BerandaKatekeseMencari yang Abadi di Tengah yang Sementara

Mencari yang Abadi di Tengah yang Sementara

Published on

spot_img

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali terjebak dalam kesibukan yang tiada henti. Kita mengejar banyak hal seperti prestasi, pengakuan, kesenangan, dan materi. Semua itu terlihat penting dan bahkan sering menjadi prioritas utama. Namun tanpa disadari, perhatian kita habis untuk hal-hal yang sebenarnya bersifat sementara. Akibatnya, kita bisa perlahan menjauh dari Tuhan dan melupakan tujuan hidup yang sejati.

Dalam iman Katolik, kita percaya bahwa hidup di dunia ini hanyalah sementara, sedangkan tujuan akhir kita adalah kehidupan kekal bersama Tuhan. Hal-hal duniawi bukanlah sesuatu yang salah, tetapi menjadi masalah ketika itu mengambil alih tempat Tuhan dalam hidup kita. Kita dipanggil untuk tetap menggunakan dan menikmati hal-hal tersebut secara bijak, tetapi tidak menjadikannya sebagai pusat hidup.

Sering kali kita merasa tidak punya waktu untuk berdoa, mengikuti kegiatan rohani, atau merenung. Kita lebih mudah meluangkan waktu untuk hal-hal yang menyenangkan diri sendiri daripada membangun relasi dengan Tuhan. Padahal, hubungan dengan Tuhan adalah sumber kekuatan dan makna hidup kita. Tanpa itu, segala yang kita kejar di dunia ini bisa terasa kosong dan tidak memberikan kepuasan sejati.

Melalui katekese ini, kita diajak untuk melihat kembali prioritas hidup kita. Apakah Tuhan masih menjadi yang utama? Apakah kita masih menyediakan waktu untuk-Nya di tengah kesibukan? Hidup ini adalah kesempatan berharga untuk semakin dekat dengan Tuhan dan mempersiapkan diri menuju kehidupan kekal.

Karena itu, marilah kita belajar untuk hidup seimbang. Gunakan hal-hal duniawi dengan bijak, tetapi tetap berakar pada iman. Jadikan doa sebagai bagian penting dalam hidup, hiduplah dalam kasih, dan setia dalam kebaikan. Dengan demikian, kita tidak hanya menjalani hidup yang bermakna di dunia, tetapi juga berjalan menuju kebahagiaan yang abadi bersama Tuhan.

KONTEN POPULER

Latest articles

Doa Lintas Agama dan Adat, Memohon Pemulihan Alam Gunung Awu

TAHUNA — Keprihatinan atas kemarau panjang dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan...

RD. Jacob Adilang Hadiri Wisuda Polnustar, Gereja Hadir Mendukung Dunia Pendidikan

TAHUNA — Pastor Paroki Santo Yohanes Rasul Tahuna, RD. Jacob Adilang, Pr., menghadiri prosesi...

Uskup Rolly Ingatkan Pendidikan Iman Anak Tak Cukup di Gereja

MANADO - Uskup Keuskupan Manado, Mgr. Benedictus Estefanus Rolly Untu, MSC mengingatkan keluarga dan...

Pastor Jacob Adilang: Kita Tidak Hidup Sendiri, Kita Hidup dalam Komunitas

TAHUNA — Umat Katolik diajak untuk tidak bersikap acuh terhadap sesama, melainkan berani menegur...

More like this

Santo Tomas Rasul: Dari Pencari Bukti Menjadi Pewarta Injil

Setiap tanggal 3 Juli, Gereja merayakan Pesta Santo Tomas Rasul. Nama Santo Tomas sering...

Hati yang Lelah dan Kasih Tuhan yang Meneguhkan

Dalam kehidupan sehari-hari, setiap orang pasti pernah mengalami masa-masa yang sulit dan melelahkan. Berbagai...

Santo Efrem: Ketika Kata-Kata Menjadi Doa dan Lagu Menjadi Katekese

Ketika mendengar nama Santo Efrem, banyak orang mengenalnya sebagai Diakon, Bapa Gereja, dan pujangga...