BerandaBerita KomsosMemaafkan atau Mengampuni, Inilah Hukum Cinta Kasih, Homili Pastor Theo

Memaafkan atau Mengampuni, Inilah Hukum Cinta Kasih, Homili Pastor Theo

Published on

spot_img

Manado – “Injil hari ini dengan perikop “Hendaklah kamu murah hati, sebagaimana Bapamu murah hati adanya.” Yang berisi antara lain ‘Kasihilah musuh-mu,'”

ungkap Selebaran Pastor Rekan, RD Theodorus Michael Palit (Theo) pada Misa ketiga (jam 18.00 Wita), Hari Minggu Biasa VII, bertempat di Gedung Gereja St Mikael Perkamil, Minggu, (23/02/2025).

“Ajaran ini bertentangan dengan hukum yang berlaku pada zaman itu yakni hukum balas dendam  atau hukum rimba seperti mata ganti mata; gigi ganti gigi,” tuturnya.

Tuhan Yesus memberikan ajaran baru saat itu dan sangat-sangat relevan dengan situasi zaman sekarang.

“Kejahatan bukan lagi di balas dengan kejahatan tapi kejahatan dibalas kebaikan,” ujarnya

Tuhan Yesus mengatakan, bila orang menampar pipimu yang satu, berikanlah juga pipimu yang lain.

“Apakah kita biarkan diri kita dianiaya? Matius 5:39, tampar pipi kanan, beri juga pipi kiri,” jelasnya.

Logikanya orang kuat pada tangan kanan, dalam bacaan ditulis, tampar pipi kiri, jadi kalau tampar pipi kanan berarti mengunakan tangan bagian luar (punggung tangan).

“Beri juga pipi kiri supaya digunakan tangan bagian dalam atau telapak tangan yang berarti kasih,” paparnya.

Sentuh mereka dengan kasih. Jangan balas kejahatan dengan kejahatan.

“Memang ada banyak orang yang kadang menjengkelkan, berbuat semau mereka dan berbicara buruk,” bebernya.

Apakah kita balas dengan hal yang sama? Kalau ya, apa beda mereka dengan kita?

“Tentunya sebelum mengasihi musuh, pertama harus memaafkan atau mengampuni. Memang agak sulit, tapi inilah Hukum Cinta Kasih,” tegasnya.

Mengasihi musuh dalam bacaan pertama yaitu Daud memiliki kesempatan untuk membunuh Saul yang tertidur pulas namun Daud hanya mengambil tombak dan kendi raja.

“Juga ditulis dalam bacaan kedua, ajaran lama memang bersifat manusiawi dan alamiah. Tetapi Tuhan menggenapinya dengan ajaran yang bersifat rohani,” tandasnya.

Sama seperti Adam, manusia pertama yang alami kejatuhan dalam dosa. Tapi Kristus, Adam kedua yang membawa hidup baru dalam Roh

“Hendaknya kita hidup dari Roh dan dituntun oleh Roh. Hendaknya kita hidup dari Roh dan dituntun oleh Roh supaya bisa mewartakan cinta kasih,” tuturnya.

“Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu.” (Lukas 6:27-28).(man repi)

KONTEN POPULER

Latest articles

Kemenag Manado Tanam Bibit Toleransi dalam Aksi Ekoteologi Jelang HAB ke-80

Komsos – Kementerian Agama (Kemenag) Kota Manado melaksanakan Aksi Ekoteologi sebagai bagian integral dari...

Penyelenggara Katolik Jalin Keakraban dengan Pastor se-Kevikepan Manado, Paparkan Kondisi Terkini Kemenag Manado

Komsos – Dalam upaya memperkuat koordinasi dan sinergi antara Kementerian Agama (Kemenag) Kota Manado...

Pastor Valen: Biarkan Yesus Meraja dalam Hidup Kita

Paroki Bunda Teresa dari Calcutta Griya Paniki Indah (BTDC GPI) merayakan Hari Raya Tuhan...

Paroki BTDC GPI Plenokan Program 2026

Paroki Bunda Teresa dari Calcutta Griya Paniki Indah (BTDC GPI) menuntaskan penyusunan program kerja...

More like this

Kemenag Manado Tanam Bibit Toleransi dalam Aksi Ekoteologi Jelang HAB ke-80

Komsos – Kementerian Agama (Kemenag) Kota Manado melaksanakan Aksi Ekoteologi sebagai bagian integral dari...

Penyelenggara Katolik Jalin Keakraban dengan Pastor se-Kevikepan Manado, Paparkan Kondisi Terkini Kemenag Manado

Komsos – Dalam upaya memperkuat koordinasi dan sinergi antara Kementerian Agama (Kemenag) Kota Manado...

Pastor Valen: Biarkan Yesus Meraja dalam Hidup Kita

Paroki Bunda Teresa dari Calcutta Griya Paniki Indah (BTDC GPI) merayakan Hari Raya Tuhan...