan ini berdoa dengan penuh kesombongan. Ia merasa dirinya lebih baik dari orang lain karena melakukan berbagai praktik keagamaan seperti berpuasa dan memberi persepuluhan. Namun, sikap hatinya tidak benar. Ia membanggakan dirinya sendiri, bukan berserah kepada Allah. Ini adalah peringatan bagi kita agar tidak terjebak dalam kesalehan yang hanya bersifat lahiriah, tetapi jauh dari kerendahan hati.

2. Kerendahan Hati Pemungut Cukai

Sebaliknya, pemungut cukai datang dengan penuh kesadaran akan dosanya. Ia tidak berani menatap ke langit, tetapi dengan hati yang remuk, ia memohon belas kasihan Allah: “Ya Allah, kasihanilah aku, orang berdosa ini!” Sikapnya menunjukkan pengakuan akan kelemahan dan kebutuhan akan kasih karunia Allah.

3. Allah Meninggikan yang Rendah

Yesus mengakhiri perumpamaan ini dengan pernyataan tegas: “Sebab barang siapa meninggikan diri, ia akan direndahkan, dan barang siapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.” Ini menegaskan bahwa Allah melihat hati manusia. Bukan perbuatan lahiriah yang menentukan kedekatan seseorang dengan Allah, tetapi kerendahan hati dan kesadaran akan kebutuhan akan kasih-Nya.

Refleksi untuk Hidup Kita

  1. Apakah dalam doa kita lebih banyak memuji diri sendiri atau berserah kepada Allah?
  2. Apakah kita sadar bahwa kita membutuhkan belas kasihan dan pengampunan Tuhan?
  3. Apakah kita merendahkan orang lain karena merasa lebih benar atau lebih baik?

Marilah kita belajar dari pemungut cukai untuk datang kepada Tuhan dengan hati yang tulus, penuh pertobatan, dan selalu mengandalkan rahmat-Nya. Sebab, hanya dengan kerendahan hati, kita dapat diterima dan dibenarkan oleh Allah. Amin.

KONTEN POPULER

Latest articles

Minggu Panggilan: Saat Umat Diteguhkan untuk Menjawab Suara Sang Gembala

Tahuna – Suasana penuh hikmat mewarnai Perayaan Ekaristi Minggu Paskah IV, yang juga dikenal...

Anggota LC Paroki Tahuna Terima Atribut. Pastor Jacob: LC Jadi Panutan di Tengah Umat

Tahuna – Perayaan Ekaristi memperingati Santo Georgius sekaligus penyerahan atribut bagi anggota Legio Christi...

WKRI Bunda Teresa Calcutta GPI Gelar Penyuluhan Hukum Tentang Bullying dan KDRT

Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Cabang Bunda Teresa Calcutta Griya Paniki Indah (GPI) melaksanakan...

KBK Kevikepan Manado Ibadah di Paroki Bunda Teresa Calcutta GPI

Kaum Bapak Katolik (KBK) se-Kevikepan Manado melaksanakan ibadah di Paroki Bunda Teresa Calcutta Griya...

More like this

“Kerahiman Tuhan: Harapan di Tengah Kelemahan”

Minggu Kerahiman Ilahi adalah hari istimewa dalam Gereja Katolik yang dirayakan pada Minggu setelah...

“Gereja yang Bertumbuh dari Iman”

Hari ini kita diajak melihat kembali perjalanan panjang Gereja. Gereja bukan hanya bangunan, tetapi...

Menjadi Remaja yang Kuat dalam Iman

Masa remaja adalah masa yang penuh warna. Ada kebahagiaan, persahabatan, mimpi, tetapi juga ada...